News

Novel Baswedan Ungkap Motif di Balik Pengambilan Sumpah Penyelidik dan Penyidik KPK yang Baru Dilakukan Hari Ini

Pengambilan sumpah ini tidak langsung dilakukan setelah perubahan alih status kepegawaian.


Novel Baswedan Ungkap Motif di Balik Pengambilan Sumpah Penyelidik dan Penyidik KPK yang Baru Dilakukan Hari Ini
Pengambilan sumpah penyelidik dan penyidik KPK (DOK: KPK)

AKURAT.CO, Pengambilan sumpah penyelidik dan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai bakal menimbulkan masalah di kemudian hari. Salah satunya jadi celah bahwa pekerjaan penyelidik dan penyidik sebelum dilantik tidak sah.

Hal ini disampaikan Penyidik senior KPK Novel Baswedan menanggapi adanya pengambilan sumpah penyelidik dan penyidik KPK yang baru hari ini dilakukan, padahal proses alih pegawai KPK menjadi ASN sudah dilakukan sejak Juni 2021 lalu.

"Sejak tanggal 1 Juni 2021 sampai dengan 3 Agustus 2021 penyelidik dan penyidik KPK belum disumpah. Ini justru membuat risiko tindakan dan pekerjaan penyelidik dan penyidik KPK pada jangka waktu tersebut dianggap tidak sah," kata penyidik senior KPK Novel Baswedan dalam keterangannya, Selasa (3/8/2021).

Novel juga mempertanyakan maksud di balik prosesi pengambilan sumpah yang disebutnya berlangsung pada hari ini, Selasa, 3 Agustus, sebab pengambilan sumpah ini tidak langsung dilakukan setelah perubahan alih status kepegawaian. 

"Apakah Pak Firli dan kawan-kawan menganggap pengambilan sumpah penyelidik dan penyidik KPK harus dilakukan? Bila harus dilakukan, mengapa pengambilan sumpah tersebut baru dilakukan hari ini," kata Novel dengan penuh tanda tanya.

Selain menimbulkan adanya rawan gugatan, dirinya juga menilai ada maksud lain di balik pengambilan sumpah tersebut.  

Pertama, membuat seolah penyelidik maupun penyidik KPK yang masuk dalam kelompok 75 orang yang tak lolos TWK tak bisa lagi menjalankan tugasnya. Kedua untuk membuat penyidik KPK menjadi seperti PPNS. 

"Hal ini saya pandang penting untuk disampaikan agar setiap upaya yg tdk baik bisa menjadi perhatian masyarakat," terang Novel.

Sebelumnya diberitakan, KPK telah melantik 1.271 pegawainya yang lolos dalam Asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status kepegawaian menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 1 Juni lalu. Hanya saja, ada 75 pegawai yang tak dilantik setelah dinyatakan tak lolos TWK. 

Mereka yang tak lolos di antaranya Penyidik KPK Novel Baswedan, Ketua Wadah Pegawai yang juga Penyidik KPK Yudi Purnomo, Penyidik KPK Ambarita Damanik, dan Direktur Sosialisasi dan Kampanye Anti-Korupsi KPK Giri Suprapdiono. 

Diketahui mereka yang tak lolos adalah penyelidik dan penyidik yang menangani sejumlah kasus besar. Di antara kasus suap Bansos Covid-19 yang telah menjerat mantan Mensos Juliari Peter Batubara. Juga kasus suap PAW anggota KPU Wahyu Setiawan. []