News

Novel Baswedan Minta Dewas Tak Tutupi Pelanggaran Etik Pimpinan KPK

Novel berharap Dewas KPK tak mengecewakan publik atas putusannya.


Novel Baswedan Minta Dewas Tak Tutupi Pelanggaran Etik Pimpinan KPK
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) diminta tak lagi membela pimpinan KPK jika ditemukan pelanggaran kode etik. Dewas KPK harus membukanya ke publik.

"Dewas jangan lagi berlaku membela atau menutupi perbuatan salah maupun pelanggaran etik yang dilakukan Pimpinan KPK," kata Penyidik senior KPK nonaktif, Novel Baswedan menanggapi rencana sidang dugaan pelanggaran etik terhadap Lili Pintauli kepada media, Senin (2/8/2021).

Novel berharap Dewas KPK tak mengecewakan publik atas putusannya. Apalagi kasus Wakil Ketua KPK ini sangat terang benderang karena muncul dalam persidangan.

"Jangan sampai masyarakat dan pemerhati KPK harus lebih sering bersedih dan prihatin, karena Dewas tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya," cetus Novel.

Novel mengaku merasa prihatin atas kondisi KPK yang dipimpin Firli Bahuri. Dia memandang, langkah Pimpinan KPK yang berkomunikasi dengan pihak berperkara bukan hanya melanggar etik, tetapi juga berujung pidana.

"Tentunya kita sedih melaporkan pimpinan berbuat melanggar etik, bahkan berpotensi sebagai perbuatan pidana. Kita juga prihatin dengan banyaknya pelanggaran etik yang justru dilakukan para Pimpinan KPK," tegas Novel.  

Rencananya Dewas KPK akan menggelar sidang etik atas Lili Pintauli besok, Rabu (3/8/2021). Lili dilaporkan ke Dewas KPK terkait dugaan berkomukasi dengan pihak berperkara, dalam hal ini Wali Kota nonaktif Tanjungbalai.

“Selasa besok,” kata anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris dikonfirmasi, Senin (2/8/2021).

Haris menyampaikan, sidang akan digelar secara tertutup sesuai dengan Peraturan Dewan Pengawas (Perdewas) Nomor 03 Tahun 2020. Menurutnya, sidang akan digelar terbuka pada saat pembacaan putusan.

“Sesuai Perdewas No. 03 Tahun 2020, sidang etik berlangsung tertutup, kecuali pembacaan putusan yang dilakukan secara terbuka,” ujar Haris.

Haris sebelumnya mengatakan, tak segan menjatuhkan sanksi kepada setiap insan KPK apabila terbukti melanggar etik. Hal ini tak menutup kemungkinan juga akan dijatuhkan kepada Lili, jika terbukti bersalah.

“Sejak awal Dewan Pengawas KPK berkomitmen menegakkan prinsip zero toleransi untuk pelanggar kode etik KPK. Siapapun insan KPK, entah pegawai, pimpinan, atau bahkan anggota Dewas sendiri bisa dikenai pasal etik,” tegas Haris dikonfirmasi, Selasa (27/7). []