News

Pimpinan KPK Dilaporkan ke Dewas, Arsul Sani: Sebenarnya Itu Hal Biasa

Sebaiknya siapapun yang di luar Dewas dan mereka yang mengadu tidak perlu ikut membentuk opini


Pimpinan KPK Dilaporkan ke Dewas, Arsul Sani: Sebenarnya Itu Hal Biasa
Wakil Ketua MPR RI, Arsul Sani (AKURAT.CO/Oktaviani)

AKURAT.CO, Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani menilai, sikap penyidik senior KPK, Novel Baswedan beserta 74 pegawai lainnya yang melaporkan Ketua KPK Firli Bahuri ke Dewan Pengawas KPK (Dewas KPK) merupakan langkah yang tepat.

Karena menurutnya, Dewas merupakan saluran yang untuk digunakan baik oleh pegawai, pimpinan maupun masyarakat umum untuk menyampaikan pengaduan atau laporan dugaan pelanggaran kode etik baik oleh pimpinan, pegawai maupun anggota Dewas itu sendiri.

"Jadi dari sisi prosedural formal, sebenarnya hal yang biasa saja seseorang yang di KPK kemudian diadukan atau dilaporkan, termasuk anggota Dewas sendiri," ujar Arsul kepada wartawan, Rabu (19/5/2021).

Meski demikian, Politisi PPP itu menyarankan agar lebih baik kedua pihak membicarakan kelanjutan kepada 75 pegawai ini seperti apa. Agar sebaiknya siapapun yang diluar Dewas dan mereka yang mengadu tidak perlu ikut membentuk opini soal itu.

"Dari pada ikut membentuk opini tersebut, mending publik mengajukan pertanyaan dasar baik kepada Pimpinan KPK maupun beberapa pegawai dari yang 75 orang TMS dalam TWK-nya tersebut," terangnya.

"Apa setelah adanya penegasan dari Presiden Jokowi tersebut mereka tetap pengin dan menikmati berantem terus sehingga mempengaruhi kinerja KPK dalam mengemban tupoksinya yakni pemberantasan korupsi? Atau sebaiknya mengembangkan komunikasi yang lebih konstruktif agar persoalan yang ada bisa diselesaikan dengan baik?," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menanggapi pelaporan para pimpinan KPK ke Dewan Pengawas. Pimpinan menghargai laporan yang dilayangkan oleh penyidik senior KPK Novel Baswedan dan 74 pegawai lainnya.

Laporan dilakukan karena pimpinan KPK dianggap melanggar sejumlah kode etik dalam pelaksanaan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

"Kami menghargai laporan dari pegawai, selanjutnya kami memasrahkan kepada dewas," kata Ghufron lewat pesan singkat, Selasa (18/5/2021).[]