Ekonomi

NORD Stream Bocor Kembali, Total Ada 4 Pipa Gas Alam Dilaporkan

NORD Stream Bocor Kembali, Total Ada 4 Pipa Gas Alam Dilaporkan
Pipa Gas Nord Stream (Reuters.com)

AKURAT.CO, Garda pantai Swedia melaporkan kembali ada kebocoran di pipa gas NORD Stream. Secara total ada 4 pipa alami kebocoran dua diantaranya di dekat Swedia dan dua lainnya berada di Denmark.

Sebelumnya diketahui ledakan pertama terdeteksi oleh para seismolog pada Senin lalu di Tenggara pulau Bornholm, Denmark. Kemudian disusul kembali oleh ledakan kedua di Timur lau pulau tersebut, disebut-sebut ledakan kedua setara dengan gempa berkekuatan 2,3 Skala Richter (SR).

Pasca ledakan tersebut tak sedikit dari para pejabat Eropa dan pakar energi menyimpulkan bahwa Rusia ikut andil dalam indikasi tersebut, sebab mereka berpendapat Rusia sangat diuntungkan dari sektor Energi sehingga membuat krisis ekonomi di seluruh Eropa.

baca juga:

Meskipun begitu, beberapa pihak yang lain memperingatkan agar tidak menuding sampai penyelidik dapat menentukan apa yang sesungguhnya terjadi.

Seperti yang diketahui, pipa NORD Stream membentang di laut Baltik untuk mengangkut gas dari Rusia ke Jerman. Tidak ada pipa yang beroperasi, tetapi semuanya berisi gas. Pemerintah Denmark dan Swedia percaya bahwa kebocoran yang terjadi di dekat wilayah mereka merupakan upaya sabotase.

Sebagai Informasi, sebelumnya Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrel menduga adanya upaya sabotase atas kebocoran tiga pipa gas alam Nord milik Rusia di Laut Baltik.

"Kami (Uni Eropa) prihatin atas insiden kebocoran pipa Nord Stream 1 dan 2 di laut Baltik beberapa waktu lalu, keselamatan serta lingkungan merupakan salah satu prioritas utama.

Menurut data yang tersedia menunjukkan bahwa bocornya pipa Nord diindikasi adanya upaya sabotase, oleh karena itu kami akan mendukung penyelidikan apapun sebagai bagian dari upaya mendapatkan kejelasan penuh tentang apa dan mengapa bisa terjadi," ucapnya melalui lansiran Xinhua, Rabu (28/9/2022).

Lebih lanjut Borrel menegaskan pihaknya  akan mengambil langkah-langkah selanjutnya untuk meningkatkan ketahanan kami dalam keamanan energi. 

"Sebab setiap gangguan yang disengaja (sabotase) terhadap infrastruktur energi Eropa sama sekali tidak dapat diterima dan akan ditanggapi dengan tanggapan yang lebih serius," tukasnya.[]

Sumber: VoA