Olahraga

NOC Indonesia Jabarkan Agenda Multievent yang akan Diikuti hingga 2023

Indonesia masih memiliki satu agenda multi-event yang akan diadakan pada tahun ini.


NOC Indonesia Jabarkan Agenda Multievent yang akan Diikuti hingga 2023
Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry Kono saat melakukan wawancara di Jakarta, Rabu (27/4/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Penundaan penyelenggaraan Asian Games 2022 Hangzhou dan Asian Youth Games Shantou membawa perubahan kalender  multievent olahraga pada tahun ini.

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menjabarkan beberapa agenda penting yang akan diikuti Indonesia hingga 2023.

Sekretaris Jenderal NOC Indonesia, Ferry Kono mengatakan Indonesia masih memiliki satu agenda multi-event yang akan diadakan pada tahun ini, yakni Islamic Solidarity Games (ISG) di Konya pada 9-18 Agustus.

baca juga:

“Tim kami melalui Komisi Sport and Develompment sudah mulai melakukan review untuk ISG dengan parameter-parameter yang menjadi target NOC Indonesia dan pemerintah,” jelas Ferry.

ISG hanya diikuti oleh negara-negara peserta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), bukan berarti Indonesia bisa bebas mengirimkan atlet. Sebab, ISG tetap memiliki syarat berdasarkan peringkat dunia yang dimiliki atlet ataupun tim pada sejumlah cabang olahraga.

“Ada beberapa cabor yang tidak bisa ikut serta, seperti sepak bola, karena posisi Timnas Indonesia belum masuk dalam peringkat yang ditetapkan,” terang Ferry

“Jadi Tim Review juga harus dapat menyeleksi atlet-atlet yang dikirim nanti sudah dalam posisi aman untuk bertanding di ISG.”

Berbicara target, Ferry menjelaskan NOC Indonesia tidak memberikan target khusus di ISG. Namun, bukan berarti tidak ada standar tertentu yang harus dicapai oleh atlet Merah Putih.

“Ini sekadar partisipasi, tetapi kami ingin ISG menjadi try-out bagi atlet-atlet kita menuju Asian Games meskipun dalam situasi ditunda hingga tahun depan,” kata Ferry,

NOC Indonesia juga memiliki empat agenda multievent mandatory, yakni SEA Games 2023 Kamboja (Mei), Asian Games (September), serta Asian Indoor & Martial Art Games (17-26 November).

Selain itu ada juga ANOC World Beach Games (AWBG), di mana Indonesia akan menjadi tuan rumah pada 5-12 Agustus dilanjutkan dengan ANOC General Assembly hingga 15 Agustus.

“Tantangannya bagaimana kita memetakan atlet untuk turun di 4 multi event itu agar bisa paralel, tapi di saat yang sama 2023 itu tahun kualifikasi menuju Olimpiade Paris yang dimainkan di single event. Jadi prioritas tetap kualifikasi Paris,” ujar Ferry.

“Kami menjadikan semua event tahun depan ajang try-out atlet kita untuk mengukur sejauh mana prestasi yang mereka lakukan selama pelatnas. Semoga ini semua bisa berjalan baik.”

NOC Indonesia melalui Komisi Sport and Development sudah mulai melakukan review terhadap federasi nasional untuk tampil di ISG. Review dilakukan mulai 20-24 Mei.[]