Olahraga

NOC Indonesia Gelorakan Pesan Perdamaian di Hari Olimpiade

Hal itu sejalan dengan tema yang diusung Komite Olimpiade Internasional (IOC), ‘Together for a better world’.


NOC Indonesia Gelorakan Pesan Perdamaian di Hari Olimpiade
Presiden Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari. (NOC Indonesia/Naif Al’As)

AKURAT.CO, Hari olimpiade atau Olympic Day jatuh pada tanggal 23 Juni setiap tahunnya. Untuk memperingati gerakan tersebut, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) bahkan membawa misi khusus dengan menggelorakan misi perdamaian.

Hal itu sejalan dengan tema yang diusung Komite Olimpiade Internasional (IOC), ‘Together for a better world’. Terlebih olahraga adalah alat komunikasi universal untuk mempersatukan tanpa adanya diskriminasi dan hal lain.

“Melalui perayaan Olympic Day tahun ini, NOC Indonesia menyuarakan dengan sungguh-sungguh pesan perdamaian,” kata Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari.

baca juga:

“Olahraga merupakan sarana yang tepat untuk membawa pesan ini. Karena, meskipun berkompetisi menjadi juara, olahraga selalu dapat menunjukkan sisi persahabatan dan respek di lapangan.”

Aspek tersebut, dikatakan Okto, menjadi poin utama yang terkandung dalam Olympic Values atau nilai Olimpiade, yaitu excellence (keunggulan), friendship (persahabatan) dan respect (saling menghargai).

Tiga hal ini diperkuat melalui pilar baru Olympic Movement (gerakan olimpiade) yaitu sustainability (keberlanjutan), inclusion (keikutsertaan), solidarity (solidaritas) dan peace (perdamaian). Nilai-nilai ini yang diharapkan dapat membawa kontribusi besar bagi olahraga dunia.

Melalui peringatan Olympic Day, Okto juga menyuarakan pesan perdamaian bagi negara-negara yang tengah berkonflik. Sebab dalam tatanan regulasi olahraga internasional, tak hanya atlet yang akan dirugikan, tetapi  juga dapat berimbas pada negara tersebut yang akan dilarang tampil di multievent internasional.

Okto juga mengajak federasi cabang olahraga nasional yang masih berselisih paham untuk bisa menyelesaikan situasi yang terjadi. Terlebih induk organisasi menjadi panutan dan pengayom bagi para atlet dan seluruh stakeholder-nya.

Pada 23 Juni 1894, delegasi dari 12 negara yang berkumpul di Sorbonne sepakat mendukung proposal Pierre de Coubertin untuk menyelenggarakan Olimpiade. Tanggal ini kemudian ditetapkan sebagai hari lahir modern Olympic Movement dan berdirinya IOC.

Pada Januari 1948, tepatnya pada IOC Session ke-42, para anggota menyuarakan World Olympic Day. Ide ini kemudian direalisasikan lewat penyelenggaraan Olympic Day pertama pada 23 Juni 1948 oleh sembilan NOC, yakni Austria, Belgia, Kanada, Inggris Raya, Portugal, Swiss, Uruguay, dan Venezuela.

Perayaan Olympic Day kemudian menjadi tugas NOC di seluruh  dunia untuk menyebarkan Olympic Values di negara masing-masing. Pada peringatan tahun ini, NOC Indonesia berencana menggelorakan Olympic Day lewat rangkaian program yang sudah dirancang Komisi Sport for All, baik secara daring  melalui talk show dan semangat tagar #moveforpeace #olympic day maupun program luring.

Ketua Komisi Sport for All NOC Indonesia, Ery Erlangga mengatakan telah menyiapkan rangkaian acara untuk menyebarkan gerakan Olimpiade di Tanah Air, mulai dari pameran foto atlet-atlet yang akan menampilkan perjuangan atlet di SEA Games 2021 Vietnam dan acara puncak Olympic Day Run pada 11 September 2022.

“Kami ingin menyosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai usia dini hingga dewasa lewat program-program yang akan dijalankan Komisi Sport for All NOC Indonesia dalam peringatan Olympic Day tahun ini,” jelas Ery.

“Salah satunya dengan menggelar Olympic Day Run yang diharapkan dapat membuat gairah olahraga di Indonesia serta mengenalkan nilai-nilai Olimpiade.”[]