Entertainment

Nindy Ayunda Diperiksa di Polres Metro Jakarta Selatan Sejak Semalam

Nindy Ayunda Diperiksa di Polres Metro Jakarta Selatan Sejak Semalam
Potret Nindy Ayunda (Instagram/@nindyayunda)

AKURAT.CO, Nindy Ayunda masih berstatus sebagai saksi dalam kasus dugaan penyekapan mantan sopir. Nindy akhirnya datang ke Polres Metro Jakarta Selatan, setelah beberapa kali mangkir dari panggilan penyidik.

Hal ini disampaikan oleh Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi. Dia mengatakan Nindy Ayunda datang sejak tadi malam, Kamis (28/07).

"Untuk saudari N, semalam sudah datang ke Polres Jakarta Selatan. Kemudian sudah memberikan keterangan. Mudah-mudahan untuk keterangan dari saudari N dapat membuka suatu perkara," ujar AKP Nurma Dewi ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (29/07).

baca juga:

Dia mengatakan bahwa Nindy Ayunda datang sendiri. Pelantun Untuk Sahabat itu memberikan keterangannya.

"Iya cuma N saja. Ya jelas N nya datang. Kemudian dimintai keterangan," jelas AKP Nurma Dewi.

Lebih lanjut, terkait dengan status Nindy Ayunda masih sebagai saksi dalam kasus ini. Nurma juga menjelaskan bahwa proses pemeriksaan masih berlangsung.

"Masih, masih di dalam. Semalam saudari N datang ke Polres untuk memberikan keterangan sampai saat ini," tutur AKP Nurma Dewi.

Nindy Ayunda dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Februari 2021 oleh Rini Diana terkait kasus dugaan penyekapan mantan sopir, Sulaiman. Pelapor alias Rini Diana merupakan istri dari Sulaiman. Proses hukum lalu dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Mantan sopir Nindy, Sulaiman sudah menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan terkait kasus tersebut. Baru-baru ini, pihak Sulaiman juga telah menyerahkan bukti tambahan kepada pihak berwajib.

Ini disampaikan oleh kuasa hukum Sulaiman, Fahmi Bachmid. Adapun bukti yang diserahkan berbentuk video dan bukan saat penyekapan terjadi.

"Video si Leman (Sulaiman) dalam keadaan diobatin lah pada saat itu. Sesudah terjadi (dugaan penyekapan) di rumah seseorang. Semua sudah kami serahkan ke atas, ini sekadar melengkapi saja," jelas Fahmi Bachmid di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (26/07).

Sementara itu, dalam kasus dugaan penyekapan ini, Nindy Ayunda dikenakan Pasal 333 KUHP tentang Kejahatan Terhadap Kemerdekaan Orang. Dia terancam bisa dipidana delapan tahun penjara.[]