Ekonomi

Nilai Tukar Petani Bulan Juni Menanjak, Komoditas Pangan Mana Paling Dominan?

Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Juni 2022 sebesar 105,96 atau naik 0,52 persen dibanding NTP bulan sebelumnya


Nilai Tukar Petani Bulan Juni Menanjak, Komoditas Pangan Mana Paling Dominan?
Ilustrasi petani cabai (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/ama/18)

AKURAT.CO, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyatakan Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Juni 2022 sebesar 105,96 atau naik 0,52 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 1,47 persen atau lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,94 persen.

“ Jika dirinci menurut subsektor itu yang tertinggi dan terendah. Kenaikan tertinggi terjadi pada subsektor hortikultura naik sebesar 13,44 persen kenaikan terjadi kenaikan indeks harga yang diterima petani itu meningkat 14,60 persen dan atau lebih besar dari indeks harga yang dibayar petani, yaitu meningkat hanya sebesar 1,02 persen. Jadi indeks yang diterima petani kenaikannya lebih besar dari yang dibayar oleh petani,” ucap Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono dalam konferensi pers Rilis BPS, Jumat (1/7/2022).

Untuk komoditas yang dominan dari indeks harga yang diterima petani berasal dari komoditas cabai rawit dan bawang merah. Sedangkan penurunan yang terbesar terjadi pada subsektor tanaman pangan.

baca juga:

“NTP tanaman pangan itu turun sebesar 1,20 persen penurunan terjadi karena indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 0,26 persen. Sementara itu harga yang dibayar petani justru mengalami kenaikan sebesar 0,95 persen. Untuk komoditas yang dominan mempengaruhi indeks harga yang diterima petani adalah jagung, dan kacang tanah,” jelasnya.

Pada Juni 2022, NTP Provinsi Kalimantan Timur mengalami kenaikan tertinggi 2,26 persen dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Bengkulu mengalami penurunan terbesar 5,01 persen dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

“ Kenaikan Indeks Harga Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 1,21 persen yang disebabkan oleh hampir seluruh kelompok pengeluaran,” tambahnya.

Sementara Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) di bulan Juni 2022 terjadi kenaikan sebesar 1,11 persen jika dibandingkan dengan bulan Mei 2022. kenaikan NTUP juga terjadi dikarenakan harga yang diterima petani sebesar 1,47 persen. Sementara untuk indeks biaya produksi dan penambahan barang modal hanya naik sebesar 0,35 persen.

Sekadar informasi, sebelumnya Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan nilai tukar petani (NTP) pada bulan Mei 2022 sebesar 105,401 menurun 2,81 persen jika dibandingkan dengan bulan April 2022.

“Jika dilihat pada subsektornya, subsektor tanaman perkebunan rakyat itu mengalami penurunan NTP yang terdalam yaitu sebesar 9,29 persen, indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 8,82 persen. Sementara indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,51 persen,”beber Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono, pada rilis BPS Juni, Kamis (2/5/2022).[]