News

Nilai Anies Baswedan Cs Kecolongan Soal Holywings, PSI: Harusnya Malu!

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo menilai Pemprov DKI Jakarta justru kecolongan

Nilai Anies Baswedan Cs Kecolongan Soal Holywings, PSI: Harusnya Malu!
Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Anggara Wicitra Sastroamidjojo (PSI DKI Jakarta)

AKURAT.CO, Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo menyorot penutupan 12 outlet Holywings oleh Pemprov DKI Jakarta di bawah komando Gubernur Anies Baswedan.

Izin usah klub malam Holywing dibekukan setelah ditemukan sejumlah pelanggaran. Salah satunya terkait belum adanya sertifikat standar KBLI 56301 jenis usaha bar yang telah terverifikasi.

Menurut Anggara, kasus ini membuktikan bahwa Pemprov DKI Jakarta kurang melakukan pengawasan.

baca juga:

"Banyak jadi pertanyaan kenapa Pemprov baru bertindak setelah viral masalah Holywings ini. Outlet-outlet ini bukan baru berdiri satu dua minggu, kenapa bisa sampai lolos dari pengawasan? Jangan-jangan banyak usaha lain yang tidak ikut aturan, tapi beroperasi, kami harap dapat ditinjau lagi," kata Ara, sapaan akrab Anggara dalam keterangannya, Rabu (29/6/2022). 

Dia berharap pelanggaran yang terjadi pada Holywings jadi momen evaluasi bagi Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan penegakan hukum tanpa terkecuali. Dia mendesak Pemprov DKI tak tebang pilih pada masalah tersebut. 

"Harusnya Pemprov malu karena kecolongan ini. Jangan sampai penindakannya tebang pilih, coba diperiksa lagi izin-izin usaha tempat lain. Kasihan mereka yang sudah taat hukum, pasti ada kecemburuan,” kata Ara.

Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI itu juga meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) berperan aktif melakukan perlindungan pada ribuan karyawan outlet Holywings yang ditutup agar dapat tetap terpenuhi haknya. Hak-hak mereka sebagai pekerja, kata dia, tak boleh diabaikan. 

"Disnakertrans harus memantau nasib karyawan gerai yang ditutup. Jangan sampai nanti ada kasus hak-haknya tidak terpenuhi. Dampingi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya. 

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI menutup dan menyetop paksa 12 outlet Holywings di Jakarta. Penutupan paksa itu dilakukan karena terbukti menabrak banyak aturan. Salah satunya soal memanipulasi perizinannya. Belakangan diketahui, Holywings diberi izin operasi restoran. Tetapi, hasil pemeriksaaan diketahui Holywings mengoperasikan tempat hiburan.[]