News

Nilai Ada Malpraktek, Parsindo Siap Lawan KPU Hingga ke PTUN

Nilai Ada Malpraktek, Parsindo Siap Lawan KPU Hingga ke PTUN
Presiden Parsindo, Jusuf Rizal di kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2). (AKURAT.CO/Yudi Permana)

AKURAT.CO, Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo) menilai telah terjadi malpraktik administrasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), sehingga membuat Parsindo tak lolos menjadi peserta pemilu 2019. Karenanya, Parsindo akan melakukan gugatan bahkan hingga ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Presiden Parsindo, Jusuf Rizal menyatakan, pihaknya akan melakukan langkah ajudikasi setelah mediasi yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam sengketa Parsindo dan KPU gagal mencapai titik temu. Jika masih mentok, Parsindo pun tak segan untuk membawa persoalan ini ke PTUN.

"Kalau ajudikasi kemudian juga belum menemukan titik temu, maka kita akan melakukan langkah dengan menempuh pada PTUN," kata Jusuf di kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2).

baca juga:

Meski demikian, ia berharap dapat memenangkan proses ajudikasi yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (26/2) nanti. Dalam proses ajudikasi tersebut, Jusuf mengatakan akan menyampaikan sejumlah fakta dan data untuk meluruskan kelemahan yang dilakukan KPU.

Menurut Jusuf, KPU bahkan melakukan malpraktek administrasi yang membuat Parsindo tak lolos menjadi peserta pemilu. Ia mencontohkan, dokumen jawaban yang diberikan KPU dibuat dengan cover Parsindo, namun berisi partai lain.

"Jadi kami sampaikan, jangan sampai kelemahan partai lain dijadikan menjadi kelemahan kita, yang saya sebut itu malpraktik administrasi," tambah dia.

Adanya dugaan malpraktek itu, lanjut dia, akan disampaikan dalam sidang Ajudikasi nanti. Jika dasar itu tidak dijadikan bahan pertimbangan untuk memenangkan partainya, maka pihaknya akan mengajukan gugatan ke PTUN.

"Nah itu kita sampaikan, mudah- mudahan hari Senin ada titik temu dalam proses ajudikasi. Tapi kalaupun tidak, Parsindo akan melakukan gugatan ke PTUN," tandasnya.

Sebelumnya, KPU menyatakan bahwa Parsindo tidak lolos dalam proses verifikasi untuk ikut menjadi peserta di Pemilu 2019. Parsindo dinyatakan tidak lolos karena dianggap tidak memenuhi persyaratan dalam peraturan KPU dan peraturan pemilu.[]