Lifestyle

Nike Dalwiyanti: Dari Reseler Pakaian Jadi Desainer Busana Syar'i


Nike Dalwiyanti: Dari Reseler Pakaian Jadi Desainer Busana Syar'i
Founder NK Muslimah, Nike Dalwiyanti, dalam konferensi pers Indonesia Modest Fashion Week 2019 di Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (10/10/2019). (AKURAT.CO/Abdul Haris)

AKURAT.CO, Lika-liku perjalanan hidup seseorang memang tidak bisa ditebak. Ada saja hal-hal tak terduga yang dialami seseorang dalam perjalanan hidupnya.

Seperti halnya Nike Dalwiyanti yang merupakan founder dari label NK Muslimah.

Sebelum menjadi desainer dan pemilik brand pakaian syar'i seperti saat ini, perempuan 29 tahun tersebut merupakan pedagang reseller, yang kerap membeli pakaian di Tanah Abang untuk orang-orang di daerah.

baca juga:

Hal itu dikisahkannya kepada AkuratTren saat konferensi pers gelaran Indonesia Modest Fashion Week 2019 di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, Kamis, (10/10).

"Saya awalnya itu suka belikan belanjaan pakaian untuk orang daerah dengan online-online shop gitu. Akhirnya saya berpikiran ingin jadi pemilik busana juga gitu, kenapa harus cuma jadi reseller. Setiap hari itu di Tanah Abang itu semua tokonya ramai, saya yakin pasti ada peluang," buka Nike.

Sebelum menjadi seorang desainer pakaian syar'i, Nike awalnya membuat dan menjual mukena terlebih dahulu. Dengan modal awal 600 ribu rupiah, Nike menghasilkan 30 mukena untuk kembali ia jual. Hal itu dilakukannya pada tahun 2016.

Cara penjualan mukenanya pun ia lakukan dengan mempromosikan kepada para porter yang ia temani. Dia membagikan foto-foto koleksi mukena buatannya untuk ditawarkan kepada para langganan sang porter.

"Mungkin rezekinya saya di sini, akhirnya bergaul porter di Tanah Abang. Saya foto mukena yang saya buat, anak saya yang fotoin. Waktu dulu belum punya konveksi, saya minta tolong ke penjahit. Saya foto mukenanya, saya pasarkan ke porter, karena satu porter punya langganan 11 orang, jadi saya pikir kalau kenal 10 porter berarti saya langsung punya langganan 100 lebih," rincinya.

Jerih payah Nike sendiri ternyata berbuah manis. Langganan para porter mulai tertarik dengan mukenanya. Satu pelanggan daerahnya bisa berbelanja sebanyak satu kodi atau 20 pieces.

Dari sana, peluang untuk membuka bisnis pakaian syar'i ia lakukan dengan belajar terus menerus hingga memantapkan diri menjadi desainer.

Penjualan produknya sendiri dinilainya sangat lumayan. Ia mengaku lebih senang apabila pelanggannya beli sedikit tapi sering.

Terkait omset, Nike tidak mau menyebutkan nominal. Namun dari jerih payahnya ini, ia mampu memiliki dua gerai di Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat dan juga penjualan produk secara online dengan puluhan anak buah.

Selain itu, Nike juga mengaku bahwa NK Muslimah telah menjadi merek modest fashion berkualitas dengan harga terjangkau. Sasarannya pun memang orang-orang kelas menengah.

Meski begitu, keuntungannya berjauh-jauh kali lipat dibandingkan hanya menjadi seorang reseller.[]