Olahraga

Nike Air Zoom Pegasus 37, Sepatu Klasik untuk Semua Pelari

Nike Air Zoom Pegasus 37 membuat banyak upgrade yang sangat berbeda dari generasi sebelumnya.


Nike Air Zoom Pegasus 37, Sepatu Klasik untuk Semua Pelari
Sepatu lari Nike Air Zoom Pegasus 37.

AKURAT.CO, Tidak bisa dipungkiri sepatu lari di zaman sekarang ini tidak hanya sebagai penunjang kegiatan berolahraga saja. Selain sebagai penunjuang aktivitas berlari, sepatu lari saat ini dianggap sebagai bagian dari gaya hidup.

Meski demikian, para pencinta olahraga lari tidak bisa gegabah mimilih sepatu lari secara sembarang untuk menunjang aktivitas berlarinya. Sepatu yang dipilih harus mengedepankan kenyamanan sehingga meminimalisir risiko cedera.

Pada kesempatan kali ini kami ingin membangikan rekomendasi sepatu lari yang nyaman digunakan untuk aktivitas lari. Sepatu yang dimaksud adalah Nike Air Zoom Pegasus 37 yang sudah punya reputasi di kalangan pelari.

baca juga:

Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1983 sebagai “sepatu untuk setiap pelari”, Nike Pegasus mendapat reputasi di komunitas lari sebagai terpercaya dan dapat diandalkan. Sepatu ini setelah melewati berbagai tranformasi teknologi yang luar biasa.

Evolusi Pegasus telah dibuat tahap demi tahap lewat berbagai model termasuk Nike Air Zoom Pegasus 37. Sepatu Pegasus generasi ke-37 ini sudah mengalami cukup up grade untuk memastikan para pelari jadi lebih nyaman pas menggunakannya.

Sebagai salah satu sepatu andalan para pelari profesional dan pelari reguler, Nike Pegasus terus berevolusi memberikan kenyamanan pada konsumen. Di genarasi ke-37 up grade menambahkan react sole membuat sepatu terasa lebih empuk.

Perubahan paling mendasar di Pegasus 37 adalah material yang tadinya menggunakan Cushlon, kini diganti dengan menggunakan busa React, sama seperti yang digunakan pada Epic React ataupun Infinity Run.

Nike memasukkan teknologi Nike Air Zoom ke dalam busa React yang lebih ringan, lebih responsif, dan lebih tahan lama untuk bagian midsole. Selain itu Pegasus 37 juga menggantikan kantung udara Zoom full-lenght menjadi kantung udara Zoom Air forefoot.

Hal itu dilatari alasan pijakan kaki di bagian depan adalah tempat melambung dari tanah dan paling membutuhkan kantung udara. Alasan itu membuat Nike menggunakan kantung udara yang dua kali lebih tebal dari kantung Pegasus 36 Zoom Air.

Cosmas Kopong Beda

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first