News

Nikahi Rakyat Biasa, Putri Mako Lepas Dana Pembayaran Kerajaan Senilai Rp19,2 Miliar

Anggota keluarga kekaisaran wanita akan kehilangan status kerajaan setelah menikahi orang biasa.


Nikahi Rakyat Biasa, Putri Mako Lepas Dana Pembayaran Kerajaan Senilai Rp19,2 Miliar
Putri Mako dan Kei Komuro saat konferensi pers untuk mengumumkan pertunangan informal mereka pada bulan September 2017 (Shizuo Kambayashi/AFP/Getty Image)

AKURAT.CO Putri Mako dari Jepang dilaporkan bakal melepaskan pembayaran senilai Rp19,3 juta dolar karena menyerahkan status kerajaannya untuk menikahi teman sekelasnya di perguruan tinggi.

Laporan itu diungkap oleh media lokal Sabtu (25/9), dengan pemberitaan menyebutnya sebagai 'pembuka jalan' bagi pernikahan Mako yang tertunda selama bertahun-tahun karena kontroversi dari sang kekasih. 

Mako dan mantan teman sekelasnya di kampus, Kei Komuro, mulai mengumumkan pertunangan mereka pada tahun 2017. Namun, pernikahan kemudian tertunda dengan beragam laporan muncul setelahnya.

Reuters mengatakan bahwa pernikahan ditunda setelah laporan kontroversial soal perselisihan keuangan antara ibu Komuro dan mantan tunangannya. Sementara menurut CNN, pasangan itu mengaku ragu karena berpikir pernikahan terlalu cepat, dan mereka membutuhkan waktu lebih banyak untuk merencanakan masa depan. Sumber Rumah Tangga Kekaisaran saat itu juga mengatakan kepada CNN bahwa penundaan terjadi karena 'kurangnya persiapan'.

Mako yang  berusia 29 tahun adalah cucu perempuan dari Kaisar Akihito (berkuasa dari 1989-2019). Di bawah hukum Jepang yang berusia berabad-abad, pernikahan antara bangsawan seperti Mako dan rakyat jelata mencakup syarat penyerahan status kerajaan. 

Seperti dikutip Kyodo News, anggota keluarga kekaisaran wanita secara tradisional akan menerima pembayaran mencapai hingga sekitar 150 juta yen (Rp19,3 juta). Pembayaran ini diterima setelah keberangkatan mereka dari rumah tangga kaisar. 

Namun, dalam kasus ini, Mako dilaporkan meminta untuk tidak menerima pembayaran seperti itu, dan menurut sumber-sumber pemerintah, agensi rumah tangga kekaisaran mungkin akan menerima permintaan tersebut. 

Di bawah aturan saat ini, anggota keluarga kekaisaran wanita akan kehilangan status kerajaan setelah menikahi orang biasa. Pembayaran, yang akan dibiayai oleh uang pembayar pajak, dimaksudkan untuk menjaga martabat mantan anggota keluarga kerajaan.

Jika uang itu tidak diberikan kepada Mako, maka ini akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah Jepang pascaperang bahwa seorang anggota keluarga kekaisaran wanita tidak menerima pembayaran semacam itu setelah menikahi orang biasa.

Pemerintah Jepang juga dilaporkan setuju jika sang putri merelakan pembayaran tersebut.  

Jaringan radio Jepang, NHK mengatakan tanggal pernikahan mungkin akan diumumkan pada bulan Oktober mendatang. Pejabat Rumah Tangga Kekaisaran belum bersedia memberi komentar.

Sementara pernikahan kemungkinan besar akan digelar, seorang penyiar Jepang, baru-baru ini mengaku berhasil melacak Komuro di New York. Dalam laporan itu, Komuro diperlihatkan memakai kuncir kuda, detail yang telah menyebabkan kegemparan di antara beberapa pengguna Twitter Jepang.

Media mengatakan pasangan itu berencana untuk tinggal di Amerika Serikat.

Baca Juga: Pernikahan Tertunda karena Uang, Kekasih Putri Mako Sebut Masalah Telah Selesai

Hukum kekaisaran memungkinkan tahta untuk diteruskan hanya kepada ahli waris laki-laki. Putri-putri keluarga lainnya yang belum menikah juga akan kehilangan status kerajaan mereka jika mereka menikahi rakyat jelata -- sebuah kemungkinan yang dapat membuat keluarga kekaisaran tidak memiliki cukup anggota untuk menjalankan tugas-tugas publiknya.[]