Entertainment

Nikahi Anak Usia 7 Tahun, Syekh Puji Terancam Hukuman Kebiri


Nikahi Anak Usia 7 Tahun, Syekh Puji Terancam Hukuman Kebiri
Aris Merdeka Sirait (AKURAT.CO/Riandar Fata Hudaya)

AKURAT.CO, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Aris Merdeka Sirait mengatakan bahwa Pujiono Cahyo Widianto atau Syekh Puji terancam hukuman penjara seumur hidup atau hukuman kebiri.

Hal itu dikarenakan ia telah menikah dengan bocah yang masih berusia 7 tahun pada 2016 lalu.

"Jadi Komnas PA  menyimpulkan bahwa Syekh Puji ini sebenarnya sudah masuk revidifis kejahatan seksual terhadap anak dan dapat diancam hukuman seumur hidup bahkan bisa dikebiri dia," ungkap Aris saat ditemui di Polres Jakarta Selatan, Selasa (7/4)

Sepengetahuan Aris, Syekh Puji sudah melakukan pelanggaran tersebut berulang-ulang kali. Katanya,  kejadian yang menyimpang itu sudah dilaporkan sejak 2008, 2016, hingga 2020, beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, Syekh Puji sudah dianggap sebagai residivis atau kejahatan seksual pada anak di bawah umur. Apalagi nama Syekh Puji sudah ditetapkan sebagai terlapor di Mabes Polri dan Polda Jawa Tengah.

"Karena satu persyaratan bisa dilakukan berulang-berulang terhadap tindakan pidana yang sama dia bisa dikenakan tindakan pidana kebiri lewat suntikan kimia bahkan dipasang chip untuk dia bisa dimonitoring dimana dia berada," kata Aris.

"Selama ini kan tidak dilakukan itu, karena dia belum masuk dalam kategori residivis. Nah sekarang tidak ada alasan Polda Jawa Tengah untuk tidak meneruskan perkara ini karena dia sudah masuk residivis dalam perkara yang sama, tindakan yang sama dilakukan dia sejak tahun 2008 lalu," tambahnya.

Sebagai instansi yang bekerja untuk melindungi hak-hak anak dan melaporkan kasus tersebut, maka Komnas PA akan mengawal kasus itu hingga tuntas dan Syekh Puji mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Jadi Komnas Perlindungan Anak tentu mendukung Mabes Polri dan Polda Jawa Tengah untuk meneruskan perkara ini. Kemarin Mabes Polri sudah meminta Polda Jawa Tengah untuk meneruskan perkara ini dan Komnas Perlindungan Anak akan menjadi sebagai pelapor dan memberikan bukti-bukti termasuk rekaman dan sebagainya," jelas Aris.

Untuk diketahui, saat ini kasus tersebut masih bergulir di Polda Jawa Tengah. Rencananya dalam waktu dekat, Syekh Puji akan dipanggil pihak penyidik untuk dimintai keterangan lebih lanjut.[]