Rahmah

Niat Salat Ghaib Bagi Jenazah Laki-laki, Perempuan, dan Banyak Orang

Niat Salat ghaib berbeda-beda, bagi jenazah laki-laki, perempuan, dan banyak orang.

Niat Salat Ghaib Bagi Jenazah Laki-laki, Perempuan, dan Banyak Orang
Sejumlah warga melaksanakan salat. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Salat ghaib adalah salat yang dilakukan untuk orang yang sudah wafat namun tidak dalam satu tempat. Misalnya, karena jarak yang jauh atau karena jenazah yang hilang atau sebab-sebab lainnya.

Hukum melakukan salat ghaib adalah Fardu Kifayah, yang jika telah ada satu orang saja yang melakukannya, maka gugurlah kewajiban orang yang lainnya. Di bawah ini niat salat ghaib untuk jenazah laki-laki dan perempuan.

Artinya, salat ghaib dapat diklasifikasi tergantung jenis kelamin, yakni tergantung dari jumlah jenazah dan status mushalli-nya apakah menjadi imam, makmum, atau salat sendiri. Dikutip dari NU Online, Apabila jenazahnya laki-laki maka lafal niatnya seperti berikut:

baca juga:

أُصَلِّي عَلَى مَيِّتِ (فُلَانِ) الْغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا/مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى  

Ushallî ‘alâ mayyiti (fulân) al-ghâ-ibi arba’a takbîrâtin fardhal kifayâti imâman/ma’mûman lillâhi ta’âlâ.   

Artinya: "Saya menyalati jenazah ‘Si Fulan (sebutkan namanya)’ yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifâyah sebagai imam/makmum karena Allah ta’âlâ.”   

Apabila jenazahnya perempuan, maka lafal niat yang dibaca seperti ini:

أُصَلِّي عَلَى مَيِّتَةِ (فُلَانَةٍ) الْغَائِبَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ  فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا/مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى   

Ushalli ‘ala mayyitati 'fulanah’ al-ghaibati arba’a takbiratin fardhal kifayâti imaman/ma’muman lillahi ta’ala.   

Artinya, “Saya menyalati jenazah ‘Si Fulanah (sebutkan namanya)’ yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifâyah sebagai imam/makmum karena Allah ta’âlâ.”   

Kemudian jika ditemui jenazah yang banyak, seperti korban bencana alam yang menimpa satu desa, maka lafal niatnya adalah