Rahmah

Niat Ketemu Mau Balas Olok-olokan Abu Nawas, Eh Malah Jadi Ajang Silaturahmi, Kisahnya Begini

Dikisahkan, kala itu Abu Nawas telah memberikan umpatan kepada Ismail bin Sahl dengan menggunakan sebuah puisi atau syair.


Niat Ketemu Mau Balas Olok-olokan Abu Nawas, Eh Malah Jadi Ajang Silaturahmi, Kisahnya Begini
Ilustrasi Abu Nawas (Republika)

AKURAT.CO  Abu Nawas merupakan orang Persia yang dilahirkan pada tahun 750 Masehi di Ahwaz. Saat memasuki usia dewasa, Abu Nawas banyak belajar ilmu agama, bahasa Arab serta bersahabat orang Badui padang pasir. 

Karena wawasannya yang mempuni serta jaringan pertemanannya yang luas, Abu Nawas menjadi mahir berbahasa Arab dan adat banyak mengetahui tentang adat istiadat orang Arab. Tak hanya itu, sosok Abu Nawas juga dikenal sebagai budayawan yang pandai bersyair dan bernyanyi.

Dikisahkan, kala itu Abu Nawas telah memberikan umpatan kepada Ismail bin Sahl dengan menggunakan sebuah puisi atau syair. Namun Salim Samsuddin dalam Abu Nuwas Fi Nawadirihi Wa Ba'dzu Oasaaidihi tidak memberi penjelasan siapa Ismail bin Sahl itu. Intinya pada saat itu, Ismail bin Sahl menjadi objek hinaan Abu Nawas. 

Puisi Abu Nawas tersebut berisi tentang roti. Kira-kira begini redaksi puisinya, 

خُبْزُ إسْمَاعِيْل كَالْوَشْ * يِ إذا مَا انْشَقَّ يَرْقَا

"Roti Ismail bin Sahl tak ubahnya sebuah tipu daya, ketika engkau membelahnya roti itu tipis sekali" 

Jika dipikir-pikir, puisi Abu Nawas ini sangatlah aneh. Abu Nawas begitu niatnya ingin menyerang Ismail bin Sahl hanya dengan sebuah syair roti. 

Hingga pada suatu ketika, karena ada urusan, Abu Nawas harus menemui Ismail bin Sahl. Seperti tak mau membuang-buang kesempatan, Ismail bin Sahl pun bersiap untuk membalas olok-olokan dari Abu Nawas itu.

Ketika sudah berhadapan, Ismail bin Sahl membuka percakapan, "Wahai Abu Nawas, berani sekali kau menemuiku,"

"Dengan wajah apa engkau berani menghadapku?" tambah Ismail bin Sahl. 

Abu Nawas yang dari tadi hanya terdiam, lantas berkata: 

يا إسمماعيل، جِئْتُكَ بِالْوَجْهِ اَلَّذِيْ أَلْقَى بِهِ رَبِّي، فَإنَّ ذُنُوْبِي إلَيْهِ أكْثَرُ مِنْ ذَنْبِي مَعَكَ

"Wahai Ismail bin Sahl, aku menghadapmu dengan wajah sebagaimana aku bertemu dengan Tuhan, dosaku kepada-Nya jauh lebih banyak, jika dibandingkan dosa yang kuperbuat kepadamu" ucap Abu Nawas dengan kalem dan rendah hati." 

Mendengar ucapan Abu Nawas yang begitu kalem dan rendah hati itu membuat Ismail bin Sahl terkagum. Tujuan Ismail bin Sahl yang ingin membalas olok-olokan Abu Nawas pun sirna seketika. Akhirnya pertemuan antara Abu Nawas dan Ismail bin Sahl menjadi ajang berdamai dan saling bermaaf-maafan satu dengan yang lain.[]