News

Ngotot Jual Saham Bir di Delta, Wagub DKI: Kalau Dilepas Kita Dapat Uang

Pemprov DKI minta restu DPRD DKI jual saham di PT Delta Djakarta Tbk.


Ngotot Jual Saham Bir di Delta, Wagub DKI: Kalau Dilepas Kita Dapat Uang
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) memberikan keterangan kepada awak media di kantornya di Balai Kota DKI Jakarta Rabu (3/3/2021).

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku pihaknya masih menegosiasi DPRD supaya mendapat restu menjual saham milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di PT Delta Djakarta Tbk.

Ariza mengaku, pilihan melepas saham di perusahaan di PT Delta Djakarta tidak membuat Pemerintah rugi dan kehilangan pemasukan. Kata dia, justru dengan melepas saham tersebut ke pasaran, DKI justru mendapatkan dana tambahan.

“Kalau lepas (saham)  itu kan kita dapat uang masuk. Itu kan ada pemasukan tambahan,” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (3/3/2021).

baca juga:

Dipertegas mengenai besaran dividen yang diperoleh Pemerintah Provinsi DKI dari hasil saham di perusahan itu, Ariza mengaku tak mengetahui secara persis. Namun yang jelas pembagian dividen berdasarkan keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan pada 26 Agustus 2020 lalu, DKI mendapat bagian Rp81,9 miliar dari dividen sebanyak Rp312,25 miliar atas kinerja laba tahun buku 2019. 

“Berapa persen per tahun dari devidennya, saya tidak hafal,” tuturnya.

Kisruh penjualan saham DKI Jakarta di PT Delta Djakarta ini sebetulnya sudah terjadi sejak 2019 lalu. Namun hingga kini saham itu tak kunjung terjual lantaran sebagian pimpinan DPRD DKI Jakarta tak rela aset itu dijual. Salah satunya adalah Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi yang hingga kini masih ngotot mempertahankan saham tersebut dengan berbagai alasan.

“Ya nanti kita diskusikan bersama teman-teman DPRD. Bisa (hasil penjualan) digunakan untuk Covid-19. Bisa untuk pendidikan, bisa investasikan lagi ditempat lain,” tuturnya.

Ariza kemudian memberikan alasan pihaknya begitu ngotot menjual saham tersebut. Dia mengatakan hal ini sebagai upaya memenuhi janji kampanye Anies Baswedan pada Pilkada 2017 lalu. Ariza khawatir masyarakat Ibu Kota menagih janji-janji tersebut.

“Ini kan menjadi janji daripada Anies -Sandi. Setiap pemimpin memiliki janji kampanye. Ketika terpilih berarti yang terpilih harus memenuhi janjinya. Kemudian masyarakat kan menagih janji,” tuntasnya.[]

Yohanes Antonius

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first