News

Ngeri! Tanah Longsor Timpa Kendaraan yang Lewat di Kolombia, 27 Orang Tewas Terkubur

Ngeri! Tanah Longsor Timpa Kendaraan yang Lewat di Kolombia, 27 Orang Tewas Terkubur
Unit Nasional Bidang Manajemen Risiko Bencana (UNGRD) Kolombia telah mengerahkan ekskavator, truk, dan alat berat lainnya untuk membersihkan tanah longsor dan mengevakuasi korban di Pueblo Rico, Risaralda. (REUTERS)

AKURAT.CO Tanah longsor akibat hujan menerjang sebuah bus dan kendaraan lain yang melintas di provinsi Risaralda, Kolombia barat laut. Akibatnya, sedikitnya 27 orang tewas terkubur pada Minggu (4/12).

"Dengan berat hati, saya terpaksa mengumumkan sejauh ini 27 orang, termasuk 3 anak di bawah umur, telah kehilangan nyawa dalam tragedi di Pueblo Rico, Risaralda," tulis Presiden Kolombia Gustavo Petro di Twitter pada Senin (5/12), dilansir dari Al Jazeera.

Petro pun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban. Ia juga menjanjikan dukungan komprehensif untuk mereka dari pemerintah nasional.

baca juga:

Wilayah tersebut memang tengah dilanda cuaca ekstrem akibat La Nina untuk tahun ke-3 berturut-turut. Pola iklim ini menyebabkan air di Samudra Pasifik mendingin, sehingga mengakibatkan curah hujan tinggi di pegunungan Andes.

Kendaraan-kendaraan itu terkubur pada Minggu (4/12) saat melaju antara desa Pueblo Rico dan Santa Cecilia. Sementara itu, bus sedang dalam perjalanan dari Cali, kota terbesar ke-3 di Kolombia, menuju Condoto dengan mengangkut sekitar 25 penumpang.

Seorang penyintas mengungkapkan bahwa sopir bus berhasil menghindari bagian longsor terparah.

"Saat yang jatuh masih sebagian, bus sedikit mundur dari situ. Ketika sopir bus sedang mundur, semuanya runtuh," ucap Andres Ibarguen.

Ngeri Tanah Longsor Timpa Kendaraan yang Lewat di Kolombia, 27 Orang Tewas Terkubur - Foto 1
REUTERS

Unit Nasional Bidang Manajemen Risiko Bencana (UNGRD) Kolombia telah mengerahkan ekskavator, truk, dan alat berat lainnya untuk membersihkan tanah longsor. Lebih dari 70 petugas pencarian dan penyelamatan berada di lokasi untuk menemukan korban selamat.

"Lima orang yang terluka dalam insiden ini telah dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat," terang UNGRD.

Mayat yang telah dievakuasi dari tanah longsor dipindahkan ke stadion olahraga tertutup di Pueblo Rico, menurut Wali Kota Leonardo Fabio Siagama.

Petro memperingatkan Kolombia tengah dilanda musim hujan terburuk dalam 40 tahun. Banjir dan hujan lebat pun diperkirakan akan terus berlanjut hingga 2023.

Bulan lalu, pemerintah Kolombia menetapkan status keadaan darurat agar bisa mengucurkan dana sekitar USD 433,8 juta (Rp6,7 triliun) untuk mengatasi krisis. Bank Dunia juga mengumumkan pada 1 Desember telah mengucurkan USD 300 juta (Rp4,6 triliun) untuk Bogota guna membantu tanggap darurat.

Kebijakan ini diputuskan Bank Dunia karena La Nina yang menyebabkan banjir, tanah longsor, hujan deras, banjir bandang, angin kencang, dan badai petir mengancam kerusakan panen, merugikan pasokan pangan, dan kenaikan harga.

"Keadaan darurat lingkungan ini terutama berdampak pada golongan paling rentan," pungkas Mark R Thomas, direktur Bank Dunia untuk Kolombia, Meksiko, dan Venezuela. []