News

Ngeri! Sudah Dikremasi, Pria India ini Tiba-tiba Pulang ke Rumah

Pria India pulang setelah dikremasi


Ngeri! Sudah Dikremasi, Pria India ini Tiba-tiba Pulang ke Rumah
Ilustrasi Mayat (Istimewa)

AKURAT.CO, Pria berusia 40 tahun yang sebelumnya telah dinyatakan meninggal tiba-tiba pulang ke rumah. Mengejutkannya lagi, keluarganya bahkan sudah mengkremasi pria yang diidentifikasi bernama Omkar Lal Gadulia itu.

Sebelumnya, Gadulia, pecandu miras, dirawat di rumah sakit RK di daerah Udaipur akibat masalah hati pada 11 Mei lalu. Di hari yang sama, pria bernama Goverdhan Prajapat juga dibawa ke rumah sakit tersebut, tetapi meninggal dalam perjalanan ambulans.

Pada 15 Mei, foto-foto mayat Prajapat diedarkan oleh pihak berwenang, lantaran diketahui jenazah tersebut tergeletak tanpa klaim di kamar mayat selama tiga hari. Selain itu, mayat Prajapat juga dikatakan telah membusuk.

"Kami telah mendapat surat dari pihak rumah sakit bahwa sesosok mayat tergeletak tidak diklaim di kamar mayat selama tiga hari. Kami kemudian mengedarkan foto-foto pria yang meninggal dari berbagai sisi untuk mengidentifikasi mayatnya," kata Mapolsek Kankroli SHO Yogendra Vyas kepada PTI dilansir dari India.com.

Tak lama, lusinan orang datang ke rumah sakit untuk mengidentifikasi jenazah, salah satunya adalah keluarga Gadulia.

Karena memiliki bekas luka yang sama di tangan kanan, keluarga Gadulia lantas mengira mayat tersebut adalah Gadulia. Oleh sebab itu, mereka langsung membawanya pulang. Polisi pun langsung menyerahkan mayat tersebut tanpa melakukan pemeriksaan post-mortem dan DNA. Diketahui, tes DNA dan post-mortem oleh dewan medis dilakukan ketika mayat itu tidak diketahui identitasnya.

Setelah dilakukan upacara hingga kremasi, seminggu kemudian, yakni pada 23 Mei, Gadulia tiba-tiba pulang ke rumah. Akibat hal itu, polisi langsung melakukan identifikasi mayat yang telah dikremasi oleh keluarga Gaduli, yang akhirnya diketahui sebagai jenazah Goverdhan Prajapat.

Sementara, pihak rumah sakit mengaku bahwa insiden tersebut akibat kelalaian serta kurangnya koordinasi dari staf perawat dan kamar mayat. []