Lifestyle

Ngeri! Stres Bisa Bunuh Imun Tubuh di Tengah Pandemi Covid-19

Stres adalah reaksi tubuh ketika seseorang menghadapi tekanan, ancaman atau suatu perubahan. Menurut riset, 99 persen penyakit muncul karena stres.


Ngeri! Stres Bisa Bunuh Imun Tubuh di Tengah Pandemi Covid-19
Ilustrasi orang yang sedang stres (BOLDSKY.COM)

AKURAT.CO, Stres adalah reaksi tubuh ketika kamu menghadapi tekanan, ancaman atau suatu perubahan. Seseorang biasanya mengalami stres ketika tuntutan yang diberikan padanya lebih besar dari kemampuannya untuk mengatasi. Stres bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak sampai orang tua.

Pada situasi serba tak pasti seperti saat ini, stres bukan lagi barang langka. Berbagai informasi mengenai Covid-19 ditambah tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi, membuat seseorang rentan terhadap mengalaminya.

Ketika pikiran dipenuhi oleh hal-hal yang negatif dari luar dan dalam diri, lambat laun itu akan memunculkan stres yang akhirnya malah mengacaukan apa yang sedang dijalani. Menurut riset, 99 persen penyakit muncul karena pikiran dan akibat stres. Parahnya lagi, stres itu termasuk dalam penyakit pikiran yang berakibat pada penurunan sistem imun atau daya tahan tubuh terhadap virus atau bakteri.

Sebab, stres pada seorang akan otomatis mengubah cara kerja sistem imun. Stres juga bisa menurunkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit berupa menurunnya sel-sel seperti sel T yang bertugas untuk melawan penyakit dan sulit sembuh. Bahkan, stres yang sudah berlebihan atau berjalan sangat lama, akan membuat tubuh letih dan akhirnya melemahkan penyediaan hormon adrenalin serta menurunkan sistem imun.

Studi para ahli dari Ohio State University, misalnya, menunjukkan bahwa stres psikologis yang berjalan lama mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dengan mengganggu komunikasi antara sistem saraf, endokrin (hormon) sistem, dan sistem kekebalan tubuh. Apabila ketiga sistem sulit "berbicara" satu sama lain menggunakan pesan-pesan kimiawi alami, maka koordinasi yang erat untuk efektif melawan penyakit akan terganggu.

Tim peneliti dari Ohio State ini juga berspekulasi bahwa stres jangka panjang menyebabkan tubuh mengeluarkan hormon stres, terutama glukokortikoid dalam jangka panjang. Hormon glukokortikoid mempengaruhi timus yang menjadi tempat limfosit (sel T) diproduksi serta menghambat produksi sitokin dan interleukin, yang merangsang dan mengkoordinasikan aktivitas sel darah putih sebagai pertahanan tubuh terakhir.

Selain itu, ada laporan dari penelitian lain mengatakan bahwa Aktivitas sel T yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh, telah ditemukan lebih rendah pada pasien depresi dibandingkan dengan pasien tanpa depresi. Serta pada pria yang berpisah atau bercerai dibandingkan dengan laki-laki yang sudah menikah.

Tak hanya itu, sebuah penelitian mengatakan bahwa berlalunya badai Andrew di Florida, orang-orang yang tinggal di lingkungan yang paling rusak berat menunjukkan berkurangnya aktivitas di beberapa pengukuran sistem kekebalan tubuh. Hasil serupa ditemukan dalam studi karyawan rumah sakit setelah gempa bumi di Los Angeles.

Oleh karena itu, stres yang dibiarkan berkepanjangan bisa menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan seperti penyakit jantung, masalah berat badan, depresi, kanker dan gangguan imun atau autoimun. Bila stres sudah memengaruhi kesehatan organ dalam, psikiater juga bisa merekomendasikan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan laboratorium atau rekam jantung.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi stres atau stres berjangka panjang, antara lain:

Pergi ke tempat yang tenang

Mencari tempat yang tenang adalah langkah pertama yang baik terhadap efek stres . Cara ini cukup efektif membantu dalam menghadapi stres yang sedang dirasakan dan menjaga pikiran tetap sehat.

Cari tahu penyebab stres

Langkah ini sedikit lebih individual dan perlu ditelusuri secara mendalam lewat diri sendiri. Memang, stres dapat membuat seseorang yang mengalaminya mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah. Namun, ketika seseorang yang mengalaminya sudah berada dalam posisi yang lebih tenang, penyebab stres dan solusinya akan lebih mudah diketahui.

Cari kegiatan rutin yang sesuai hobi

Bagian penting lainnya dari manajemen stres adalah memiliki beberapa kegiatan rutin yang bisa membantu menghadapi penyebab stres. Daripada terus-menerus memikirkan sesuatu yang membebani pikiran, temukan kegiatan yang mampu menghilangkan kondisi tersebut.

Beberapa kebiasaan rutin ini termasuk meditasi, olahraga, konsumsi makanan sehat, hingga melakukan hobi positif. Dengan begitu, stres yang muncul dapat berkurang karena adanya kegiatan rutin tersebut.

Hubungi juga dokter atau psikolog, supaya stres yang dialami bisa diatasi dengan baik, jika kamu tak bisa menemukan penyebab stres dan cara mengatasi stres.[]