News

Ngeri! Politikus PDIP Ragukan Motif Utama Anies Ubah Nama Jalan

Gembong Warsono memastikan ada motif politik pribadi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di balik pergantian nama sejumlah ruas jalan di Jakarta.


Ngeri! Politikus PDIP Ragukan Motif Utama Anies Ubah Nama Jalan
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono (AKURAT.CO/Arief Munandar)

AKURAT.CO Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono memastikan ada motif politik pribadi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di balik pergantian nama sejumlah ruas jalan di Jakarta. 

Dia mengaku ragu dengan alasan Pemprov DKI yang menyebut penghormatan terhadap pahlawan Betawi sebagai alasan utama perubahan nama jalan itu.

Bagi dia, perubahan nama sejumlah ruas jalan itu dominan dilatari kepentingan politik Anies Baswedan. 

baca juga:

"Sudah pasti ada motif politik. Minimal kan Pak Anies setiap hari jadi perbandingan di tengah-tengah masyarakat. Itu minimal setiap hari jadi pergunjingan publik," ungkapnya saat dihubungi AKURAT.CO, Rabu (6/7/2022).

Perubahan nama sejumlah ruas jalan di Jakarta itu, kata dia, tutrut mengerek perbincangan masyarakat mengenai sosok Anies Baswedan. Sentimen apapun yang mengiringi perbincangan publik tersebut, tetap saja Anies Baswedan diuntungkan. 

"Yang pasti Pak Anies setiap hari akan dibicarakan di tengah masyarakat khususnya di daerah-daerah yang terdampak akibat kebijakan perubahan nama jalan itu," katanya. 

Alasan Anies menghormati pahlawan dari berbagai bidang pengabdian di Jakarta itu, kata dia, juga tak bisa diterima begitu saja. Sebab, kata Gembong, ada banyak cara lain yang bisa digunakan untuk menghormati jasa para pahlawan dari tanah Betawi ini. 

"Apakah motifnya semata-mata memberikan penghargaan kepada para pejuang, para seniman, para tokoh Betawi Apakah hanya itu? Kalau itu, ya kan jawabannya gampang. Masih ada cara lain yang bisa kita tempuh, kita berikan kepada para tokoh Betawi para tokoh pejuang Betawi seniman Betawi yang jauh lebih baik dibandingkan itu," ungkapnya.

Dia juga mengaku tak memercayai alasan memberi penghormatan sebagai alasan utama pergantian nama jalan tersebut. Dia menegaskan, alasan itu hanyalah alasan untuk mengenal publik.

"Saya sangat ragu kalau motif itu menjadi motif utama," ujarnya. []