News

Ngeri, Lonjakan Kasus COVID-19 Bikin Shelter Rusunawa Gemawang di Sleman Terisi Sesak

Salah satu Fasilitas Kesehatan Darurat COVID-19 (FKDC) saat ini mengalami kelebihan beban.


Ngeri, Lonjakan Kasus COVID-19 Bikin Shelter Rusunawa Gemawang di Sleman Terisi Sesak
Rusunawa UII mulai beroperasi 15 Juni 2021. (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman, DIY mengalami peningkatan signifikan selama sepekan terakhir. Bahkan, salah satu Fasilitas Kesehatan Darurat COVID-19 (FKDC) saat ini mengalami kelebihan beban.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo menuturkan, pihaknya telah memprediksi kenaikan kasus COVID-19 pasca libur Lebaran. Peningkatan pesat, katanya, terjadi di minggu ke-4 setelah masa liburan berakhir.

"Libur itu akan terjadi peningkatan. Sampai tiga minggu alhamdulillah belum terlalu signifikan peningkatannya tapi mulai minggu ke empat setelah lebaran malah naik tinggi sekali," kata Joko di FKDC Rusunawa UII, Ngemplak, Sleman, Senin (14/6/2021).

Joko berujar, sepekan kemarin kasus di Sleman mencapai sekitar 700. Bahkan lebih seiring diumumkannya klaster-klaster penularan baru, seperti salah satunya peristiwa penularan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta, Pakem, yang sampai 250 kasus lebih.

"Bahkan kemarin ditambah klaster baru itu mungkin di atas seribu dalam satu minggu terakhir," sambungnya.

Imbasnya, FKDC atau shelter yang dipakai menampung pasien tanpa atau dengan gejala ringan kini mulai sesak terisi. Rusunawa Gemawang, lanjut Joko, kini bahkan terisi melebihi kapasitasnya. 

"Rusunawa Gemawang itu kapasitas (pasien) 72 orang, sekarang terisi 75. Asrama Haji sudah 60 persen," papar Joko.

Solusinya, Pemkab Sleman kini menggandeng UII dan meminjam asrama mahasiswa kampus tersebut. Menjadikannya sebagai FKDC baru dengan daya tampung 72 pasien.

Kata Joko, FKDC Rusunawa UII dimaksudkan agar penanganan pasien Covid-19 bergejala ringan tidak terpusat di suatu wilayah Sleman saja. "Karena di (wilayah Sleman) utara ini juga potensi terjadi penularan tinggi Maka keberadaan shelter UII ini sangat membantu," sambung dia. 

Pada kesempatan sama Rektor UII Fathul Wahid mengatakan, Rusunawa UII akan mulai beroperasi pada 15 Juni 2021 besok. Shelter dipergunakan untuk mengakomodasi pasien tak bergejala juga dan mereka tidak dipungut biaya selama menjalani masa isolasi.

"Mekanisme untuk tinggal nanti melalui surat pengantar dari Puskesmas untuk selanjutnya akan dilakukan screening ulang setibanya di shelter," imbuh Fathul. []