News

Ngeri! Gedung 10 Lantai di Iran Ambruk, 6 Orang Tewas dan Puluhan Lainnya Terjebak Reruntuhan

Meski baru setengah jadi, lantai bawah kantor Metropol, Abadan, telah dibuka untuk umum, sementara proyek konstruksi berlanjut di lantai atasnya.


Ngeri! Gedung 10 Lantai di Iran Ambruk, 6 Orang Tewas dan Puluhan Lainnya Terjebak Reruntuhan
Sebagian besar korban yang terjebak tengah berbelanja di lantai dasar salah satu bagian bangunan kantor Metropol yang sudah jadi. (BBC)

AKURAT.CO, Sebuah bangunan setengah jadi di barat daya Iran ambruk pada Senin (23/5). Akibatnya, 6 orang tewas dan puluhan lainnya terjebak reruntuhan.

Dilansir dari BBC, tim penyelamat Bulan Sabit Merah Iran telah mengeluarkan 32 orang hidup-hidup dari puing-puing bangunan kantor Metropol 10 lantai di Abadan. Fotonya menunjukkan lantai beton dan balok baja jatuh menimpa jalan di bawahnya dan menghancurkan sejumlah mobil.

Otoritas mengaku sedang menyelidiki penyebab insiden ini. Menurut Jaksa Hamid Maranipour, pemilik Metropol dan kontraktor bangunan telah ditangkap.

baca juga:

Kantor berita Irna melaporkan kalau bangunan itu terletak di jalan komersial tersibuk Abadan. Lantai bawahnya bahkan telah dibuka selama beberapa hari, sementara proyek konstruksi berlanjut di atasnya.

Menurut saksi mata, insiden ini terjadi seketika sekitar pukul 12.40 waktu setempat.

"Awalnya saya pikir itu gempa bumi," ungkap Ahmad, seorang pemilik toko.

Bulan Sabit Merah Iran bergegas menerjunkan 17 tim penyelamat dari Abadan dan kota-kota tetangga menuju lokasi kejadian bersama belaasan ambulans. Awalnya, dikhawatirkan setidaknya 80 orang terjebak reruntuhan. Namun, setelah beberapa jam penyelamat menurunkan jumlah korban yang belum ditemukan menjadi 'puluhan' orang.

Menurut Kantor berita Mehr, sebagian besar dari mereka yang terjebak tengah berbelanja di lantai dasar salah satu bagian bangunan yang sudah jadi.

Kemudian, sore harinya, warga yang marah turun ke jalan untuk memprotes tindakan pemerintah setempat.

"Hari ini menjadi hari berkabung untuk Abadan yang malang," seru mereka berdasarkan sebuah video.

Video lainnya menunjukkan massa berlari mengejar Wali Kota Hossein Hamidpour di dekat lokasi reruntuhan. []