News

Ngeri! Gas Beracun Meledak di Yordania, 13 Tewas dan Ratusan Luka

Setelah beberapa jam pasca kebocoran, Menteri Negara Urusan Media Faisal Shboul menyatakan tidak ada lagi risiko bagi kota dan penduduknya.


Ngeri! Gas Beracun Meledak di Yordania, 13 Tewas dan Ratusan Luka
Video yang disiarkan oleh TV AlMamlaka milik negara menunjukkan dermaga diliputi oleh awan gas berwarna kuning cerah (ALMAMLAKA TV)

AKURAT.CO  Setidaknya 13 orang dikonfirmasi tewas, dan lebih dari 260 lainnya terluka dalam insiden kebocoran gas klorin beracun di Yordania.

Media pemerintah, TV AlMamlaka mengungkap laporan itu, menyebut kebocoran terjadi pada Senin (27/6) pukul 15.15 waktu setempat, di pelabuhan Aqaba di Laut Merah Yordania. Pada hari itu, terjadi kerusakan derek, kata pihak berwenang. Hal ini membuat kabel yang mengangkat tangki putus, menyebabkan wadah jatuh. 

Kronologi itu juga telah dikonfirmasi wakil direktur pelabuhan Aqaba, menyebut bahwa  tali besi yang membawa peti kemas putus saat sedang dimuat ke kapal. Sementara diketahui, wadah itu berisi antara 25-30 ton klorin dan sedang diekspor ke Djibouti.

baca juga:

Detik-detik jatuhnya tangki beracun terekam dalam kamera CCTV, menunjukkan kontainer diangkat ke udara dan kemudian jatuh ke kapal dan meledak.

Segera setelahnya, awan besar berwarna kuning cerah menyebar di tanah, membuat orang panik, berlarian mencari keselamatan.

Otoritas kesehatan kota Aqaba sempat menyarankan penduduk untuk menutup jendela dan tinggal di dalam rumah. Pantai selatan Aqaba, yang hanya berjarak 7 km dari lokasi dan merupakan tujuan wisata populer, juga dievakuasi sebagai tindakan pencegahan, lapor kantor berita AFP.

Pada Senin malamnya, media pemerintah mengatakan 123 dari yang terluka masih dirawat di rumah sakit karena paparan bahan kimia. Beberapa dilaporkan dalam kondisi kritis. Sementara delapan dari mereka yang tewas adalah warga Yordania, dengan korban yang tersisa berasal dari berbagai negara.

Ngeri Gas Klorin Kuning Beracun Meledak di Yordania, 13 Tewas, Ratusan Luka - Foto 2
 Keamanan Publik Yordania via CNN

Klorin merupakan bahan kimia yang biasa digunakan dalam industri dan produk pembersih rumah tangga. Pada suhu kamar dan tekanan normal, zat kimia ini berwujud gas berwarna kuning-hijau. Gas klorin pun biasanya diberi tekanan dan didinginkan untuk mengubahnya menjadi cairan, sehingga bisa disimpan dan dikirim.

Ketika klorin terhirup, tertelan, atau bersentuhan dengan kulit, ia akan bereaksi dengan air untuk menghasilkan asam yang merusak sel-sel dalam tubuh. Menghirup klorin tingkat tinggi bisa menyebabkan cairan menumpuk di paru-paru, sebuah kondisi mengancam jiwa yang dikenal sebagai edema paru, menurut BBC.

Setelah beberapa jam pasca kebocoran, Menteri Negara Urusan Media Faisal Shboul menyatakan tidak ada lagi risiko bagi kota dan penduduknya.

Sementara itu, Departemen Pertahanan Sipil telah mengirim tim spesialis ke pelabuhan untuk menangani kebocoran dan operasi pembersihan.

Perdana Menteri Bisher al-Khasawneh dilaporkan telah terbang ke Aqaba dan mengunjungi rumah sakit yang merawat para korban yang terluka.

Al-Khasawneh menyebut kecelakaan itu sebagai 'tragedi yang disesalkan', dan memerintahkan Menteri Dalam Negeri Mazen Faraya untuk mengawasi penyelidikan yang transparan dan upaya pencegahan terkait dengan bahan berbahaya.[]