News

Ngeri! Bangunan 4 Lantai di India Ambruk Diterpa Hujan, 19 Orang Tewas

Ambruknya bangunan biasa terjadi selama periode hujan monsun karena bangunan tua dan reyot akan tergerus hujan berhari-hari.


Ngeri! Bangunan 4 Lantai di India Ambruk Diterpa Hujan, 19 Orang Tewas
Hujan deras menghambat operasi saat tim penyelamat memindahkan lempengan beton dan menyibak lumpur serta reruntuhan untuk mencari korban selamat. (AFP)

AKURAT.CO Hujan monsun menyebabkan sebuah bangunan 4 lantai di megalopolis Mumbai, India, ambruk. Sedikitnya 19 orang tewas dalam tragedi ini, menurut otoritas pada Selasa (28/6).

Dilansir dari AFP, terletak di sebelah daerah kumuh di distrik pusat kota, bangunan itu ambruk pada Senin (27/6) menjelang tengah malam. Sebanyak 14 orang telah diselamatkan pada Selasa (28/6) malam, tetapi petugas darurat menemukan 19 mayat tertimbun reruntuhan.

"Operasi pencarian dan evakuasi terus berlanjut," kata juru bicara Pasukan Tanggap Bencana Nasional kepada AFP.

baca juga:

Setidaknya 6 dari korban tewas berusia 18-21 tahun.

Hujan deras menghambat operasi saat tim penyelamat memindahkan lempengan beton dan menyibak lumpur serta reruntuhan untuk mencari korban selamat.

Seorang wanita yang diyakini sebagai saudari salah satu korban terlihat meratap dan menangis saat sesosok mayat digotong ke ambulans.

Hujan monsun dari Juni hingga September sangat penting untuk mengisi kembali sungai dan air tanah di India. Namun, banjir juga menyebabkan kerusakan yang meluas.

Ambruknya bangunan biasa terjadi selama periode ini. Pasalnya, bangunan tua dan reyot akan tergerus hujan berhari-hari. Menteri Negara Bagian Maharashtra Aaditya Thackeray mendesak warga untuk mengevakuasi gedung-gedung serupa yang 'rusak'.

"Saya berdoa semoga masyarakat mendengarkan otoritas sipil dan beralih ke lokasi alternatif untuk menghindari bencana tragis seperti ini," kata Thackeray saat mengunjungi tempat kejadian.

Negara bagian barat Maharashtra, dengan Mumbai sebagai ibu kotanya, dilanda bencana parah tahun lalu. Saat itu, banjir dan tanah longsor yang dipicu musim hujan menewaskan 200 orang dan memaksa seperempat juta orang mengungsi dari rumah mereka.[]