Ekonomi

Ngeri! Angka Pengangguran China Naik 6,1 Persen, Penjualan Ritel Anjlok 11,1 Persen

Pada saat yang sama, produksi industri turun 2,9 persen, terbesar sejak Februari 2020 dan menandai pembalikan dari kenaikan 5 persen di bulan Maret.


Ngeri! Angka Pengangguran China Naik 6,1 Persen, Penjualan Ritel Anjlok 11,1 Persen
China menargetkan untuk menjaga angka pengangguran di bawah 5,5 persen untuk tahun ini secara keseluruhan. (REUTERS)

AKURAT.CO, Angka pengangguran China naik menjadi 6,1 persen pada April, level tertinggi sejak puncak 6,2 persen pada awal pandemi Covid-19 pada Februari 2020. Ini terjadi ketika lockdown yang meluas menyebabkan perlambatan tajam dalam aktivitas di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. Data resmi ini juga menunjukkan retail dan manufaktur terpukul keras, dilansir dari BBC.

Lockdown total maupun sebagian diberlakukan di puluhan kota pada bulan Maret dan April, termasuk penutupan pusat komersial Shanghai yang cukup lama. Perdana Menteri China Li Keqiang baru-baru ini menyebut situasi ketenagakerjaan negara itu rumit dan suram usai wabah terburuk sejak 2020.

Meski begitu, pemerintah menargetkan untuk menjaga angka pengangguran di bawah 5,5 persen untuk tahun ini secara keseluruhan.

baca juga:

Bertambahnya pengangguran terjadi karena lockdown berdampak pada ekonomi China. Penjualan ritel mengalami kontraksi terbesar sejak Maret 2020 lantaran menyusut 11,1 persen pada April dari tahun sebelumnya, menurut Biro Statistik Nasional China.

Ini jauh lebih buruk daripada penurunan 3,5 persen di bulan Maret dan meleset dari ekspektasi para ekonom pada angka 6,1 persen.

Pada saat yang sama, produksi industri turun 2,9 persen dari tahun sebelumnya karena upaya penghentian penyebaran virus corona berdampak besar pada rantai pasokan. Itu menjadi penurunan terbesar sejak Februari 2020 dan menandai pembalikan dari kenaikan 5 persen di bulan Maret.

Di sisi lain, Shanghai menetapkan rencana pada Senin (16/5) untuk mengembalikan kehidupan yang lebih normal mulai awal bulan depan. Kota itu juga akan mengakhiri lockdown yang telah berlangsung lebih dari 6 pekan dan berkontribusi pada perlambatan tajam ekonomi China.

Menurut Wakil Wali Kota Zong Ming, pembukaan kembali pusat keuangan, manufaktur, dan perdagangan akan dilakukan secara bertahap. Jadi, pembatasan pergerakan sebagian besar tetap berlaku hingga 21 Mei untuk mencegah lonjakan infeksi sebelum pelonggaran bertahap. []