News

Ngeri! Aliran Lava Terjang Pemukiman Spanyol, Ratusan Rumah Tenggelam dalam 'Lautan Api'

Secara keseluruhan, letusan telah menghancurkan sekitar 100 rumah di desa-desa dekat Cumbre Vieja.


Ngeri! Aliran Lava Terjang Pemukiman Spanyol, Ratusan Rumah Tenggelam dalam 'Lautan Api'
Ribuan orang yang yang tinggal di La Palma terpaksa meninggalkan rumah mereka sejak gunung berapi La Cumbre Vieja meletus pada Minggu (19/9) waktu setempat (Borja Suarez/Reuters)

AKURAT.CO  Letusan gunung berapi di La Palma berhasil memuntahkan aliran lava ke jalan-jalan di daerah berpenduduk di Kepulauan Canary Spanyol. Imbasnya, segala infrastruktur yang dilaluinya hangus dalam lautan api. Ratusan rumah dilaporkan langsung terbakar, dan sekitar 10 ribu orang, termasuk turis sedang dievakuasi dari pulau, menurut laporan terbaru Sky News.

Foto hingga rekaman situasi pemukiman yang dilahap lava itu kini bermunculan di media sosial. Dalam sebuah foto misalnya, lelehan magma keluar dan menerjang pemukiman. Beberapa rumah juga terlihat terbakar. Ada pula foto yang menunjukkan seperti apa yang tampaknya 'pancuran lava' bergerak ke udara. 

Sementara, rekaman memperlihatkan sungai lava bergerak lambat ke arah pemukiman dan terus merobek jalan-jalan yang berasap. Terlihat pula dalam video itu, sejumlah petugas dengan seragam hijau berjaga-jaga di depannya.

Kemudian, ada juga rekaman di media sosial yang menunjukkan lautan lava menyembur dan menyala terang di atas bukit di hari yang gelap. Video lainnya memperlihatkan bagaimana lava bertahap menelan rumah warga hingga memicu kolam besar saat jatuh ke kolam renang.

Sebagaimana diwartakan Livescience hingga Al Jazeera, gunung  berapi yang meletus itu adalah La Cumbre Vieja atau 'The Old Summit'. Gunung ini terakhir meletus pada Oktober 1971.

Cumbre Vieja pertama kali meletus pada Minggu (19/9). Momen meletusnya gunung ini berhasil diabadikan seorang warga. Rekaman itu menunjukkan asap hitam mengepul dari Cumbre Vieja pada pukul 03.36 sore waktu setempat.

Tak lama setelah itu, Pusat Penasihat Abu Vulkanik (VAAC) Toulouse melaporkan bahwa gumpalan abu setinggi seribu meter menjulang di atas permukaan laut. Kemudian terlihat pancuran lava memancar deras dari gunung. 

Gunung itu sempat memicu hingga 4 ribu getaran kecil sebelum akhirnya mengirimkan batuan cair ke pedesaaan di pulau itu. Sejak itu, ribuan warga diminta untuk lari dari rumah mereka dan mengevakuasi diri ke tempat aman. 

Secara keseluruhan, letusan telah menghancurkan sekitar 100 rumah di desa-desa dekat Cumbre Vieja. Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa maupun terluka.

Menurut Presiden Kepulauan Canary, Angel Victor Torres, gunung berapi itu diperkirakan akan tetap aktif hanya 'untuk beberapa hari ke depan'. Namun, beberapa aliran lahar masih menyembur dari lima celah di sisi gunung berapi. Satu aliran lava, berukuran belasan kaki, bahkan dilaporkan melonjak ke sejumlah rumah di kota terdekat El Paso. Di sana, para penduduk juga telah diarahkan untuk mengungsi.

Aliran batuan cair itu tidak mencapai Samudra Atlantik pada Senin malam seperti yang diperkirakan sebelumnya, kata seorang pejabat. Sementara para ahli mengatakan bahwa jika dan ketika lahar mencapai laut, itu bisa memicu lebih banyak ledakan dan awan gas beracun.

Wali Kota El Paso, Sergio Rodriguez juga mengungkap hal serupa di mana jalur lava telah berubah. 

"Lava di jalurnya ke laut agak berubah-ubah dan telah beralih dari jalurnya," kata Rodriguez  kepada penyiar TVE.

Otoritas kelautan telah menetapkan zona eksklusi yang membentang 3,7 kilometer di laut di daerah di mana aliran lava diperkirakan akan tiba. Langkah itu diambil untuk mencegah warga yang berada di kapal menonton dan mengamankan warga dari gas beracun, kata Presiden Dewan Pulau  Canary, Mariano Hernandez.

Hingga Selasa (21/9)  pagi waktu setempat, lava telah menutupi 103 hektar lahan, menurut data dari layanan Manajemen Darurat Copernicus Uni Eropa. Aliran lava awalnya diperkirakan mencapai laut pada Senin malam, tetapi kecepatannya telah berkurang dalam beberapa jam terakhir.

Menurut pihak berwenang, lava diprediksi belum akan sampai ke pantai sebelum Rabu (22/9). 

Para ilmuwan yang memantau lava mengukurnya pada suhu lebih dari seribu derajat celcius, dan percaya bahwa alirannya bisa berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Gunung berapi itu telah memuntahkan antara 8.000 dan 10.500 ton belerang dioksida sehari, menurut Institut Vulkanologi Kepulauan Canary.

Namun, otoritas darurat setempat telah mengatakan bahwa warga tidak perlu takut akan keselamatan mereka jika mereka mengikuti rekomendasi.

Torres, mengatakan wilayah sebagai 'zona bencana' dan mengaku akan meminta bantuan keuangan Uni Eropa untuk membantu pembangunan kembali. Kepala Pemerintahan Pulau Canary itu mengatakan kerusakan akibat bencana ini kemungkinan berjumlah hingga lebih dari 400 juta Euro (Rp6,6 triliun). Angka kerugian, menurut Torres, sudah memenuhi syarat untuk bantuan darurat UE.

Raja Spanyol Felipe VI dan Ratu Letizia dijadwalkan akan mengunjungi daerah yang terkena dampak pada Kamis (23/9) besok.[]