News

Ngeri! 5 Kasus Kecelakaan Mobil Paling Fatal di Dunia, 84 Orang Tewas

Menurut CCD AS, setiap tahun, ada sekitar 1,35 juta orang terbunuh di jalan raya di seluruh dunia.


Ngeri! 5 Kasus Kecelakaan Mobil Paling Fatal di Dunia, 84 Orang Tewas
Gambar hanya untuk ilustrasi (DailyHawker)

AKURAT.CO Kecelakaan maut yang terjadi di Balikpapan pada Jumat (21/1) berhasil menyita perhatian nasional. Rekamannya ramai beredar di media sosial, kecelakaan melibatkan truk tronton dengan belasan mobil dan sepeda motor yang berhenti di lampu lalu lintas Simpang Muara Rapak. Karena kecelakaan beruntun ini, empat orang akhirnya meregang nyawa, dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Hingga kini, polisi masih mendalami insiden maut tersebut, termasuk dari faktor supir hingga kondisi truk yang 'overload'.

Sementara pemeriksaan terus berlanjut, insiden kendaraan angkut darat pada kenyatannya kerap terjadi. Bahkan menurut CCD AS, setiap tahun, ada sekitar 1,35 juta orang terbunuh di jalan raya di seluruh dunia. Setiap hari, hampir 3.700 orang tewas secara global dalam kecelakaan yang melibatkan mobil, bus, sepeda motor, sepeda, truk, atau pejalan kaki, tambah CCD.

baca juga:

Kemudian di antara kecelakaan-kecelakaan fatal yang terjadi, banyak di antaranya juga sampai menjadi tajuk utama, terutama karena kronologinya yang dianggap tak biasa sekaligus mengerikan. Apa saja kasusnya?

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO pada Senin (24/1) menghimpun 5 kasus kecelakaan mobil paling fatal di dunia.

1. Kecelakaan Coalinga

 Eric Paul Zamora/The Fresno Bee via AP

Salah satu kasus terbaru adalah insiden tabrakan beruntun di Coalinga, California, Amerika Serikat (AS). Kisahnya dianggap tak biasa, kecelakaan terjadi pada Tahun Baru 2021, di mana awalnya  seorang pria yang mengendarai Dodge Journey SUV menabrak Ford F150 secara langsung. 

Tidak ada cuaca buruk saat itu. Namun, seperti diwartakan Mercury News, sopir SUV  mabuk dan tidak memiliki surat izin mengemudi.   

Dilaporkan pada saat kecelakaan, pria itu hanya kehilangan kendali selama beberapa detik, memicu mobilnya melayang ke jalur lain, dan menabrak Ford. Dalam tabrakan itu, pria ini langsung tewas. 

Kendaraan Ford didesain untuk membawa enam penumpang. Namun, saat kecelakaan terjadi, kendaraan itu ternyata dihuni oleh delapan orang. Mereka adalah seorang ibu dan tujuh anak, yang semuanya adalah saudara kandung dan sepupu. Ini berarti setidaknya dua anak tidak mengenakan sabuk pengaman. Yang terburuk, tabrakan itu entah bagaimana menyebabkan Ford terbakar, dan kobaran api itulah yang menewaskan seluruh penumpang di dalamnya, termasuk tujuh anak-anak tersebut.

2. Kecelakaan beruntun 'Carnage Alley'

 Youtube Image

Kecelakaan ini menjadi salah satu insiden paling diingat di Kanada, di mana tabrakan melibatkan hampir 90 mobil. Kecelakaan fatal ini tepatnya terjadi tanggal 3 September 1999, di Ontario Highway 401, jalan antara Windsor dan Tilbury. Kabut dilaporkan menjadi faktor pemicu, menyebabkan 87 mobil bertabrakan hingga terbakar.

Karena insiden itu, setidaknya 8 orang tewas, dan 45 lainnya terluka.  

Daerah tersebut sebenarnya mengandalkan stasiun pemantau cuaca untuk mengeluarkan cuaca buruk, seperti peringatan kabut, hujan, salju, dan lain sebagainya. Namun, pada hari nahas itu, untuk beberapa alasan, stasiun gagal mendeteksi kumpulan kabut. Imbasnya, kabut menyelimuti jalan raya dan mengurangi jarak pandang hingga kurang dari satu meter. 

Kecelakaan pertama adalah tabrakan antara dua truk semi-trailer. Peristiwa ini lalu menciptakan reaksi berantai dengan tabrakan beruntun menimpa 87 kendaraan. Banyak di antaranya yang kemudian tersulut api, dengan polisi menggambarkan insiden seperti 'bola api raksasa'. Tingkat kengerian dari kecelakaan itulah yang membuat jalan raya itu mendapat julukan 'Carnage Alley' (Jalur Pembantaian).

3. Tabrakan bus Carrollton

 Nolan Group Media

Menjadi salah satu insiden paling mematikan, tabrakan bus Carrollton menyebabkan 27 korban tewas, termasuk sopir. Nahas, para korban ini meninggal dalam bus yang terbakar, dengan anak-anak yang menjadi korban berusia antara 10 hingga 17 tahun. 

Saat ditemukan itu, banyak jenazah menghadap ke satu-satunya pintu keluar bus, yakni pintu belakang. Koroner kemudian menentukan bahwa tidak ada penumpang bus yang mengalami patah tulang atau luka parah akibat benturan; semua telah mati karena terjebak dalam api dan asap.

Selain lusinan korban tewas, 34 orang mengalami luka-luka dalam kecelakaan maut itu. Salah satu yang selamat bahkan dilaporkan harus diamputasi kakinya. Kemudian sepuluh lainnya menderita luka bakar. Hanya 6 penumpang bus yang tidak terluka, tetapi hampir semuanya menderita trauma karena rasa bersalah saat kabur dari bus yang terbakar.

Peristiwa itu terjadi pada malam 14 Mei 1988, di Interstate 71 di Kentucky. Ketika itu, bus sekolah itu, yang membawa 66 anggota kelompok pemuda gereja, sedang dalam perjalanan pulang dari taman hiburan.

Dalam perjalanan, bus dikemudikan oleh John Pearman, seorang pendeta paruh waktu di gereja yang merupakan panitera pengadilan setempat. Rombongan itu pun tidak akan pernah  menyangka bahwa di hadapan mereka, ada truk pickup Toyota dengan sopir yang mabuk. 

Sopir itu, Larry Wayne Mahoney, yang berusia 34 tahun, melaju ke arah yang salah dengan kecepatan tinggi di bentangan  jalan raya yang melengkung. Kelalaian Mahoney akhirnya berujung pada tabrakan, menyebabkan bus meledak dalam kobaran api. 

Namun, dalam kasus itu, Mahoney hanya divonis hukuman kurang dari sepuluh tahun penjara, yang membuat banyak orang geram.

4. Tragedi Paiton

 AP via Facebook/@XeroDeSanta52

Kisah tragis seperti tabrakan Carrollton nyatanya juga pernah dialami oleh Indonesia. Ialah tragedi Paiton, sebuah kecelakaan yang melibatkan bus wisata pelajar yang hingga kini selalu dikenang terutama bagi warga Yogyakarta. 

Kecelakaan bus Paiton terjadi pada tahun 2003, dengan korban tewas mencapai hingga 54 orang. Hampir seluruh korban tewas merupakan siswa-siswi SMK Yapemda 1 Sleman, Yogyakarta. Yang lainnya adalah dua guru dan satu pemandu wisata. Dilaporkan seluruh korban tersebut meninggal terbakar lantaran tidak berhasil membuka pintu bus atau memecahkan kaca.

Peristiwa nahas itu terjadi pada 8 Oktober, di Jalan Raya Kecamatan Banyuglugur antara Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Probolinggo. Karena lokasi itu dekat dengan PLTU Paiton, maka kecelakaan ini kerap dikenal dengan nama Tragedi Paiton.

Kecelakaan itu terjadi saat rombongan siswa sedang dalam perjalanan pulang dari acara karyawisata di Bali. Rombongan karyawisata itu menggunakan tiga bus, dan salah satunya mengalami kecelakaan di tengah jalan. Sementara, dua bus lainnya tidak mengetahui peristiwa itu, dan melanjutkan perjalanannya sampai tiba di Sleman dengan selamat.

Menurut laporan, kecelakaan bermula saat bus melewati sebuah tanjakan di tikungan Jalan Raya Surabaya-Banyuwangi. Saat melintasi jalur itulah, sebuah truk kontainer tiba-tiba memotong jalur. Seketika truk menabrak bagian depan bus. Nahasnya, sebuah truk tronton ikut menghantam bagian belakang bus. Bus itu pun akhirnya terjebak, terjepit oleh kedua truk.

Tidak lama kemudian, api mulai muncul dan langsung membuat kobaran raksasa, menjebak para penumpang di dalamnya. Hampir seluruh penumpang tewas setelah pintu belakang tak bisa dibuka karena tertabrak truk tronton dari belakang. Para korban saat itu juga tidak bisa melarikan diri lantaran bus tidak disediakan alat pemecah kaca. Hanya satu yang terluka, yakni kernet bus.

5. Bencana Le Mans 1955

 mygaya.deminasi.com

Bencana Le Mans yang terjadi pada tahun 1955 menjadi tragedi yang tak pernah bisa terbayangkan. Saking fatalnya, insiden ini disebut-sebut menjadi kecelakaan olahraga motor terburuk dalam sejarah, sekaligus salah satu kecelakaan kendaraan paling mematikan sepanjang masa. Bahkan, gara-gara peristiwa maut ini, Mercedes-Benz akhirnya harus pensiun dari balap motor hingga 1987.

Bencana Le Mans terjadi tepatnya pada 11 Juni 1955, selama balapan 24 Jam Le Mans di Sarthe, Prancis. Kronologi spesifik kecelakaan itu telah berulang kali dirinci hingga dirunut dari detik demi detik. Dari semua rincian itu, yang paling penting adalah bahwa kecelakaan bermula dari dua mobil balap yang bertabrakan. 

Tabrakan keras itulah yang kemudian memicu tragedi. Ketika itu, komponen-kompnen terberat dari mobil, seperti blok mesin, radiator, dan suspensi depan, langsung  meluncur lurus ke arah kerumunan penonton yang berdiri hampir 100 meter dari lintasan. Puing-puing mobil yang terbang itu menghancurkan semua yang dilaluinya.

Menurut laporan, tutup kap mesin yang terbang telah 'memenggal kepala beberapa penonton seperti guillotine'. Kemudian ketika sisa mobil mendarat di tanggul, tangki bahan bakar yang dipasang di belakang meledak. Api bahan bakar dengan cepat menaikkan suhu puing lainnya, menghujani lintasan dan kerumunan dengan bara magnesium.

Total 84 orang tewas dalam insiden itu, satu termasuk pembalap Prancis Pierre Levegh. Selain korban meninggal, 178 lainnya menderita luka-luka. 

Penyelidikan resmi menyatakan bahwa tidak ada pengemudi yang secara khusus bertanggung jawab atas kecelakaan. Mereka justru mengkritik tata letak trek balapan yang sudah berusia 30 tahun, yang tidak dirancang untuk mobil yang melaju secepat mobil yang bertabrakan.

Peristiwa di atas hanyalah secuil kecelakaan fatal yang pernah terjadi di dunia. Sebenarnya masih banyak lagi, di mana korban harus meninggal dengan cara tragis.

Semoga segala pelajaran dari kecelakaan itu bisa diambil untuk tindakan pencegahan. []