Tech

Ngantor di Rumah? Ini Tips Meningkatkan Keamanan Siber di Tengah Wabah Corona


Ngantor di Rumah? Ini Tips Meningkatkan Keamanan Siber di Tengah Wabah Corona
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Daegu, Seoul, Korea Selatan, Senin (2/3/2020). Presiden Moon Jae-in menyatakan Korea Selatan berstatus siaga level tertinggi setelah melonjaknya korban yang terinfeksi virus corona atau COVID-19. Berbagai upaya dilakukan pemerintah setempat untuk mencegah penyebaran corona, seperti melakukan disinfeksi dan pembatasan kegiatan yang menarik massa. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

AKURAT.CO, Kekhawatiran akan penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) di Indonesia terus meningkat. Terlebih, pelaku kejahatan siber mengeksploitasi ketakutan publik atas meningkatnya wabah virus Corona melalui malware hingga email phishing.

Perusahaan keamanan siber Kaspersky terus mendeteksi alat serangan baru yang digunakan oleh para aktor ancaman. Para ahli mengungkapkan kedok email phishing yang dikirimkan kepada masyarakat yang khawatir akan virus tersebut.

Untuk membuatnya lebih dipercaya, para pelaku kejahatan siber menggunakan Centers for Disease Control and Prevention, yang merupakan organisasi asli di Amerika Serikat sebagai sumber email dengan rekomendasi tentang virus Corona.

Kini, sejumlah institusi pemerintah maupun swasta menerapkan kebijakan bekerja dari rumah untuk mengantisipasi menyebarnya wabah.

Berikut adalah sejumlah langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko siber terkait sistem bekerja jarak jauh menurut rekomendasi Kaspersky:

1. Menyediakan VPN bagi staf untuk terhubung ke jaringan perusahaan dengan aman.

2. Semua perangkat perusahaan, termasuk ponsel dan laptop, harus dilindungi dengan perangkat lunak keamanan yang sesuai, termasuk perangkat seluler. Misalnya, kemampuan penghapusan data dari perangkat yang dilaporkan hilang atau dicuri, memisahkan data pribadi dan pekerjaan, serta membatasi aplikasi mana yang dapat dipasang.

3. Selalu menerapkan pembaruan terbaru untuk sistem operasi dan aplikasi.

4. Batasi hak akses pihak mana saja yang dapat terhubung ke jaringan perusahaan.

5. Pastikan staf menyadari bahaya menanggapi pesan dari sumber tidak dikenal.

6. Melakukan pelatihan dan aktivitas yang mengedukasi karyawan tentang dasar-dasar keamanan siber. Misalnya, untuk tidak membuka atau menyimpan file dari email maupun situs web tidak dikenal karena dapat berisiko bagi perusahaan.

7. Menegakkan penggunaan perangkat lunak yang sah, diunduh dari sumber resmi.

8. Membuat cadangan bagi data penting dan memperbarui peralatan serta aplikasi TI secara teratur untuk menghindari kerentanan yang tidak tertandingi yang menjadi penyebab pelanggaran.

Sebelumnya, Kaspersky telah memperingatkan publik tentang file pdf, mp4, dan docx berbahaya yang disamarkan sebagai dokumen yang berkaitan dengan virus Corona.