News

Ngamuk di Bandara, Ini 5 Fakta Penting Anggota DPRD Boalemo Tolak Tes Antigen

Anggota legislatif DPRD Boalemo, Gorontalo mengamuk tolak tes antigen.


Ngamuk di Bandara, Ini 5 Fakta Penting Anggota DPRD Boalemo Tolak Tes Antigen
Anggota DPRD Boalemo, Resvin Pakaya. (nasdemgorontalo.id)

AKURAT.CO Belum lama ini, sebuah video anggota DPRD Boalemo, Gorontalo mengamuk menjadi perbincangan warganet. Anggota DPRD yang kemudian diketahui bernama Resvin Pakaya tersebut mengamuk di Bandara Djalaludin Gorontalo karena menolak untuk melakukan tes swab antigen.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait anggota legislatif yang mengamuk di bandara tersebut. 

1. Video aksi mengamuk viral

Viralnya aksi mengamuk tersebut terlihat dari beredarnya video yang berdurasi 2 menit 50 detik. Berlatar belakang sebuah bandara dalam video tersebut, seorang pria berkaus putih dan celana berwarna coklat terlihat sedang berbicara dengan penumpang. Dalam percakapan tersebut, sosok pria tersebut terlihat mengajak penumpang lain untuk tidak mengikuti tes rapid antigen. Aksi mengamuk ini terjadi pada hari Kamis (30/9) pukul 18.44 WITA. 

2. Sebelumnya sudah tes PCR

Dalam video tersebut juga terlihat bahwa kejadian tersebut terjadi di Bandara Djalaludin, Makassar. Ketika itu, sosok pria yang kemudian diketahui sebagai Resvin Pakaya, seorang anggota legislatif Kabupaten Boalemo, Gorontalo, tersebut diarahkan untuk melakukan tes rapid antigen sesaat setelah turun dari pesawat. Namun, ia menolaknya karena ia telah melakukan tes swab PCR ketika akan naik ke pesawat. Selain itu, hasil tes PCR tersebut juga masih berlaku.

3. Tindakan melawan petugas

Sedangkan Satgas Covid-19 Gorontalo menyatakan bahwa aksi kader partai Nasdem tersebut adalah tindakan melawan petugas. Koordinator Satgas Covid-19 Bandara Djalaludin juga menyebutkan bahwa tes antigen yang dijalankannya di bandara kepada seluruh penumpang yang memasuki bandara adalah berdasarkan surat edaran dari Gubernur Gorontalo. 

4. Dilaporkan ke polisi

Selain menjelaskan terkait tes antigen tersebut, koordinator satgas tersebut juga menyatakan telah melaporkan Resvin ke Polres Gorontalo. Pasalnya, tidak hanya menolak, sang anggota legislatif juga menghasut sejumlah penumpang lain untuk tidak melakukan tes antigen tersebut. Dari total 201 penumpang yang seharusnya menjalani tes antigen, hampir 50 persen atau 94 orang penumpang telah menolak melakukan tes antigen tersebut. 

5. Dipanggil dan diperiksa polisi

Pada hari Senin (4/10) lalu, pihak kepolisian telah memanggil Resvin untuk menjalani pemeriksaan. Kepolisian juga akan melakukan gelar perkara demi menentukan kasus tersebut bisa naik ke penyidikan atau tidak. Selain itu, pihak kepolisian juga telah memeriksa sejumlah saksi mulai dari pihak provinsi, gugus tugas, sekuriti bandara, hingga tenaga medis. Ada pula lima saksi lain yang juga dimintai keterangannya dalam kasus tersebut. 

Pada hari Senin (4/10) lalu, Resvin terlihat telah berada di Polres Gorontalo untuk menjalani pemeriksaan. Namun, informasi detail terkait kasus ini belum disampaikan ke publik.[]