Rahmah

Ngakak! Cuma Abu Nawas yang Bisa Bayar Makanan dengan Bunyi Koin, Begini Caranya

Ketika sedang melakukan perjalanan panjang, Abu Nawas diterjang rasa lapar yang sangat melanda.


Ngakak! Cuma Abu Nawas yang Bisa Bayar Makanan dengan Bunyi Koin, Begini Caranya
Ilustrasi Abu Nawas (Hidyatuna)

AKURAT.CO  Abu Nawas merupakan orang Persia yang dilahirkan pada tahun 750 Masehi di Ahwaz. Ia dikenal sebagai sosok yang cerdik dan banyak akal.

Terbukti pada suatu hari, ketika sedang melakukan perjalanan panjang, Abu Nawas diterjang rasa lapar yang sangat melanda. Saat memeriksa isi kantongnya, ia hanya menemukan beberapa keping uang saja. Sementara perjalannya masih jauh. Jika uang itu digunakan untuk membeli sesuatu, terpaksa ongkos untuk perjalanan berikutnya tidak akan terbayar.

Meskipun begitu, rasa laparnya bukan menjadi penghalang bagi dirinya untuk tetap meneruskan perjalanan. Sehingga ia terus melangkahkan kakinya walaupun sangat lambat karena kondisi tubuhnya yang sangat lemas. 

Di tengah-tengah perjalanan, ia melihat sebuah kedai yang sangat ramai dikunjungi pembeli. Abu Nawas tak kuasa untuk melanjutkan perjalanan dan tidak memasukinya. Dari bilik dapur terlihat mengepul asap makanan yang sangat lezat. Abu Nawas pun langsung menghirup aroma masakan itu dengan kuat-kuat. Dari aromanya saja, ia sudah bisa merasakan sajian yang lezat untuk dirinya.

Hal itu diulanginya sampai berkali-kali hingga Abu Nawas merasa puas. Setelah itu, ia pun pergi meninggalkan kedai tadi. Dengan senyuman yang sedikit tipis, dia keluar dari kedai itu dan segera melanjutkan perjalanan.

Namun belum juga kakinya melangkah meninggalkan kedai itu, tiba-tiba saja terdengar teriakan dari seseorang yang ternyata pemilik kedai tadi. Ia berteriak, "Hai, engkau mau kemana? bayar dulu!". 

Karena mendengar seseorang yang berteriak, Abu Nawas pun menghentikan langkahnya. Ia segera menghadap si pemilik kedai dengan rasa tenang. Walaupun ia sendiri merasa heran kenapa pemilik kedai menghentikan langkahnya, padahal ia tidak makan ataupun minum sedikitpun di kedai itu.

"Enak saja main nyelonong pergi. Bayar dulu, baru boleh pergi," kata pemilik kedai itu.

Abu Nawas pun hanya menganggukkan kepalanya yang artinya adalah tanda setuju dengan kata-kata si pemilik kedai. Dengan santainya Abu Nawas merogoh kantongnya.

Akan tetapi uang tersebut tidak segera diberikan kepada pemilik kedai. Abu Nawas justru bermain-main dengan uang recehnya dengan cara mengocok kantong uangnya. Hingga kemudian terdengar bunyi kerincing-kerincing dari kantong uangnya tersebut.

"Ayo... Mana uangnya, cepat bayar, jangan banyak alasan!" teriak pemilik kedai. 

"Baik, ini bayarnya," kata Abu Nawas sambil mengocok kembali uang recehnya sehingga timbul suara kerincing-kerincing yang lebih banyak.

"Lho, mana uangnya, aku cuma mendengar suaranya saja," kata pemilik kedai yang semakin geram melihat tingkah Abu Nawas.

"Itu tadi bayarnya, aku bayar pakai suaranya saja karena di kedaimu ini aku hanya dapat baunya saja!," kata Abu Nawas yang ternyata membuat malu si pemilik kedai itu. []