News

Ngabalin Sebut Pendemo Sampah Demokrasi, Dua Politikus Ini Protes


Ngabalin Sebut Pendemo Sampah Demokrasi, Dua Politikus Ini Protes
Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin (AKURAT.CO/Bayu Primanda Putra)

AKURAT.CO, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin menyebut masyarakat yang tetap demo menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di tengah pandemi Covid-19 sebagai sampah demokrasi.

Hal ini menarik perhatian dari politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring. Ia mengatakan bahwa pendemo menggunakan demokrasi yang dijamin Undang-Undang. 

"Pendemo itu bukan sampah demokrasi, mas Ali. Tapi mereka menggunakan hak demokrasi yang di jamin UUD. Tiap warga negara punya hak bicara, hak kerja dan hidup yang layak. Anda baca UUD NRI tahun 1945 lagi deh. *KacangLupaKulit#," tulis @tifsembiring di Twitter, Rabu (14/10/2020).

Politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik juga turut berkomentar dan menyebut Ngabalin otoriter.

"Pak Ngabalin, demokrasi itu bersih. Otoriterismelah yang mengotori demokrasi. Dan Anda yang di istana: Andalah sampah otoriterisme!" kata @RachlanNashidik.

Sebagaimana diberitakan, Ngabalin mengatakan demikian dari balik pagar Istana Negara, Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Saat itu Ngabalin memantau aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak) NKRI, di sekitar kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat.

"Dalam masa pandemi, dia kirim orang untuk berdemonstrasi. Di mana logikanya coba. Jangan jadi sampah demokrasi di negeri ini," ujar Ngabalin dilansir dari cnnindonesia.