image
Login / Sign Up

Keseriusan Polda Metro Jaya Mengusut Kasus Investasi Bodong Dipertanyakan

Yudi Permana

Image

Cara mengetahui investasi resmi atau investasi bodong. | Pexels

AKURAT.CO, Korban penipuan berkedok Pialang Saham dan Investasi ala Guardian Capital Group Asia (GCG Asia) mengeluarkan lambatnya kinerja jajaran Polda Metro Jaya dalam penyelidikan Kasus ini. 

Bambang alias Bede, salah seorang korban penipuan berkedok pialang saham dan investasi ala Guardian Capital Group Asia (GCG Asia) kecewa dengan para aparat penegak hukum di Indonesia.

Warga Jakarta ini menjadi salah seorang korban yang melaporkan tindak pidana penipuan dan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh  perusahaan bodong  GCG Asia yang tak punya ijin beroperasi di Indonesia itu ke Polda Metrojaya.

baca juga:

“Ternyata, berharap ke proses penegakan hukum di Indonesia ini masih sangat mengecewakan. Para pencari keadilan seperti saya, sering dikibuli oleh para penyidik di Polda Metrojaya, bahkan sampai proses persidangan sudah berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Mulai dari proses penyelidikan di Polda Metrojaya hingga pengadilan, proses hukum bertele-tele dan penuh kegelapan,” tutur Bede saat berbincang di Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Proses persidangan terhadap Kasus ini baru dimulai Januari 2020 ini. Itu pun hanya dengan satu orang tersangka yang didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Kejati DKI), yang di-over ke JPU Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (Kejari Jakbar). Dengan persidangan dimulai digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar).

Satu-satunya tersangka dalam Kasus ini hanyalah Gunawan Wijaya. Gunawan Wijaya mengaku sebagai Leader atau Koordinator GCG Asia di Jakarta. Gunawan Wijaya berprofesi sebagai salah satu agen perusahaan asuransi ternama di Jakarta. GCG Asia sendiri berbasis di Kualalumpur, Malaysia. Masuk ke Indonesia dan beroperasi dengan bebas, tanpa ijin.

Menurut Bede, di Jakarta ada beberapa orang yang menjadi kaki tangan bisnis bodong itu. Selain Gunawan Wijaya, ada juga isterinya Lenny Husni Tjhie dan beberapa orang lagi.

Gunawan Wijaya dan Lenny Husni Tjhie adalah pasangan suami isteri. Pasangan yang berdomisili di Jalan Casa Jardin Cluster Catalya Blok C I No 2 RT 001 RW 009, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat ini dilaporkan oleh para korban ke Polda Metrojaya.

Para korban ada sekitar 4000-an orang. Modus yang dilakukan Gunawan Wijaya dan isterinya Lenny Husni Tjhie adalah dengan komunikasi lewat gadget, terutama pertama-tama mengajak sejumlah nasabahnya di perusahaan asuransi, kemudian disebar ke sanak family dan rekan-rekan.

Selanjutnya, dilakukan pertemuan-pertemuan kecil dan juga pertemuan-pertemuan besar, bahkan seminar, dengan Gunawan Wijaya dkk sebagai speaker, untuk meyakinkan para calon korbannya.

Para korban dijanjikan keuntungan besar jika menginvestasikan uangnya di GCG Asia, lewat Gunawan Wijaya dkk. Bede sendiri menyetorkan uangnya ke rekening Gunawan Wijaya tidak kurang dari 1500 dolar amerika di tahap pertama.

Bayangkan saja, jika ada 4000-an korban, dengan menginvestasikan uangnya dengan jumlah yang bervariasi, angka minimal 1500 dolar amerika, bisa dihitung berapa ratus miliar uang yang dikumpulkan Gunawan Wijaya dkk, dengan cara menipu.

“Yang kami merasa aneh juga, penyidik Polda Metrojaya hanya menetapkan Gunawan Wijaya sebagai tersangka. Sedangkan Lenny Husni, isterinya, bebas melenggang hingga saat ini. Demikian juga sejumlah orang lainnya, yang seharusnya bertanggungjawab, tak pernah dijadikan tersangka lagi. Padahal, mereka itu komplotan,” tutur Bede.

Bede bisa memastikan berbagai keanehan dalam proses penyelidikan hingga pelimpahan berkas perkara itu ke Jaksa, bahkan hingga ke Pengadilan. Sebab, Bede tidak pernah absen mengawal laporannya dan kawan-kawan dari mulai proses pelaporan hingga saat ini.           

Atas dasar hal tersebut, ia menambahkan, Polda Metro ditantang untuk merilis atau konfrensi pres dalam pengusutan Investasi Bodong GCG Asia yang modusnya hampir sama dengan  Investasi Bodong Memiles yang di ungkap oleh Polda Jawa Timur.

"Mau sampai kapan Polda Metro berhasil menuntaskan para pelaku yang sudah di BAP (Berita Acara Pemeriksaan ) dan para pelaku money changer bodong. Saat ini yang di tangkap 2 pelaku sampai sekarang mereka dapat berleha-leha liburan ke luar negeri," tegasnya.       

Ia mempertanyakan alasan Polda Metro tidak berani merilis pengungkapan Investasi Bodong GCG Asia. Padahal Kasus tersebut hampir serupa dengan Memiles yang berhasil diungkap Polda Jatim. 

"Mengapa Polda Metro tidak berani konpres seperti Polda Jawa Timur dalam pengusutan Investasi Bodong yang serupa yaitu Memiles yang  melibatkan hanya ribuan. Sedangkan GCG Asia melibatkan puluhan ribu,  ada apa?," tandasnya dengan penuh tanda tanya. []

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Polda Metro Kerahkan Pasukan Jaga Pemakaman Korban Covid-19: Sekali Lagi, Jenazah yang Sudah Dikubur Tak Menularkan Virus

Image

News

Wabah Corona

Tidak Hiraukan Imbauan Polisi Soal Covid-19, 18 Orang Digiring ke Polda Metro Jaya

Image

News

Polisi Kawal Truk Tangki BBM Pertamina Antisipasi Kamtibnas

Image

Hiburan

Keluar dari Penjara, Roro Fitria Siap Kembali ke Industri Hiburan

Image

News

Warga Tutup Jalan Masuk di Wilayahnya, Polda Metro Jaya: Itu Inovasi Warga

Image

News

Penyebar Ujaran Kebencian Terhadap Presiden Jokowi Ditangkap di Jakarta Utara

Image

News

Subdit I Narkoba Polda Metro Bongkar Home Industri Tembakau Gorila

Image

News

Mulai Tegas, Warga yang Masih Berkumpul Dibawa ke Polda Metro Jaya

Image

Olahraga

Andrea Iannone

Aprillia Sebut Hukuman Untuk Iannone Tak Masuk Akal

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Kapolri Terbitkan Surat Telegram Ketersediaan Pangan saat Wabah Covid-19

pedoman pelaksanaan tugas fungsi reskrim mengenai ketersediaan pangan dan proses distribusinya selama masa wabah virus corona (Covid-19)

Image
News
Wabah Corona

10 Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Dinyatakan Sembuh

Sehingga total pasien sembuh di Sulsel sebanyak 19 orang

Image
News

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Jailolo Maluku Utara

titik gempa berada di 1.52 Lintang Utara (LU), 126.46 Bujur Timur (BT) atau berada dilaut 122 km Barat laut Jailolo. Dengan kedalaman 10 km.

Image
News
Wabah Corona

Cegah Kejahatan Siber saat Covid-19, Kapolri Keluarkan Surat Telegram

pelaksanaan tugas fungsi reskrim terkait dengan kejahatan yang terjadi di ruang siber dan penegakan hukum tindak pidana siber

Image
News
Wabah Corona

Tiga Warga Kediri Positif Covid-19, Gugus Tugas: Ketiganya Punya Kontak Erat dengan Pasien Pertama Positif

Tiga kasus tambahan positif Covid-19 tersebut memiliki kontak erat dengan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pertama yang telah meninggal

Image
News
Wabah Corona

Meski Dua Orang Telah Positif, Kudus Belum Tetapkan KLB Covid-19

Hingga kini, Pemkab Kudus belum memutuskan status KLB Covid-19 karena ada kriterianya untuk menentukan itu

Image
News
Wabah Corona

Khofifah Desak Pelakasanaan Tes Cepat Covid-19 di Jatim Dipercepat

agar langkah-langkah pencegahan penularan yang lebih luas bisa segera dilakukan

Image
News
Wabah Corona

Hasil Tes Cepat Nyatakan Balita di Kendari Positif Terjangkit Covid-19

Informasi tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal

Image
News

PKS Nilai Paripurna Wagub DKI Jakarta Terlalu Dipaksakan

adanya ketidaksesuaian dengan tata tertib adalah mengenai pemilihan Wagub DKI yang akan dilakukan dalam beberapa tahap

Image
News

Sejumlah Pohon di Citeureup Bogor Tumbang Diterpa Angin Puting Beliung

menumbangkan sejumlah pohon besar, baliho, dan tiang listrik di Kelurahan Puspanegara, Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor Jawa Barat

terpopuler

  1. Masduki Sebut Yusril Negarawan Sejati di Tengah Wabah COVID-19

  2. Menteri Luhut vs Said Didu, Ferdinand ke Habiburokhman: Bib Pidana Itu Pilihan Terakhir

  3. Babe Haikal: Mohon Banget, Berhenti Jadi Pejabat Publik Kalau Gak Mau Dikritik

  4. Arminsyah di Mata Sang Anak: Ayah Saya Selalu Katakan 'Setiap Kesulitan Selalu Ada Kemudahan'

  5. Yunarto Wijaya: LBP vs Said Didu Ini Super Gak Penting

  6. Yasonna: Yang Tidak Terima Napi Dibebaskan Tumpul Rasa Kemanusiaannya

  7. Tak Perlu Selalu Was-was, Begini Cara Bedakan Batuk Gejala Virus Corona Atau Bukan

  8. Politisi Demokrat Tanggapi Pernyataan Luhut: Bahaya! Tindakan akan Diambil Seadanya, yang Mati Terus Bertambah

  9. Puji Luhut, Ruhut Sitompul: Yang Menggonggong Hanya Cari Panggung

  10. 5 Potret Romantis Pre-Wedding Pemain Borneo M Diky & Pevoli Putri Nasional Mutiara, Awas Kena Smash!

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

COVID-19 dan Kita

Image
Dr. Idham Holik

Sebuah Harapan Pribadi: PERPPU Pemilihan Segera Terbit dan Opsi A Jadi Pilihan

Image
Achsanul Qosasi

Corona, Subsistensi dan Kredit

Image
Bisman Bhaktiar

Aspek Hukum Perpanjangan Pengusahaan Pertambangan Batubara PKP2B

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 8 Potret Istri Wakil Bupati Luwu Timur, Anny Ali

Image
News

Siapkan Akomodasi Bagi Tim Medis, 8 Potret Wali Kota Bandung Turun Langsung Perangi Virus Corona

Image
News

Sister Goals! 8 Potret Najwa Shihab Bersama Kakak dan Adik Perempuannya