image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Di Hadapan Hakim MK, Jokowi Sebut Indonesia Mengalami Obesitas Regulasi

Kosim Rahman

Image

Presiden Joko Widodo memberikan kata sambutan dalam sidang pleno penyampaian laporan tahun 2019 di Gedung MK, Jakarta, Selasa (28/1/2020). Dalam laporanya Mahkamah Konstitusi telah menerima sebanyak 3.005 perkara sejak berdiri pada tahun 2003 hingga Desember 2019. Perkara terkait Pengujian Undang-Undang (PUU) mendominasi dengan jumlah sebanyak 1.317 perkara. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo mengakui bahwa Indonesia mengalami obesitas Regulasi yang akhirnya mencegah pemerintah bertindak cepat dalam merespon perubahan dunia.

"Kita mengalami 'hyper' Regulasi, obesitas Regulasi, membuat kita terjerat dalam aturan yang kita buat sendiri, terjebak dalam kompleksitas," kata Presiden Joko Widodo di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Presiden Joko Widodo menyampaikan hal tersebut dalam acara "Penyampaian Laporan Tahunan Mahkamah Konstitusi Tahun 2019" yang dihadiri Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, Wakil Ketua MK Aswanto, para hakim MK Enny Nurbaningsih, Manahan MP Sitompul, Wahiddudin Adams, Arief Hidayat, Daniel Yusmic P Foekh, Saldi Isra, Suhartono; Ketua DPR Puan Maharani; Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali serta para pejabat terkait lainnya.

baca juga:

Presiden mencatat terdapat 8.451 peraturan pusat dan 15.985 peraturan daerah hingga saat ini.

"Ada PP (Peraturan Pemerintah), perpres (peraturan presiden), permen (peraturan menteri), perdirjen (peraturan direktur jenderal), sampai perda (peraturan daerah) harus kita sederhanakan sehingga kita memiliki kecepatan dalam memutuskan dan bertindak dalam merespon perubahan dunia yang begitu cepatnya," tambah Presiden Jokowi.

Presiden pun menilai bahwa sesungguhnya Undang-undang Dasar (UUD) 1945 sudah memberikan keleluasaaan dalam bertindak.

"Kita bersyukur para pendiri bangsa telah merumuskan UUD 1945 sebagai konsitusi negara yang tak lekang oleh zaman. Konsitusi tersebut dibuat dengan mengatur hal-hal yang sangat fundamental sehingga kita punya keleluasaan menyusun peraturan yang di bawahnya agar siap merespon perubahan zaman untuk memenangkan kompetisi," ungkap Presiden.

Namun malah unsur-unsur pemerintah yang membuat membuat peraturan turunan yang terlalu banyak.

"Peraturan yang tidak konsisten, yang terlalu 'rigid' dan mengekang ruang gerak kita sendiri, yang justru menghambat kecepatan kita dalam melangkah, mempersulit kita memenangkan kompetisi yang ada," ungkap Presiden.

Selain membicarakan soal banyaknya peraturan, Presiden Jokowi juga mengapresiasi kerja MK selama 2019 khususnya dalam menangani sengketa hasil pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan anggota legislatif (pileg) pada 2019.

"Atas nama pemerintah, atas nama masyarakat, atas nama negara, saya ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas pencapaian besar MK selama 2019 dalam menyelesaikan sengketa pilpres dan pileg dengan proses sangat transparan, 'live' di TV, terbuka dengan pertimbangan yang matang dan adil, hasilnya proses demokrasi yang dipercaya masyarakat," ungkap Presiden.

Apresiasi juga diberikan karena keberhasilan MK dalam berbagai forum peradilan konstitusi internasional sehingga MK semakin disegani, dihormati dan bermartabat di mata dunia.

"Namun saya ingin menyampaikan tantangan dan peluang bangsa kita ke depan, dunia mengalami perubahan sangat cepat, tantangan yang semakin kompleks, persaingan ketat, membangun cara-cara kerja baru yang lebih cepat dan efisien, langkah kita harus lebih cepat dan dinamis, kita harus melakukan penyederhanaan, kita wajib memangkas kerumitan-kerumitan agar kita menjadi bangsa yang memiliki daya saing, kompetitif di tingkat dunia," jelas Presiden.[]

Editor: Ainurrahman

Sumber: ANTARA

berita terkait

Image

News

Perludem Minta Pemilu Serentak Nasional dan Daerah Dipisah

Image

Iptek

Dorong Ekonomi Berbasis Iptek di Ibu Kota Baru, Jokowi: Pindah dari Analog ke Sepenuhnya Digital

Image

News

Belum Ada Regulasi Jelas, DPRD Kota Bandung: Kalau Perlu Kandangin Aja Itu Skuter Listrik!

Image

Iptek

Presiden Jokowi Mengaku Banyak Ditawari Obat Penggemuk Badan di Instagram

Image

News

PPP Hormati MK Putuskan Pilpres dan Pileg Digelar Serentak

Image

Iptek

Sambut Investasi Data Center Microsoft, Jokowi Imingi Regulasi dalam Seminggu

Image

Ekonomi

Jokowi Minta Payung Hukum Perpindahan Ibu Kota Segera Dituntaskan

Image

News

Gusar, Jansen Sitindaon: Saya Blok Akun Twitter yang Sebut Saya Caleg Gagal

Image

News

Talkshow di Papua, Stafsus Jokowi: Memang Tugas Kami Berbincang dengan Milenial Indonesia

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Penabrak Ibu Hamil di Palmerah Berikan Tali Asih kepada Keluarga Korban

Firda tidak ditahan.

Image
News

Nimang Bayi, 5 Momen Ganjar Pranowo Jenguk Anak Keempat Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen

Ganjar terlihat mencium anak Taj Yasin penuh kasih sayang

Image
News

Tsamara: Kinerja Pak Anies Soal Banjir Layak Dievaluasi Secara Serius

"Sudah waktunya para pendukungnya (Anies) berhenti membela,"

Image
News

Sindir Fahira Idris: Kadang Gak Cuma Tugas Polisi, Tugas Satpol PP Juga Diambil Alih

Fahira sudah berlebihan dan selalu menganggap dirinya benar.

Image
News

Tak Sengaja Tertembak oleh Bibinya, Bocah 10 Tahun Dirawat

Bibinya mengira senjata tersebut tak berpeluru

Image
News

Kanada Stop Sediakan Keamanan untuk Pangeran Harry dan Meghan Markle

Pemberhentian ini menyusul pertanyaan dari mana pembiayaan untuk penyediaan keamanan tersebut

Image
News

Musni Umar Kecam Aksi Bentrok Hindu-Muslim di India

Muslim India adalah kelompok minoritas.

Image
News

Empat Pabrik Pupuk Palsu Beromzet Rp1,2 Miliar di Wonogiri Dibongkar Polisi

Selain menggrebek empat pabrik, polisi juga menetapkan enam tersangka pemalsu pupuk.

Image
News

Soal Penghentian Sementara Visa Umrah, MPR Minta Pemerintah Lakukan Langkah Diplomatik dengan Arab Saudi

Arsul mengatakan pihaknya tetap menghormati keputusan tersebut bagian dari langkah pemerintah Saudi mencegah masuknya virus Corona.

Image
News

Cerita Polisi Belikan Susu Formula bagi Ayah yang Sebelumnya Mencuri di Supermarket

Kejadian ini terjadi di Pekalongan, Jawa Tengah

terpopuler

  1. Ini Alasan Pemilik Mobil Pukul Sopir Ambulan

  2. Perayaan Pra-Paskah: Paus Imbau Warga Dunia Berhenti Menghina Orang Lain di Medsos

  3. Ratusan Karyawan BUMN Geruduk Kantor Erick Thohir, Mau Apa?

  4. Ingin Tebus Dosa, Tiga Tersangka Kasus Susur Sungai di Sleman Tolak Penangguhan Penahanan

  5. Setiap Malam Jumat Ahli Kubur Pulang ke Rumah, Benarkah Demikian?

  6. Konflik Bertetangga Antara Erlina dengan Yenny Berakhir di Meja Hijau, Terbukti Siapa yang Benar dan Salah

  7. Tembus Rp30 Juta Per Ekor! Ini 7 Jenis Burung Kicau Termahal di Indonesia

  8. Abu Janda Cs Kenakan Kaos 'My Governor Is An Idiot', Jansen: Untuk Alasan Apapun Saya Tidak Setuju

  9. Anak Buah Anies Terpapar Paham Radikal

  10. Cerita Warga yang Tinggal di Sekitar Apartemen Mahardika Park Saat Banjir Tiba: Dulu Lebih Parah

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Banjir Jakarta: Menenggelamkan atau Menaikkan Popularitas Anies?

Image
Zainul A. Sukrin

Membaca Hambatan Anies di 2024

Image
Achsanul Qosasi

Memimpin Tanpa Menyalahkan

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Banjir Jakarta Menghanyutkan Elektabilitas Anies Baswedan?

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Agus Maftuh Abegebriel, Dosen UIN Sunan Kalijaga yang Jadi Dubes RI untuk Arab Saudi

Image
News

6 Potret Danpaspampres Maruli Simanjuntak Bareng Putrinya, Kompak di Berbagai Kesempatan

Image
News

Santap Menu Angkringan hingga Nikmati Es Teh Plastikan, 10 Aksi Gibran Rakabuming Kulineran di Pinggir Jalan