image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Paranormal: Jujur, Saya Sudah Kehabisan Cuit Joke, Sudah Gak Bisa Partisipasi untuk King Of The King Si Raja Segala Raja

Siswanto

Image

Samijan alias Mbah Mijan | TWITTER @mbah_mijan

AKURAT.CO, Setelah heboh Keraton Agung Sejagat di Jawa Tengah, disusul Sunda Empire di Jawa Barat, kini ada lagi King of The King dari Banten.

Paranormal Samijan alias Mbah Mijan mengaku sampai kehabisan kata-kata lucu untuk mengomentari kemunculan King of The King.

"Jujur, saya sudah kehabisan cuit joke, udah gak bisa partisipasi untuk King of The King si raja segala raja," katanya melalui akun Twitter.

baca juga:

Mbah Mijan mengatakan sebenarnya terpancing untuk berkomentar, tetapi takut tidak lucu. Akhirnya ia ngetweet ini saja.

"Tadinya pengin ngejoke "Raja Segala Raja," berarti termasuk Raja Singa ada dibawah pimpinannya. Tapi takut gak lucu, akhirnya saya memilih diam dan no vomment!" kata Mbah Mijan.

Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41), kemudian ditetapkan menjadi tersangka kasus penipuan dan keonaran. Menyusul petinggi Sunda Empire Rangga Sasana ditetapkan menjadi tersangka kasus penyebaran berita bohong.

Sedangkan untuk King of The King sekarang sedang dalam pemantauan polisi. Beberapa waktu yang lalu, aparat menertibkan spanduk kerajaan King of The King yang menghebohkan warga Kota Tangerang.

Mengapa muncul kerajaan semacam itu?

Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio mengatakan kemunculan romantisme sejarah kejayaan masa lalu berupa seperti Keraton Agung Sejagat, Sunda Empire, dan lainnya berpotensi memicu terjadinya konflik sosial di masyarakat.

“Walaupun bentuknya sistem pemerintahan alternatif dan kelihatannya seperti dagelan, tapi fenomena ini bisa menjadi alat baca barangkali tak sedikit masyarakat yang muak dengan politik pemerintahan hari ini. Apalagi diperparah dengan situasi sosial dan ekonomi yang mereka hadapi,” kata dia Hendri.

Menurut Hendri hal-hal seperti itu sebenarnya bukan hal baru, sebelumnya juga pernah muncul kerajaan-kerajaan imajinatif dan tak sedikit masyarakat yang percaya dengan imajinasi kejayaan masa lalu. Contohnya, seperti SwissIndo yang bisa melunasi hutang Indonesia dan masyarakat, atau harta karun peninggalan masa lalu.

Pada 2002 lalu, Menteri Agama bahkan menggali Istana Batu Tulis untuk mendapatkan harta karun. Ada juga Kerajaan Ubur-Ubur, Gafatar, bahkan Kerajaan Lia Eden yang sempat gempar dengan membawa isu agama

“Saya pikir ada dua hal yang memang menjadi pemicu maraknya narasi semacam ini. Pertama kondisi ekonomi dan sosial yang makin rumit bagi masyarakat, mereka butuh alternatif. Kedua literasi sains kita begitu rendah,” kata Hendri.

Selain itu, gejala kerinduan kejayaan masa lalu dengan kembali ke identitas primordial seperti suku, kerajaan yang pernah jaya, bahkan seperti white supremacy di Amerika, supremasi Hindu di India, oleh karena reaksi kekecewaan masyarakat terhadap modernisasi dan globalisasi yang tak kunjung menyejahterakan.

Hendri menegaskan perlu menggarisbawahi terkait literasi sains dan nalar kritis masyarakat sebab sejak beberapa tahun lalu bahkan hingga sekarang, masih banyak orang percaya teori bumi datar atau konspirasi lain.

Menurut dia fenomena belakangan ini landasannya mirip dengan yang terjadi beberapa tahun lalu, yaitu memanfaatkan ketidakmampuan masyarakat mengkonfirmasi suatu narasi dengan landasan sains.

“Bila flat earth terkait fisika dan astronomi, maka kesultanan dan segala kerajaan itu terkait dengan disiplin ilmu sejarah. Sejarawan-sejarawan kita mesti berbicara dan mengkonfirmasi dagelan ini,” kata Hendri dalam laporan Antara.

Ia menjelaskan mental atau psikologisme masyarakat itu hanyalah sebuah bentuk gejala, justru hal yang perlu dilihat adalah situasi dan kondisi seperti apa yang membuat masyarakat bisa mempercayai itu.

Hendri memandang, kondisi tersebut tercipta karena fatalisme yang berkombinasi dengan nostalgia, hal itu membuat masyarakat benar-benar muak dengan situasi yang mereka hadapi hari ini seperti kondisi sosial, ekonomi, dan seterusnya.

“Ada alasan kenapa masyarakat kita tak sedikit yang terjebak pada penipuan dengan bentuk MLM atau penipuan cara cepat untuk menjadi kaya yang lain. Apa yang ditawarkan inisiator kerajaan imajinatif itu juga mirip pada pengikutnya yaitu kekuasaan dan kekayaan dengan cara cepat,” kata dia.

Kemudian, mengenai peran media sosial, Hendri menilainya sangat kecil, karena media sosial hanya memantik masyarakat di Jakarta tahu tentang apa yang terjadi di daerah, bukan sebagai sarana utama mereka mendulang pengikut.

Hendri melanjutkan, eskalasi post-truth yang terjadi pasca 2013-2014 membuat masyarakat dekat dengan misinformasi dan disinformasi, hal itu berkontribusi cukup besar dalam kemunculan-kemunculan klaim kejayaan masa lalu itu, meski bukan variabel utama.

Imbas dari post truth tersebut menurut dia berhubungan dengan hoaks, dan itu terlihat dari pendekatan yang dilakukan oleh pelaku-pelakunya (Keraton Djipang, Keraton Agung Sejagat, Sunda Empire).

Pertama, pendekatannya melibatkan emosi masyarakat. Kedua, menggabungkan dengan gerakan populer, dan bahkan salah satu kerajaan imajinatif tersebut menggunakan logo mirip Nazi dan bintang Daud, atau Sunda Empire yang menyomot nama NATO.

"Tujuannya, tentu untuk menyamarkan mana yang fakta dan mana yang fiktif," katanya. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Polresta Bandung Ciduk Dua Peracik Tembakau Gorila

Image

News

Belum Ada Regulasi Jelas, DPRD Kota Bandung: Kalau Perlu Kandangin Aja Itu Skuter Listrik!

Image

News

Remaja 17 Tahun Kepergok Curi Uang Kotak Amal Masjid

Image

News

Pemprov Jabar Siagakan Layanan Darurat untuk Korban Banjir di Bekasi, Karawang dan Subang

Image

News

Aliansi Masyarakat Jabar Tolak Pemulangan WNI Eks ISIS

Image

News

Polda Jabar Ringkus Tiga Pelaku Perampokan dengan Modus Pecah Ban

Image

News

Tak Hanya Merampok, Komplotan Ini Juga Tega Membuang Korbannya di Tengah Jalan

Image

News

Tak Kapok Dibui, Pria Ini Kembali Lakukan Tindak Kriminal dengan Mencabuli Anak Tirinya

Image

News

Banjir di Karawang, Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi ke Rengasdengklok

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Kasus Kematian Hampir 3.000, WHO Sebut Risiko Penyebaran Virus Corona Melonjak ke Level Tertinggi

Image
News

Rustam: Puan Maharani Jangan Dipaksakan Jadi Cawapres atau Capres, Contohlah Megawati

Menurut Rustam, ketua DPR dari PDI Perjuangan itu sebaiknya tetap duduk menjadi ketua lembaga legislatif.

Image
News

DPR Minta Mendagri Bentuk Desk Corona

Untuk koordinasi pemerintah daerah seluruh Indonesia.

Image
News

Baru 5 Hari Mundur dari PM, Mahathir Mohamad Kini Klaim Dapat Dukungan Mayoritas untuk Calonkan Diri Kembali

Image
News

Observasi Kru Diamond Princess, Kemenkes: Kan Sebaru Itu Ada Delapan Gedung, Nanti Kita Siapkan Satu Gedung untuk Mereka

WNI dan tim evakuasi akan dijemput oleh bus milik TNI dan menuju Pulau Sebaru Kecil dengan menggunakan KRI dr. Soeharso.

Image
News
Wabah Corona

Laboratorium China yang Terbitkan Genom Virus Corona Ditutup Pemerintah

Image
News

Bamsoet: Advokat Harus Mampu Manfaatkan Kemajuan Teknologi di Bidang Hukum

Advokat harus bekerja secara independen.

Image
News

Keberangkatan Umroh Ditunda, Politisi: Mohon Sabar Demi Kebaikan Bersama, Apalagi Dalam Beribadah, Kita Senantiasa Dituntut Kesabaran

Ia menambahkan bahwa Maret 2020 pihaknya telah siap memberangkatkan 300 jamaah yang telah mendaftar.

Image
News

Kini Punya Dua Hutan Adat, Oktavia: Biasanya SK Diserahkan Presiden di Istana, Tapi Kita Langsung Presiden Datang ke Riau

Hutan adat Imbo Putuih selama ini sudah menjadi sumber benih kulim yang merupakan tanaman asli khas hutan tropis Sumatera.

Image
News

Kasus Paniai Berdarah, Jaksa Agung: Kami Belum Dipanggil Pak Menko Polhukam

Berkasnya masih diteliti jaksa.

terpopuler

  1. Pakistan Diserang Hama Belalang, China Kirim Bantuan 100 Ribu Ekor Pasukan Bebek

  2. Sempat Tak Mendapat Restu hingga 21 Tahun Menikah, 5 Fakta Tak Terduga Asmara Kajol dan Ajay Devgan

  3. Sindir Fahira Idris: Kadang Gak Cuma Tugas Polisi, Tugas Satpol PP Juga Diambil Alih

  4. Penabrak Ibu Hamil di Palmerah Berikan Tali Asih kepada Keluarga Korban

  5. Tak Menunggu Lama, 5 Artis Ini Hamil Setelah Menikah, Tokcer Banget!

  6. Sekda DKI Harap Warga Nikmati Banjir, Abdillah Toha: Apa Tidak Kacau Negeri Ini Kalau Banyak Pejabat Seperti Ini

  7. Ombudsman Bakal Periksa Gubernur DKI Terkait Dugaan Maladministrasi Revitalisasi Monas

  8. Presiden PKS: Umat Islam di India Harus Dihormati secara Layak

  9. Positif Terjangkit Corona, WNI di Taiwan Malah Bikin Video TikTok

  10. Mantan Jenderal Israel: Netanyahu Bikin Israel Kacau Total

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Banjir Jakarta: Menenggelamkan atau Menaikkan Popularitas Anies?

Image
Zainul A. Sukrin

Membaca Hambatan Anies di 2024

Image
Achsanul Qosasi

Memimpin Tanpa Menyalahkan

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Banjir Jakarta Menghanyutkan Elektabilitas Anies Baswedan?

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Agus Maftuh Abegebriel, Dosen UIN Sunan Kalijaga yang Jadi Dubes RI untuk Arab Saudi

Image
News

6 Potret Danpaspampres Maruli Simanjuntak Bareng Putrinya, Kompak di Berbagai Kesempatan

Image
News

Santap Menu Angkringan hingga Nikmati Es Teh Plastikan, 10 Aksi Gibran Rakabuming Kulineran di Pinggir Jalan