image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Gagal Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan Jadi Alasan Pemerintah Putus Kerjasama dengan WWF Indonesia

Dian Rosmala

Image

Petugas menangani kebakaran hutan dan lahan di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Pelalawan, Riau, Selasa (17/9/2019). Presiden menegaskan kepada seluruh pihak untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. | ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

AKURAT.CO, Dirjen Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Wiratno menjelaskan alasan pemerintah memutus kerjasama dengan World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia.

Menurut Wiratno, ada ketidaksesuaian antara hasil kerja WWF dengan target yang ingin dicapai pemerintah saat ini.

Sebagai informasi, Kementerian LHK dan WWF Indonesia melakukan kerjasama berdasarkan perjanjian kerjasama No. 188/DJ-VI/BINPROG/1998 tertanggal 13 Maret 1998 Jo MoU No CR/026/III/1998. Kerjasama ini telah berlangsung selama kurang lebih dua dekade.

baca juga:

Wiratno menjelaskan, permasalah kehutanan, baik itu terkait Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla), restorasi konservasi dan keragaman hayati (kehati) perlu penyelesaian yang jelas dan terukur di lapangan. Apalagi terkait Karhutla yang menjadi masalah yang serius dan pelik.

“Masalah ini, tidak cukup diselesaikan dengan sekedar pencitraan, mengundang artis atau public figure saja," kata Wiratno di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Menurut Wiratno, salah satu ketidaksesuaian target itu terkait kegagalan WWF Indonesia dan PT ABT menangani Karhutla di konsesinya pada Agustus 2019. Konsesi ini merupakan areal konsesi restorasi ekosistem yang di antaranya berperan sebagai zona penyangga Taman Nasional Bukit Tigapuluh di Jambi seluas 400 ribu hektare. Taman nasional ini merupakan salah satu habitat tersisa harimau dan gajah sumatera yang terancam punah.

"Karhutla di lahan konsesi PT ABT dan WWF Indonesia menjadi perhatian KLHK karena merupakan pengulangan kejadian yang sama pada 2015. Selain itu konsesi WWF tersebut merupakan satu-satunya konsesi restorasi ekosistem yang disegel oleh Kementerian LHK akibat Karhutla,” tutur Wiratno.

Menurut Wiratno, pemutusan kemitraan itu tertuang dalam Keputusan Menteri LHK Nomor SK.32/Menlhk/Setjen/KUM.1/1/2020 tentang Akhir Kerja Sama Antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dengan Yayasan WWF Indonesia. Dari surat keputusan yang ditetapkan Menteri LHK Siti Nurbaya pada 10 Januari 2020 tersebut, ada tiga poin kerja sama yang dinyatakan berakhir.

Dalam putusan itu disebutkan, pertama, perjanjian kerja sama antara KLHK c.q Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam dengan Yayasan WWF Indonesia Nomor 188/DJ-VI/Binprog/1998 dan Nomor CR/026/III/1998 tanggal 13 Maret 1997 dan semua pelaksanaan kerja sama tersebut.

Kedua, semua perjanjian kerja sama antara KLHK yang melibatkan Yayasan WWF Indonesia. Ketiga, semua kegiatan Yayasan WWF Indonesia bersama pemerintah dan pemerintah daerah yang dalam ruang lingkup bidang tugas, urusan, dan kewenangan KLHK.Pada butir kedua di dalam surat tersebut dinyatakan keputusan yang diambil didasarkan pada hasil evaluasi KLHK.

Hasil evaluasi menyatakan, pertama, pelaksanaan kerja sama bidang konservasi dan kehutanan dengan dasar perjanjian kerja sama telah diperluas ruang lingkupnya oleh Yayasan WWF Indonesia. Kedua, kegiatan Yayasan WWF Indonesia dalam bidang perubahan iklim, penegakkan hukum lingkungan hidup dan kehutanan, serta pengelolaan sampah di lapangan, tidak memiliki dasar hukum kerja sama yang sah.

Ketiga, KLHK menemukan adanya pelanggaran prinsip kerja sama dan pelanggaran kerja lapangan serta melakukan klaim sepihak yang tidak sesuai fakta yang terjadi di lapangan pada tingkat yang sangat serius oleh Yayasan WWF Indonesia

Keempat, adanya pelanggaran terhadap substansi perjanjian kerja sama, di antaranya melalui serangkaian kampanye media sosial dan publikasi laporan yang tidak sesuai fakta yang dilakukan oleh manajemen Yayasan WWF Indonesia.

Menurut Wiratno, surat ini telah disampaikan kepada Yayasan WWF Indonesia secara tertulis. Adapun kerja sama antara Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam dengan WWF Indonesia dinyatakan berakhir dan tidak berlaku sejak 5 Oktober 2019.

Sementara itu, kegiatan Yayasan WWF Indonesia yang masih berlangsung secara teknis dalam hal fisik dan administrasi pada lingkup KLHK diselesaikan paling lambat 31 Desember 2019.

KLHK menempuh sejumlah langkah terhadap kegiatan Yayasan WWF Indonesia sebagai mitra, aliansi, atau kontraktor dalam proyek-proyek kerja sama pemerintah (bilateral negara sahabat), seperti kerja sama dengan Pemerintah Amerika Serikat, Inggris, Norwegia, Australia, Jerman, Belanda, Perancis, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, dan negara lainnya, maupun kerja sama multilateral.

Langkah pertama, semua unit kerja KLHK harus melaporkan kegiatan kerja sama teknis luar negeri tersebut dan mengakhirinya. Apabila kegiatan Yayasan WWF Indonesia sebagai mitra/aliansi/kontraktor dari pemerintah/ kedutaan besar/lembaga donor pemerintah secara tidak utuh atau parsial, maka segala kegiatan Yayasan WWF Indonesia menjadi tanggung jawab kedutaan besar/lembaga donor pemerintah.

Dalam surat ini, KLHK akan melakukan evaluasi secara khusus terhadap aspek pembiayaan dan direncanakan untuk dapat dilakukan audit secara menyeluruh dan atau bertahap oleh BPKP dan/atau BPK RI berkenaan dengan subjek konservasi, wildlife (satwa/hidupan liar), landscape (bentang alam), perubahan iklim, karbon, restorasi ekosistem, dan pengelolaan sampah.

Seluruh unit kerja KLHK yang mempunyai kerja sama dan ada kegiatan Yayasan WWF Indonesia wajib melaporkan seluruh kegiatannya secara berjenjang kepada menteri sampai dengan April 2020.

Editor: Dian Rosmala

berita terkait

Image

News

Harus Jadi Perhatian Serius, Doni: Contohnya adalah Lahirnya Bayi-bayi dengan Kondisi Organ Tubuh yang Tidak Lengkap, Bahkan Tidak Normal

Image

News

FOTO Mural Bertema Ajakan Menjaga Lingkungan Jakarta

Image

News

Kisah Pasangan Australia yang Rela Dikepung Karhutla demi Rawat Bayi Kanguru

Image

News

Kapolda Jambi: Tidak Ada Kerja 100 Hari, Saya Fokus Karhutla dan Pilkada

Image

News

Berkat Hujan Lebat, Sepertiga Kebakaran Hutan di NSW Australia Bisa Padam

Image

News

Perkebunan Kayu di Australia Dihabisi, Puluhan Koala Mati

Image

News

FOTO Bantu Padamkan Karhutla, Satgas Garuda Diberangkatkan ke Australia

Image

News

Bantu Penanganan Karhutla, TNI Kirim Pasukan ke Australia

Image

News

Kebakaran Australia: Otoritas Tetapkan Status Darurat untuk Wilayah Canberra

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kali Sunter Meluap, Puluhan Rumah di Cipinang Melayu Terendam

"Sebenarnya sejak Sabtu (15/2/2020) banjir sudah ada, tapi pas tadi pagi surut, tiba-tiba barusan naik lagi airnya,"

Image
News

Polisi Tembak Mati Pencuri Kendaraan Bermotor

“Saat akan ditangkap, pelaku melakukan perlawanan dengan cara menyiram bensin ke arah petugas dan membacok petugas,"

Image
News

KSPI Tolak RUU Cipta Kerja Karena Tidak Sesuai Prinsip Ketenagakerjaan

Image
News

Dua BUMD Pemprov DKI Jakarta Jalin Kerja Sama Bisnis

"Selain itu, kesepakatan sinergi kedua BUMD DKI Jakarta ini juga mencakup penempatan dana, payroll karyawan serta fasilitas kredit,"

Image
News

Star Airsoftgun Team Dukung Polri Berantas Peredaran Air Soft Gun Ilegal

Penggunaan sudah diatur dalam Perpol No. 5 tahun 2018, kalau disalahgunakan justru bisa dikenakan UU darurat No. 12 tahun 1951

Image
News

Soal HAM dan Intoleransi, Setara: Jokowi Harus Jawab Harapan Publik

"Kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf memang belum genap satu tahun. Presiden Jokowi masih punya waktu dan mesti menjawab harapan publik,"

Image
News

Hindari Kejaran Polisi, Remaja Tewas Ceburkan Diri ke Danau

"Tim SAR segera bergerak ketika mendapatkan informasi RM sengaja menceburkan diri ke danau sekitar pukul 02.00 WIB,"

Image
News

Polisi Tangkap Pelaku Pencurian di Masjid

"Sekitar pukul 04.00 WIT korban terbangun dan melihat handphone beserta dompetnya telah hilang,"

Image
News

Jasa Marga Pastikan Tol Cipularang Kilometer 118 Tidak Kembali Longsor

"Sebagian pengemudi melambatkan perjalanannya di titik 118. Mungkin karena beberapa yang viral atau hoaks longsor tentang KM 118,"

Image
News

Polisi Bongkar Sindikat Perdagangan Organ Harimau Sumatera

"Ketiga tersangka merupakan kurir yang membawa organ harimau dari Jambi ke Indragiri Hulu, Riau,"

terpopuler

  1. Pemuda Adat Papua Sebut Laporan Veronica Koman Provokatif

  2. Irfan Bachdim Ungkap Perbedaan Shin Tae-yong dengan Simon McMenemy

  3. Dramatis, Gol Menit Akhir Gagalkan Kemenangan PSG

  4. Mantan KSAU Sebut Pertahanan Aset

  5. Lolos ke Final, Susy Sebut Indonesia Sudah Waspadai Strategi India

  6. Doa Jokowi: Semoga Stadion Manahan Terpilih Jadi Venue Piala Dunia U-20

  7. Bertemu Saat Peresmian Stadion Manahan Solo, Ini yang Dibisikkan Purnomo ke Gibran

  8. Adu Baper 5 Keromantisan Dua Kapten Tampan dalam Serial Drama Korea

  9. Kota Suci Bagan Jadi Lokasi Syuting Film Porno, Rakyat Myanmar Geram!

  10. Gerindra Usung Kadernya Sendiri di Pilgub Sumbar 2020

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Hasan Aoni

PETIR

Image
Ujang Komarudin

Formula E yang Jadi Rame

Image
Ahmad Irawan

Menanti Kehadiran Omnibus Law, Menyongsong Indonesia Maju

Image
Achsanul Qosasi

Membenahi Tradisi Ilmiah Perguruan Tinggi

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Sosok

Image
News

Tutup Usia, 7 Fakta Penting Romo Gregorius Utomo Pr, Penggerak Pertanian dan Pedesaan Lestari

Image
News

10 Pesona Zita Anjani, Anak Ketum PAN Zulkifli Hasan yang Jadi Waketu DPRD DKI Jakarta

Image
Ekonomi

Pernah Punya Kantor Bocor, 5 Fakta Menarik Pendiri Female Daily Network Hanifa Ambadar