image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Lokataru: 100 Hari Kepemimpinan Jokowi, Tidak Ada Upaya Penyelesaian Masalah HAM dan Korupsi

Faqih Fathurrahman

Image

Direktur Kantor Hukum dan HAM Lokataru Fondation, Haris Azhar | AKURAT.CO/Muslimin

AKURAT.CO, Direktur Eksekutif Kantor Hukum dan HAM Lokataru, Haris Azhar, mengatakan tepat di 100 hari masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo dinilai tidak mampu membuat kebijakan yang signifikan dalam menangani kasus pelangaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Sejak dilantik pada 20 Oktober 2019 lalu, Haris menganggap pemerintahan Jokowi cenderung memburuk dalam menangani pelanggaran HAM karena munculnya kasus-kasus baru.

"Tak ada tanda positif dari kebijakan Jokowi, masih seperti dulu malah cenderung memburuk. Rumusnya gampang, beban pelanggaran HAM, pelanggaran hukum di masa sebelum Jokowi, tidak ada yang diselesaikan Jokowi," kata Haris, di Kejaksaan Agung, Senin (27/1/2020).

baca juga:

Selama Jokowi memimpin, Haris melihat tak ada realisasi yang nampak dalam penyelesaian kasus HAM. Padahal, Jokowi sebelumnya telah membuat beberapa rencana dalam penyelesaiannya.

Haris menilai, 100 hari pemerintahan Jokowi peridoe kedua ini merupakan cerminan dari sisa masa jabatannya. Bisa jadi, sebagai Presiden, Jokowi tak akan memberikan banyak perubahan. 

"Karena kalau lihat grafik lima tahun lalu juga buruk kan. Jadi ke depan juga bakal tetap buruk dan bahkan mungkin akan lebih buruk," tutur Haris.

Seharusnya, Haris menyarankan, presiden menerapkan prinsip yang berani dalam menegakkan hukum. Faktanya, Jokowi kerap menghindar dan tak mau tahu dalam penanganan kasus pelanggaran HAM

"Selama ini kan dia mencla-mencle menyerahkan ke polisi, menyerahkan ke ini, tapi dia seperti kayak nggak mau tahu, dan dia lebih cenderung melindungi pelaku pelanggaran HAM," tegas Haris.

Selain masalah HAM, Haris juga menyoroti masalah penindakan kasus Korupsi selama pemerintahan Jokowi.

Dia menyebut, dengan adanya Undang-undang baru tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), presiden dianggap memfasilitasi para koruptor.

"Biasanya penanganan Korupsi itu dilawan balik sama koruptornya. Tapi jaman Jokowi difasilitasi dengan undang-undang yang baru. Jadi Jokowi sebenernya suporter koruptor," tegas Haris.

Dalam segi pemerataan ekonomi dan menjaga dari kerusakan lingkungan cenderung memburuk. Masalah pemerataan ekonomi ini, harus ditopang dengan penegakan hukum yang optimal.

Tujuannya, untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Bukan melayani investor. 

"Dari sisi kerusakan lingkungan, tanah itu jauh lebih eksesif ya, lebih buruk. Di masyarakat kota itu sudah banyak kejadian. Lalu 100 hari ini muncul Omnibus Law. Kan sebetulnya fasilitas untuk sejumlah undang-undang, RUU yang ditolak pada September, sekarang difasilitasi lewat Omnibus Law itu," tandasnya.[]

Editor: Ridwansyah Rakhman

berita terkait

Image

News

BNPT Sebut Generasi Muda dan Perempuan Masih Rentan Terpapar Paham Radikal

Image

News

PDIB Sebut Tidak Mungkin Wanita Bisa Hamil Saat Berenang di Kolam

Image

News

Instruksi Kejagung, Kejati Papua Barat Stop Sementara Penindakan Kasus Korupsi Jelang Pilkada

Image

News

Survei: Masyarakat Ingin Pilpres dan Pileg pada Pemilu 2024 Dipisah

Image

News

Tengku Zulkarnain: Sekelompok Pembesar Ribut Soal Formula E di Monas, Tapi Diam Soal Rampok Jiwasraya dan Asabri

Image

Gaya Hidup

INFOGRAFIS Pria-Wanita Renang Bersama, Hamil?

Image

News

Survei Indo Barometer: Nama Jokowi Masih Dipilih untuk Jadi Capres 2024

Image

News

Survei PRC: Mayoritas Masyarakat Puas dengan 100 Hari Kerja Jokowi-Ma'ruf

Image

News

Komisioner KPAI Minta Maaf dan Cabut Pernyataan soal Perempuan Bisa Hamil saat Berenang Bersama Laki-laki

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Banjir Surut, Underpass Kemayoran Belum Bisa Dilewati Kendaraan

Kalau bilas atau pembersihan paling satu jam. Setelah dibilas langsung dibuka kembali (lalu lintas kendaraan).

Image
News

Wapres Ma’ruf Amin Minta Umat Islam Kembangkan Cara Berpikir Toleran

Cara berpikir tidak toleran disebutnya sebagai ananiyah, fanatisme kelompok, artinya kelompok ini mengatakan yang benar hanya golongannya.

Image
News

BNPT Sebut Generasi Muda dan Perempuan Masih Rentan Terpapar Paham Radikal

Sekarang yang banyak itu adalah pemuda dan juga kaum perempuan yang pada saat ini kerentanannya itu cukup signifikan.

Image
News

Polisi Tangkap Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu-sabu di Timika

Agustinus Wadanubun ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba di salah satu rumah milik warga, Jalan SP 1 Jalur Selatan Timika.

Image
News

Perkembangan Politik di Malaysia, Anwar Ibrahim Merasa Ada Pengkhianatan Terhadap Pemerintah

Kita dikejutkan dengan perkembangan yang bagi kita satu pengkhianatan karena sudah janji dan sebagainya, maka menyebabkan ada perubahan.

Image
News

Sembilan Orang Tewas Akibat Gempa 5,7 Guncang Turki

Kami sekarang memiliki (data), tidak ada warga yang terperangkap di bawah puing-puing.

Image
News

Survei: TNI Lembaga Negara dengan Tingkat Kepercayaan Publik Tinggi

Ada empat lembaga negara yang memiliki tingkat kepercayaan publik tinggi, yaitu TNI (94 persen), Presiden RI (89,7 persen).

Image
News

Senin Dini Hari, Jabodetabek Diprediksi Akan Diguyur Hujan Lebat

Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 04.30 WIB.

Image
News

Prabowo Jadi Menteri Paling Populer, Dasco: Gerindra Belum Memikirkan Pilpres 2024

Gerindra belum memikirkan Pilpres 2024. Gerindra masih lakukan konsolidasi internal, perkuat partai.

Image
News

BPBD: Banjir Melanda 14 Desa di Karawang Akibat Curah Hujan

Sampai saat ini, petugas masih melakukan evakuasi sekaligus pendataan warga terdampak banjir.

terpopuler

  1. Dianggap Bermain Mata Dengan Bupati Bima, Bawaslu Kabupaten Bima Dilaporkan Ke DKPP dan Bawaslu RI

  2. Ditahan, Tersangka Penyebab Hanyutnya Siswa SMPN 1 Turi Diduga Gagal Paham Manajemen Risiko

  3. Unggah Foto Rumahnya yang Baru Pertama Kali Banjir, Yunarto Wijaya Ngadu ke Anies Baswedan

  4. Polisi Cari Alamat Pemilik Akun Instagram @pedulijakarta

  5. Sonic The Hedgehog Catat Sejarah Sebagai Film Video Games dengan Opening Terbesar

  6. Kontroversi Ucapan Kehamilan di Kolam Renang, Komisioner KPAI: Saya Minta Maaf kepada Publik karena Berikan Statement yang Tidak Tepat

  7. Polsek Metro Menteng Bidik Satu Akun sebagai Tersangka Kasus Rekayasa Keributan di kawasan Sarinah

  8. Cek Ruang Radiologi RSCM, Terawan: Oh Ternyata Sudah Dikeringkan, Kita Sudah Panggil Para Vendor untuk Periksa

  9. Wilder: Petinju Terbaik telah Menang Malam Ini

  10. Sindir Anies Usai Jadi Korban Banjir, Yunarto: Makasih dan Silakan Lanjutkan Tiktoknya Pak, Ditunggu Kata-kata Ajaibnya untuk Menyurutkan Air

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 10 Potret Romantis Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo Bersama Istri

Image
News

Hidup di Kontrakan, 5 Fakta Tak Terduga Naniel Yakin Pencipta Lagu 'Bento' Iwan Fals

Image
News

Pernah Digugat Rp1 Triliun, 5 Fakta Penting Marwan Batubara Orator di Aksi 212