image jamkrindo umkm
Login / Sign Up
Image

Achmad Fachrudin

Presidium JaDI DKI dan Kaprodi KPI Fakultas Dakwah PTIQ Jakarta

Babak Baru Suksesi Wagub DKI

Kolom

Image

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat membuka acara Karnaval Jakarta Langit Biru di kawasan Bundaran Senayan, Jakarta, Minggu (27/10/2019). Selain membuka acara tersebut, Anies Baswedan juga mengikuti konvoi kendaraan listrik dengan rute Bundaran Senayan-Bundaran HI dan kembali lagi ke titik awal. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO, Pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta memasuki babak baru setelah Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera  (PKS) tercapai kesepakatan politik bernomor 18/B/Gerindra-PKS/I/2020. Dalam nota kesepakatan tersebut, kedua partai politik tersebut sepakat mengusulkan Ahmad Riza Patria dari Gerindra dan Nurmasjah Lubis dari PKS kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Selanjutnya, dua nama tersebut akan dikirimkan ke DPRD DKI untuk dilakukan pemilihan dalam suatu rapat paripurna.

Dalam catatan, kursi Wagub DKI sejak 9 Agustus 2019 sudah ditinggalkan pemilik sahnya Sandiaga Salahuddin Uno guna mengadu peruntungan politik sebagai Wakil Presiden di Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Ternyata hasil Pilpres menunjukkan, Sandiaga yang berpasangan dengan Prabowo Subianto sebagai calon presiden, kalah dari kompetitornya Joko Widodo sebagai calon presiden dan KH. Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden. Akibatnya, terjadilah kekosongan Wagub DKI yang demikian lama.

UU No. 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah Pasal 176 mengatur, jika Wagub berhenti karena permintaan sendiri, pengisian kursi Wagub dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD Provinsi. Selanjutnya, pada ayat (2) dari UU No. 10 tahun 2016 disebutkan, partai politik atau gabungan partai politik pengusung mengusulkan dua orang calon Wagub ke DPRD melalui gubernur untuk dipilih dalam rapat paripurna DPRD.

baca juga:

Secara pengaturan, sebenarnya sudah jelas, atau terang benderang. Namun untuk mengeksekusinya, tidak semudah membalikkan kedua belah tangan. Jika mudah, tentu tidak mungkin kekosongan Wagub DKI begitu lama. Selama lebih setahun, DPRD DKI, terutama dari pihak PKS telah berupaya mendesak pimpinan DPRD DKI untuk menggelar rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) untuk membahas draf tata tertib pemilihan Wagub, namun acapkali tidak pernah terwujud Rapimgab tersebut.

Agak aneh memang, rapat sepenting itu acapkali tidak mencapai kuorum. Kemudian beredar spekulasi, ada pihak yang secara sengaja membuat rapat tidak kuorum. Namun bisa saja, karena anggota rapat begitu sibuk dengan agenda lain yang dianggap jauh lebih penting. Padahal untuk kepentingan mensikapi kekosongan dan memahami suksesi Wagub dengan baik dan benar, DPRD DKI sudah melakukan studi banding/kunjungan kerja ke Jambi, Riau hingga Grobogan Jawa Timur.

Batu Krikil

Mungkin karena sudah lama dan letih dengan ‘pergulatan politik’ yang ada, akhirnya partai pengusung dan pemenang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017 tercapai kesepakatan politik. Berbagai kalangan berharap, kali ini seluruh tahapan pengisian kursi kosong Wagub dari mulai pembahasan draf tata tertib, penetapan panitia pemilihan hingga pelantikan Wagub DKI akan lebih cepat dilakukan. Muaranya, paling lambat pada Maret 2020 warga DKI sudah mempunyai Wagub DKI definitif.

Itu harapan publik Jakarta pada umumnya. Boleh dikatakan, publik Jakarta sudah muak dan bosan mencermati berlarut-larutnya proses pemilihan Wagub DKI, dan prilaku sejumlah elit politik di Kebon Sirih. Sebagian warga Jakarta berpendapat, berlarut-larutnya proses pemilihan Wagub DKI lebih mencerminkan kepentingan elit politik, dan tidak ada hubungannya dengan kepentingan rakyat banyak.  Jika elit politik mengklaim berpihak kepada  kepentingan rakyat dan pembangunan Jakarta, mestinya urusan pemilihan Wagub DKI mendapat prioritas untuk segera dilakukan.

Namun demikian, harap maklum namanya saja proses politik. Masalahnya akan selalu ada. Sejumlah batu krikil paska terjadinya kesepakatan politik antara Gerindra dan PKS, diantaranya terkait dengan pembentukan panitia khusus (Pansus) pemilihan Wagub DKI atau penentuan panitia pemilihan (Panlih). Potensi masalahnya terkait siapa yang disepakati menjadi ketua Pansus/Panlih.  Potensi masalah lainnya menanggapi adanya usulan dilakukannya uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test (FPT) terhadap kedua calon wagub: apakah bisa disetujui atau kembali terjadi tang ting tong?

Kemudian terkait dengan mekanisme pemilihan Wagub: apakah dilakukan secara musyawarah-mufakat atau aklamasi atau voting (pemungutan suara) dengan cara tertutup atau voting terbuka. Potensi problem lainnya adalah manakala kedua belah pihak, baik kubu Gerindra maupun kubu PKS, memobilisasi massa atau dukungan untuk datang meramaikan pemilihan Wagub DKI.  Serta sejumlah potensi masalah lainnya yang bisa saja muncul tanpa bisa diprediksi sebelumnya namun bisa menjadi batu sandungan dalam proses suksesi Wagub DKI.

Tugas Wagub

Tugas Gubernur DKI sendiri cukup banyak. Ada tugas yang langsung terkait dengan jabatannya sebagai gubernur, namun ada pula  tugas gubernur sebagai wakil dari pemerintah pusat. Pun demikian tugas Wagub, cukup penting. Selain membantu gubernur, tugas khusus Wagub adalah memimpin jalannya organisasi Badan Narkotika Provinsi (BNP) dan Penanggung jawab dari Tim Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi.

Dalam kontek Jakarta, Wagub DKI mendatang harus mampu memberikan dukungan positif, nyata dan berkualitas atas pelaksanaan 23 program gubernur yang disampaikan di Pilgub DKI 2017. Dari 23 program tersebut sebagian sudah terlaksana dan sebagian lagi on process going. Yang sudah terlaksana diantaranya  pencabutan izin 13 pulau reklamasi di teluk Jakarta, memperluas manfaat KJP Plus, meluncurkan Sistem Integrasi Layanan Kependudukan–SI DUKUN 3 in 1, mengambil alih dan revitalisasi Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, membangun Taman Benyamin Suaeb,  pembangunan MRT, dan sebagainya.

Sementara program yang sudah berjalan dan terus dikembangkan adalah program DP 0 dengan nama SAMAWA (Solusi Rumah Warga); meluncurkan program Jak Lingko sebagai sistem integrasi transportasi yang aman dan nyaman sehingga bus kecil, sedang, besar, MRT, LRT, KRL, tersambung; melaksanakan dan mengembangkan terus program OKE OCE, dan lain sebagainya.  

Jangan lupa pula, Jakarta masih tengah menghadapi problem laten yang harus terus menerus mendapat perhatian serius dan dicarikan solusi efektif. Yakni: ihwal kemacetan lalu lintas, banjir, penanganan kawasan kumuh, pedagang kaki lima dan sebagainya. Problem Jakarta ke depan akan makin kompleks, termasuk akibat kebijakan pemerintah pusat yang akan memindahkan ibukota Jakarta ke Kalimantan Timur. Karenanya,  posisi dan tugas Wagub DKI menjadi sangat urgen, strategis dan signifikan.

Riza atau Nurmasjah?

Sesuai dengan kesepakatan antara Gerindra dan PKS, dua orang kader terbaiknya yakni: Ahmad Riza Patria dan Nurmansjah Lubis sudah disampaikan kepada Gubernur DKI Anies Baswedan. Jika tidak aral melintang, selanjutnya kedua nama tersebut segera akan disampaikan ke pimpinan DPRD DKI untuk kemudian diproses dan dipilih oleh DPRD DKI dalam suatu rapat paripurna yang demokratis, transparan dan akuntabel. Dan yang tidak kalah pentingnya terjauh dari politik dagang sapi, politik uang atau politik transaksional.

Terkait dengan hal terakhir, DPRD DKI harus menjadi bencmarking. Sebelum dilaksanakan Pemilihan Langsung Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, kritik pedas banyak dialamatkan kepada model Pemilihan Tidak Langsung karena ditengarai banyak terjadi politik uang yang melibatkan anggota DPRD. Dengan Pemilihan Wagub DKI  melalui pemilihan tidak langsung (DPRD DKI), politisi Kebon Sirih harus membuktikan secara nyata tidak akan terjadi politik uang. Jika hal ini dapat dilaksanakan, mungkin model pemilihan melalui DPRD  akan menjadi preseden dan bahan pertimbangan dalam revisi UU Pemilu atau Pilkada di masa depan.

Terkait dengan kandidasi, diketahui calon Wagub DKI Nurmansjah Lubis pernah menjadi anggota DPRD DKI periode 2004-2009 dan 2009-2014 dari fraksi PKS. Nurmansjah juga pernah menjadi Ketua Komisi Legislasi Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS (2005-2010) dan Ketua Komisi Kebijakan Publik dan Kajian Stategi MPW PKS periode 2010-2015. Sementara Ahmad Riza Patria dikenal politisi sukses yang menjadi anggota DPR sejak 2014–2019 dan 2019-2024, dan berpengalaman di dunia organisasi profesi maupun kepemudaan seperti: HKTI, ICMI, KNPI, Menwa, HMI dan sebagainya.

Tidak mudah memang mencari sosok yang sempurna atau ideal karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Namun sebagai manusia yang dibekali akal sehat, ikhtiar mendekatkan kepada  mencari pilihan pemimpin ideal, harus dilakukan. Dalam hal ini, DPRD DKI dituntut untuk lebih mengedepankan akal sehat dengan memilih Cagub DKI yang sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan Pemda DKI/Gubernur DKI, DPRD DKI serta masyarakat Jakarta. Bukan sekadar mendahukan kepentingan subyektif anggota DPRD DKI, terlebih lagi hanya kepentingan sektoral PG dan PKS.  

Itulah sebabnya, para wakil rakyat yang terhormat itu harus lebih banyak lagi melakukan public hearing kepada berbagai elemen dan komponen masyarakat terkait dengan calon Wagub DKI yang ada. Berdasarkan penyerapan aspirasi masyarakat tersebut kemudian dilakukan tracking menyangkut kapasitas, integritas, dan rekam jejak dua calon Wagub DKI. Baru kemudian menentukan pilihannya di rapat paripurna DPRD DKI nantinya. Dengan cara demikian, diharapkan Wagub DKI mendatang bakal mampu berkontribusi signifikan dalam mewujudkan visi  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memajukan kota Jakarta dan membahagiakan warganya.[]

 

 

 

 

 

 

 

           

 

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Kolom

Politik Dinasti, Oligarki dan Anomali Demokrasi

Image

News

Kolom

Menanti Kebangkitan PPP

Image

News

Kolom

Paska Penolakan Pemulangan Mantan ISIS

Image

News

Formula E yang Jadi Rame

Image

News

Kolom

Tantangan Internal PAN dan Kekacauan Politik Nasional

Image

Ekonomi

Kolom

Kambing Hitam Seretnya Pertumbuhan Ekonomi

Image

News

Kolom

Negara Sandiwara

Image

News

Kolom

Jebakan Tahta, Harta dan Wanita

Image

News

100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

100 Hari Jokowi-Ma’ruf yang Tak Meyakinkan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Menteri PUPR: Atasi Banjir di Bekasi Butuh Rp4,4 Triliun

Basuki mengakui ada sejumlah perumahan yang memang cekung sehingga akan selalu didatangi banjir.

Image
News

Warga Perumahan Bumi Nasio Indah: Setiap Hujan Pasti Banjir

"Air mulai masuk ke rumah kami pukul 03.00 WIB, dan sejam kemudian air sudah meluap hingga mencapai dua meter."

Image
News

PJI Gugat UU Jabatan Notaris ke MK

Pasal tersebut mengatur jaksa atau hakim harus meminta persetujuan Majelis Kehormatan Notaris untuk menghadirkan notaris dalam pemeriksaan.

Image
News

Golkar - PKS Bahas Kerja Sama Pilkada 2020 Hingga RUU Omnibus Law

Ini merupakan pertemuan silaturahmi yang sudah beberapa waktu yang lalu direncanakan.

Image
News

Ma'ruf Amin Minta Bawaslu Jaga Kepercayaan Publik

"Salah satu indikator kesuksesan pemilu dipengaruhi oleh fungsi pengawasan yang profesional. Bawaslu bisa melakukan hal tersebut"

Image
News
Wabah Corona

Kasus Makin Meroket, Wakil Menteri Kesehatan Iran Positif Terjangkit Virus Corona

Salah satu pejabat top Iran telah dikonfirmasi terinfeksi virus corona baru atau COVID-19

Image
News
Kasus Jiwasraya

Dirut Jasa Capital Kembali Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Jiwasraya

"20 orang saksi yang diperiksa pada hari ini, hampir semua merupakan pemeriksaan tambahan dan atau lanjutan dari pemeriksaan sebelumnya"

Image
News

Sadis, Tidak Terima Utangnya Ditagih, Seorang Seniman Pukul IRT 58 Tahun dengan Gergaji

Korban mengalami luka robek di bagian kepala.

Image
News

Raja Arab Saudi Jamu Pendeta Yahudi dari Israel untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah

Image
News

Luncurkan IKP, Bawaslu Harap Pemangku Kepentingan Dapat Bekerjasama dengan Baik

"Peningkatan pelayanan harus dilakukan untuk memastikan akurasi data pemilih dan partisipasi masyarakat"

terpopuler

  1. Kisah Para Malaikat Tak Bersayap Selamatkan Puluhan Siswa di Tragedi Susur Sungai Sempor

  2. Kisah Saima Chowdhury, Vlogger Inggris yang Populerkan Fenomena Anti-Mainstream Hijab Cosplay

  3. Viral Ingin Bunuh Diri karena Dibully, Quaden Bayles Diundang jadi Penonton Istimewa Pertandingan Rugby

  4. Baru Mundur dari Jabatan PM, Mahathir Langsung Hengkang dari Partai BERSATU

  5. Anies Pamer Foto Saat Tinjau Banjir, Warganet Minta Solusi: Tunggu Air Masuk ke Tanah, Lama Pak!

  6. IndiHome Resmi Kenalkan Layanan IndiHome Lite Dengan Harga Langganan yang Terjangkau

  7. Lama Hilang dari Layar Kaca, 10 Potret Ivan Permana dan Istri yang Harmonis Abis

  8. 5 Fakta Vera Dijkmans, Putus Sekolah hingga Dilamar 50 Pria Setiap Hari

  9. Liga 1 Belum Dimulai, Bhayangkara Sudah Protes

  10. Kejagung Tanggapi Dugaan Keterkaitan Bakrie Grup dengan Mega Korupsi Jiwasraya

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Politik Dinasti, Oligarki dan Anomali Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

Tewas Saat Luncurkan Roket Buatannya, Ini 6 Fakta Menarik Penganut Bumi Datar Mike 'Mad' Hughes

Image
Ekonomi

7 Fakta Menarik Ryan Angkawijaya, Sukses Raup Omzet Rp250 Juta Per Bulan dari Arum Manis

Image
News

Masuk 30 Under 30 Forbes, 10 Pesona Cucu Luhut Pandjaitan Faye Simanjuntak