image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Praktisi Hukum Sebut Para Pendiri Sunda Empire Bisa Dijerat Pidana

Deni Muhtarudin

Image

Sunda Empire bikin heboh. | Istimewa

AKURAT.CO, Para pendiri Sunda Empire dinilai bisa dijerat dengan Undang-Undang 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Hal itu diungkapkan wanita yang berprofesi sebagai pengacara yang juga Ketua Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI), Riri Purbasari Dewi, saat menanggapi viralnya kemunculan Sunda Empire baru-baru ini.

Sebagai orang Sunda, Riri mengaku malu dengan tingkah laku yang dipertontonkan oleh kelompok Sunda Empire.

baca juga:

"Sebagai warga Sunda, saya sangat malu karena Sunda dikait-kaitkan dengan sebuah Empire yang sama sekali tidak memiliki dasar Hukum dan tidak ditunjang oleh hasil kajian ilmiah akademis apapun," ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima AKURAT.CO, Jakarta, Minggu (26/1/2020).

Riri merasa terganggu dengan berbagai pernyataan yang dikeluarkan oleh kelompok Sunda Empire, yang menurutnya tidak sesuai dengan logika dan akal sehat.

"Menurut saya ini adalah sebuah pembodohan. Dan pembodohan, apa-pun bentuknya, adalah pengkhianatan terhadap Proklamasi Kemerdekaan RI 1945. Bukankah salah satu amanat Proklamasi Kemerdekaan RI adalah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa?," ujarnya.

Namun demikian, Riri mengatakan, sebagai seorang insan Hukum dirinya menyadari bahwa Polri tidak bisa begitu saja menjerat pihak yang menyebarkan kebodohan atau berita bohong.

"Harus ada pasal Pidana perundangan sebagai dasar Hukum setiap tindakan Polri. Saya yakin, saat ini Polri masih memutar otak mencari pasal Pidana apa yang bisa digunakan untuk menjerat pihak Sunda Empire," katanya.

Riri menjelaskan, selama belum ada laporan kerugian dari masyarakat, maka akan sulit bagi Polri untuk mengambil langkah Hukum terhadap para deklarator dan pendiri Sunda Empire. Namun demikian, menurut Riri, sebenarnya banyak celah Hukum yang bisa digunakan Polri untuk menjerat Sunda Empire.

"Tapi, Sunda Empire tidak boleh dibiarkan begitu saja. Harus segera ada tindakan Hukum kepada mereka. Kalau dibiarkan, dikhawatirkan masyarakat akan menjadi apatis terhadap para penegak Hukum. Dan yang lebih parah lagi, ini akan jadi preseden buruk, sehingga berpotensi akan ditiru dan diulangi di kemudian hari, ada beberapa celah yang saya temukan untuk menjerat mereka," ungkapnya.

Riri berharap, Polri harus segera mengambil tindakan terhadap kelompok Sunda Empire. Lantaran, menurutnya, ada satu dugaan kejahatan Pidana Sunda Empire, yang tampak jelas di depan mata.

"Dalam beberapa video dan foto petinggi Sunda Empire, kita bisa melihat di lengan kanan jas, ada terpasang sebuah badge bendera Merah Putih yang di atasnya ditambahi sebuah gambar. Juga kita bisa lihat di spanduk yang dibentangkan beramai-ramai oleh para anggota dan petinggi Sunda Empire dalam sebuah acara di Bandung," ujarnya.

Riri mengatakan perbuatan itu dilarang oleh Undang-Undang (UU) 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

"Ingat loh, menurut UU Nomor 24 Tahun 2009, Pasal 24 huruf D, Setiap orang dilarang mencetak, menyulam dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara," katanya.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

Olahraga

Pesepak Bola Amatir di Eropa Dilarang Bermain 5 Tahun karena Gigit Penis Lawan

Image

News

Hukuman Mati untuk Pengedar Narkoba Dinilai Masih Tepat

Image

Olahraga

Pengaturan Pertandingan

Satgas Antimafia Bola Tetap Antisipasi Pengaturan Pertandingan di Liga 1

Image

Olahraga

Liga 1 Indonesia 2020

Iwan Bule Pastikan Kompetisi 2020 Berjalan Sesuai Jadwal

Image

Olahraga

Piala Gubernur Jatim 2020

Kericuhan Suporter Persebaya-Arema Jadi Catatan Khusus PSSI

Image

Olahraga

PSSI

Jelang Dimulainya Kompetisi, PSSI dan Polri Gelar Rakor

Image

News

DPR Minta Mabes Polri Tangkap Buronan Kasus PT TPPI

Image

News

Anggota DPD RI Minta Kapolri Turun Tangan Soal Penanganan Perkara di Polrestabes Makassar

Image

News

Mabes Polri Kaji Wacana Mahfud MD Soal Dihilangkannya Proses Penyelidikan di Polsek

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

KPK Eksekusi Terpidana Penyuap Bupati Muara Enim Nonaktif

KPK telah melaksanakan eksekusi terpidana atas nama Robi Okta Fahlevi di Lapas Kelas 1 Palembang

Image
News

Dana Daerah Masih Banyak Mengendap, Presiden: Jangan Ulangi di 2020!

Uang yang berada di bank-bank daerah di mana APBD itu disimpan masih di angka Rp220 triliun sehingga tidak memengaruhi ekonomi daerah.

Image
News

Demokrat Minta Pimpinan DPR Proses Usulan Pansus Jiwasraya

Kami berharap agar usulan pembentukan Pansus Jiwasraya yang sudah diterima pimpinan DPR betul-betul diproses

Image
News

Mahfud MD Bantah Penataran P4 Akan Dihidupkan Kembali

Enggak ada yang bilang akan menghidupkan penataran P4

Image
News

Fraksi Nasdem Tolak RUU Ketahanan Keluarga

RUU Ketahanan Keluarga semestinya tidak tendensius

Image
News

Tiba di Riau, Presiden Tinjau Posko Penanganan Karhutla

Jokowi tinjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau

Image
News

Warga Bandung yang Sudah Punya Suket Diminta Segera Cek KTP-el Tercetak

Dokumen tersebut semuanya terdapat barcode sehingga tidak perlu legalisir atau tidak bisa dipalsukan.

Image
News

Wapres Ma'ruf Amin Larang Pernikahan Dini Untuk Cegah Stunting

Pernikahan dini juga kalau dari segi undang-undang tidak boleh

Image
News

Meski Tak Sering, BMKG Sebut Hujan dengan Intensitas Tinggi Masih Terjadi Selama Februari 2020

Menurutnya, hujan pada tahun ini sempat beberapa kali terjadi dengan intensitas yang cukup tinggi.

Image
News

Komisaris PT Sekawan Inti Pratama Renir Abdur Rohman Jadi Tersangka di Dua Kasus Korupsi

Kasus tersebut diduga merugikan negara lebih dari Rp600 miliar.

terpopuler

  1. Bunga Citra Lestari Menangis Histeris Saat Tahu Ashraf Ternyata Donatur Tetap Yayasan Anak Yatim

  2. Anggota DPD RI Minta Kapolri Turun Tangan Soal Penanganan Perkara di Polrestabes Makassar

  3. Tengku: Berantas Mega Korupsi, Siapkan Diri Anda Ikuti Aksi 212

  4. 5 Sikap Rasulullah kepada Istrinya, Pedoman Mencapai Rumah Tangga Harmonis

  5. Diguyur Hujan, Jakarta Banjir Lagi

  6. Istri Menikah Lagi Setelah Suaminya Meninggal, Begini Pandangan Islam

  7. Fraksi PDIP Dilarang Jadi Ketua Panlih Wagub Pengganti Sandiaga Uno

  8. KPK Didesak Usut Sejumlah Kasus Dugaan Korupsi di Pemkot Makassar

  9. Jarang Tersorot, 10 Potret Hangat Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana Bersama Keluarga

  10. 5 Potret Ini Bukti Timnas Rezim Shin Tae-yong Digenjot dengan Latihan Keras

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
Iptek

Penemu Konsep Copy-Paste, Larry Paster Meninggal Dunia

Image
News

8 Potret Kompak Prabowo Subianto dan Sakti Wahyu Trenggono Jamu Tamu dari Negara Sahabat

Image
News

Hapus UN hingga Bayar SPP Pakai GoPay, 5 Kebijakan Nadiem Makarim Ini Curi Perhatian Publik