image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Kepastian Hukum Disebut Sebagai Salah Satu Cara dalam Meningkatkan Investasi

Deni Muhtarudin

Image

Ilustrasi | AKURAT.CO/Luqman Hakim Naba

AKURAT.CO, Wujud nyata dalam meningkatkan iklim Investasi yakni dengan cara memberikan kepastian Hukum, Keamanan dan fasilitas yang lengkap.

Founder President University, Setyono Djuandi Darmono, mengungkapkan bahwa lambatnya ekonomi global membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2019 lalu hanya bisa mencapai angka 5 persen.

"Hal itu karena melambatnya perdagangan dan Investasi, ditambah industri manufaktur yang merupakan sektor paling berkontribusi dalam perekonomian domestik juga mengalami penurunan," ungkapnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

baca juga:

Menurut Setyono, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia menilai bahwa tren perlambatan global untuk perdagangan dan pertumbuhan ekonomi akan berlanjut pada 2020. Artinya, target pertumbuhan ekonomi yang diincar Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sebesar 6-7 persen akan menghadapi jalan terjal.

"Namun tidak usah cepat cemas. Dengan pasar yang besar, Indonesia masih akan menjadi daya tarik bagi investor asing untuk berinvestasi. Capaian 6-7 persen sebenarnya masih sangat mungkin. Hanya saja perlu adanya gebrakan," ujarnya.

Untuk itu, Setyono mengatakan, pemerintah harus mempercepat reformasi yang signifikan guna meningkatkan iklim Investasi. Menurutnya, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengembangkan kawasan industri yang ada saat ini. Sektor industri manufaktur merupakan sektor yang paling berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Wujud nyata langkah tersebut adalah dengan memberikan kepastian Hukum, Keamanan serta fasilitas yang lengkap. Contoh negara yang berhasil menerapkan ini adalah Singapura," katanya.

Setyono menjelaskan, negara yang dijuluki Kota Singa itu bisa berhasil karena mampu memberikan kepastian Hukum, Keamanan dan fasilitas yang lengkap kepada para pelaku Usaha.

"Singapura membangun negaranya sedemikian megah dan nyaman bagi para wisatawan yang secara tak langsung memperlihatkan bahwa Singapura aman, tertib dan menjanjikan," ungkapnya.

Setyono menilai, Singapura sudah seperti giant shopping mall, megah, aman dan membuat pengunjung betah berlama-lama untuk berada di sana. Walaupun nyatanya serba mahal, namun pelayanannya membuat aman dan nyaman. Mulai dari toilet, restoran, pramugari, sistem pembayaran sampai parkir. Bahkan, tenant atau penyewa toko, seperti restoran dan perkantoran pun terjamin fasilitasnya.

"Mulai dari listrik, air bersih, perawatan dan Keamanan dan jaminan jumlah pengunjung karena ada manajemen yang mengelola dan mempromosikan mal secara terus menerus," ujarnya.

Menurut Setyono, kawasan industri juga tak beda dengan giant shopping mall, karena kawasan industri juga butuh kepastian Hukum dengan adanya regulasi, sehingga memberi kenyamanan pada tenant, penghuni perumahan dan daerah komersil.

"Untuk bisa menjamin Keamanan dan kenyamanan bagi para investor, sebaiknya pemerintah membantu penyediaan fasilitas tersebut, seperti air bersih, gas, sarana telekomunikasi meliputi fiber optic dan layanan cepat selama 24 jam atau dalam apa yang disebut one stop service," katanya.

Setyono menegaskan, kawasan industri bisa dikatakan berhasil jika kawasan industri yang memiliki tujuh infrastruktur dasar, yaitu dekat dengan pelabuhan besar seperti Tanjung Priok untuk mengangkat barang ke kawasan industri atau dari kawasan industri ke pelabuhan, bandara yang sibuk seperti Soekarno Hatta untuk melengkapi pengangkutan barang maupun manusia dengan cepat, ketersediaan listrik, air yang melimpah, jaringan telekomunikasi, gas yang mencukupi kebutuhan industri dan jalan tol yang menghubungkan dengan bandara.

"Dialog yang menghadirkan akademisi atau konsultan bisa menghabiskan project yang visible sekaligus regulasi yang menguntungkan bagi pengusaha dan daerahnya," ungkapnya.

Setyono menyebutkan, dialog ini bisa dilakukan di kantor Bupati, Wali Kota, atau Gubernur yang diprakarsai Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) atau universitas.

"Tujuannya, untuk bersama-sama bergotong royong menarik investor asing datang ke daerahnya. Tentu, hal ini membutuhkan peran pemerintah provinsi dan pusat untuk menyetujui adanya regulasi yang khusus, karena kemungkinan berlawanan dengan regulasi dari pemerintah pusat," ujarnya.

Menurut Setyono, jika kita bisa memberi kepastian Hukum, Keamanan, kenyamanan dan memenuhi infrastruktur dasar, hal itu akan menumbuhkan minat bagi pengelola kawasan industri atau pengusaha untuk membangun kawasan industri di daerahnya.

"Kita bisa mengambil contoh dari kawasan industri di Jawa Barat. Pembangunan kawasan industri di Jawa Barat yang dimulai Cikarang, Bekasi, Karawang, telah menghasilkan jutaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang perkirakan di atas 15 persen selama 30 tahun terakhir. Dan sampai sekarang, Jawa Barat merupakan kontributor terbesar dalam pertumbuhan produk domestik bruto Indonesia dari segi manufaktur," katanya.

Setyono menambahkan, jika semua kawasan industri yang ada di Indonesia infrastruktur dasarnya lengkap dan peraturannya menguntungkan pengusaha, maka investor asing akan berdatangan.

"Karena 'gula-gulanya' sudah banyak dan terpencar rata sampai keluar pulau Jawa. Saya yakin kalau cara ini dilakukan, saya optimis bahwa pertumbuhan ekonomi kita tak hanya bisa menyentuh angka 6 persen, melainkan 7 persen," ungkapnya.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Ungkap Keberadaan Nurhadi, IPW Desak Polri Periksa Kuasa Hukumnya Maqdir Ismail

Image

Ekonomi

Bos Asabri Gandeng Polri Tagih Utang Investasi ke Heru Hidayat dan Bentjok!

Image

News

Hukum Memejamkan Mata Ketika Salat demi Kekhusyukan

Image

News

Hukum Menelan Sisa Makanan Saat Salat

Image

News

Fachrul Razi: Tidak Boleh Lagi Ada Korupsi di Lingkungan Kemenag!

Image

News

Hukum Perempuan Menjadi Imam Salat

Image

News

Yasonna Sebut RUU Ciptaker Upaya untuk Mengentaskan Pengangguran

Image

News

Kandungan Penggalan Ayat "Allah Tidak Akan Mengubah Nasib Suatu Kaum Kecuali Mereka Sendiri yang Mengubahnya"

Image

Gaya Hidup

Kampanye #BeraniCuan Ajak Milenial Jadikan Investasi Sebagai Gaya Hidup

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Yudian Sibuk Jadi Kepala BPIP, Ijazah Wisudawan UIN Sunan Kalijaga Jogja Telat

Salah seorang wisudawan mengaku, ia diminta tetap menunggu meski tak mendapat keterangan lebih lanjut sampai kapan.

Image
News

Surat Rekomendasi dari Anies Dinilai Bodong, Ketua DPRD Minta Setneg Batalkan Gelaran Formula E di Monas

Saya datang kan ke Setneg, ternyata rekomendasinya enggak libatkan TACB.

Image
News

Ferdinand: Sudah Saatnya Anak Muda Tampil Maju Benahi Kota Solo, Ayo Mas Gibran Maju Terus!

"Solo ini macetnya luar biasa ternyata sekarang," kata Ferdinand.

Image
News

Kisruh Revitalisasi TIM, Gerindra Minta Anies Penuhi Panggilan DPR RI 

“Saya mengatakan (Jakpro) kurang intens komunikasinya kepada para seniman,” kata Syarif.

Image
News

BMKG: Waspadai Potensi Gelombang Tinggi Hingga Empat Meter di Perairan Maluku

Tinggi gelombang serupa, juga bisa terjadi di perairan laut Sermata sampai Leti hingga Kepulauan Babar dan laut Arafuru.

Image
News

Anies, Ganjar dan Ridwan Kamil Main Tik Tok, Netizen: Ketawa Nggak Berhenti

Ketiganya hadir sebagai bintang tamu acara Mata Najwa.

Image
News

Hilang Kendali, Truk Terperosok di Tol Jakarta-Tangerang

Ini diduga ada kendaraan yang hendak menyalip

Image
News

Tsamara Kritisi Draf RUU Ketahanan Keluarga: Kewajiban Suami Istri Tergantung Kesepakatan bukan Aturan Negara

RUU kontroversi.

Image
News

Sempat Dipermasalahkan, Pengadilan Swiss Putuskan Logo Miras Jagermeister Bukan Penghinaan Terhadap Agama Kristen

Pengadilan Swiss memutuskan bahwa gambar salib yang ada pada logo minuman keras Jagermeister bukanlah penghinaan terhadap agama Kristen

Image
News

Jadi News Anchor Wanita Pertama, Begini Kisah Lee So-jeong Dobrak Budaya Patriarki Korsel

Sebelum menjadi pembawa acara berita wanita pertama, Lee berupaya keras mendobrak sistem serta budaya kental patriarki di lingkungannya.

terpopuler

  1. Status Transgender Dibongkar Lucinta Luna, Ini Malapetaka yang Menimpa Keluarga Gebby Vesta

  2. 5 Meme Lucu Kekalahan Liverpool dari Atletico, Bikin Haters Seneng

  3. Kejagung Koordinasi dengan Korlantas Polri Blokir Semua Plat Nomor Kendaraan Milik 6 Tersangka Kasus Jiwasraya

  4. Anies Ogah Keluar Ruangan, Massa Marah Dan Terobos Pagar Balai Kota

  5. Viral, Puluhan Pengendara Motor Terjebak Macet Dalam Taman Makam Menteng Pulo

  6. Tak Percaya Ashraf Sinclair Telah Tiada, Bunga Citra Lestari: Saya Masih Shock

  7. Datang ke Pemakaman Ashraf Sinclair, Ini yang Disampaikan Ariel NOAH

  8. Kini Menetap di Kanada, 10 Potret Terbaru Cut Memey yang Makin Terlihat Awet Muda

  9. Usai Diotopsi, Karen Idol Masukan Permen Hingga Baju ke Liang Lahat Makam Putrinya

  10. Calonkan Diri Jadi Wakil Bupati Pohuwato, Vicky Prasetyo Ngaku Punya Pengalaman Ceramah

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Image
Achmad Fachrudin

Paska Penolakan Pemulangan Mantan ISIS

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
News

Hapus UN hingga Bayar SPP Pakai GoPay, 5 Kebijakan Nadiem Makarim Ini Curi Perhatian Publik

Image
News

Jarang Tersorot, 10 Potret Hangat Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana Bersama Keluarga

Image
Ekonomi

Pernah Rugi Rp100 Juta di Usia 18 Tahun, Ini 9 Fakta Menarik Valentina Meiliyana, Pemilik Sepatu Selkius Maxwell