image
Login / Sign Up

Dianggap Bohong Soal Keberadaan Harun Masiku, Puluhan Akademisi Buat Petisi Desak Jokowi Copot Menkumham Yasonna

Dian Rosmala

Image

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly | AKURAT.CO/Wean Guspa Upadhi

AKURAT.CO, Sejumlah akademisi tanah air meminta Presiden Joko Widodo mencopot Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly dari jabatannya karena diduga ikut menutupi keberadaan politisi PDIP Harun Masiku. 

Harun Masiku merupakan tersangka dalam kasus suap yang menjerat Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Harun diduga memberi suapa kepada Wahyu agar diloloskan sebagai anggota DPR terpilih melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW). 

Hingga kini, Harun masih bersatus buron oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia diketahui pergi ke luar negeri pada tanggal 6 Januari 2020, tepatnya dua hari sebelum penangkapan Wahyu Setiawan pada tanggal 8 Januari 2020 di bandara Soekarno Hatta. 

baca juga:

Menurut Yasonna, hingga beberapa hari pasca ditetapkan sebagai tersangka, Harun masih berada di luar negeri. Namun, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan media Tempo, Harun ternyata sudah masuk ke Indonesia pada tanggal 7 Januari, tepatnya sehari sebelum KPK menangkap Wahyu. Tempo berhasil mengungkap fakta tersebut melalui video hasil rekaman cctv di Bandara Soekarno Hatta. 

Hasil investigasi Tempo tersebut diperkuat oleh pengakuan istri Harun, Hildawati Jamrin bahwa suaminya sudah pulang ke tanah air sejak 7 Januari. Tak hanya itu, belakangan Direktorat Jenderal Imigrasi juga mengakui bahwa Harun masuk ke Indonesia tanggal 7 Januari, meski sebelumnya sempat satu suara dengan Yasonna. 

View this post on Instagram

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly meminta maaf kepada warga Tanjung Priok terkait pernyatannya yang diduga menyinggung warga pesisir Jakarta Utara itu. -- Ia berharap, dalam penyampaian sikapnya didepan awak media dapat menyatukan hati sebagai sesama anak bangsa demi membangun bangsa ini lebih baik dan maju. -- "Perkembang penafsiran yang berbeda di media massa dan publik luas sehingga saudara-saudara saya yang ada di Tanjung Priok maka saya menyampaikan permohonan maaf," kata Yassona saat konferensi pers di gedung Dirjen Imigrasi KemenkumHAM, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020). -- "Ketimbang kita mencari soal-soal, sehingga semua masyrakat bisa dapat dirugikan oleh karena perdebatan-perdebatan yang justru memicu kerancuan-kerancuan yang tidak perlu waktu," imbuhnya. -- Ia juga berharap, permintaan maafnya dapat menyelesaikan perdebatan yang ia nilai justru menimbulkan kerancuan. -- "Saya berharap setelah konferensi pers ini kita dapat kembali menyatukan hati dan diri kita sesama anak bangsa untuk membangun bangsa ini," ungkap Yasonna. . Naskah: Oktaviani #Akuratco #BeritaTerkini #BeritaPilihan #InfoTerkini #Berita #JakartaHariIni #Aksi #UnjukRasa #Demo #Menkumham #YasonnaLaoly #TanjungPriok #Aksi221 #Jakarta #Indonesia #Trending #TrendingTopic #Viral #Instagram #InstaLike #Like4Like

A post shared by AKURATCO (@akuratco) on

Pernyataan Yasonna itulah yang dianggap oleh banyak pihak bahwa dia melakukan kebohongan publik. Hal ini pula yang mendorong sejumlah akademisi mendesak Presiden Jokowi melalui petisi online change.org untuk mencopot Yasonna dari jabatan Menkumham. 

Berikut pernyataan sikap sejumlah akademisi dalam sebuah petisi pencopotan Yasonna Laoly:

PRESIDEN JOKOWI, BERHENTIKAN Yasonna Laoly KARENA KEBOHONGAN PUBLIK TENTANG HARUN MASIKU

Kami sebagai kumpulan warga negara yang peduli pada perang melawan korupsi meminta Presiden Jokowi memberhentikan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly, karena kasus kebohongan publik bahwa tersangka korupsi Harun Masiku berada di luar negeri sejak 6 Januari 2019.

Kini diakui oleh pihak imigrasi bahwa Harun sudah kembali ke Indonesia pada 7 Januari.

Ditjen Imigrasi menyatakan bahwa kesalahan informasi yang disampaikan Yasonna terjadi karena adanya keterlambatan dalam pemrosesan data perlintasan, sehingga imigrasi Indonesia terlambat mengetahui bahwa Harun sudah berada di Indonesia pada 7 Januari 2019.

Penjelasan Ditjen Imigrasi ini jelas terasa mengada-ada.

Yasonna sampai tanggal 16 Januari masih menyatakan Harun masih berada di luar negeri.  "Pokoknya belum di Indonesia," kata Yasonna.

Harun  dijadikan tersangka karena diduga menyuap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebesar Rp 600 juta.

Kini Harun Masiku berstatus buron.

Menkumham harus bertanggungjawab atas kasus ini. Dia adalah orang yang dipercaya Presiden Jokowi untuk menjaga kewibawaan dan penegakan hukum di negara ini.

Presiden Jokowi harus bertindak tegas agar menjaga kepercayaan publik pada wibawa pemerintah dan penegakan hukum.

Karena itu, melalui petisi ini, kami mendesak Presiden Jokowi memberhentikan Yasonna Laoly dari jabatannya sebagai Menkumham. 

Dukung dan sebarkan petisi ini!

Petisi ini diinisiasi oleh sejumlah akademisi dari berbagai universitas, antara lain: 1. Ade Armando (Universitas Indonesia), 2. Goenawan Mohamad (Sastrawan) 3. Anton Miharjo (Warga) 4. Saiful Mujani (Dosen FISIP UIN Jakarta) 5. Syamsul Alam Agus (Yayasan Satu Keadilan) 6. Tafta Zani (Warga) 7. Rasidi Bakri. SH. LLM ( Lawyer di Palu) 8. Syarif Hidayat (Yayasan Dian Rakyat Indonesia) 9. Saidiman Ahmad (SEJUK) 10. Rudi Kartasasmita (Warga Bogor) 11. Cania Citta Irlanie (Alumni UI) 12. Luthfi Assyaukanie (Akademisi) 13. Irwan Amrizal (Warga Jakarta Barat) 14. Jim R. Tindi (Gerakan Rakyat Anti Korupsi Sulawesi Utara) 15. T. Muhammad Jafar (Warga Aceh) 16. Tati Wardi (Dosen UIN Jakarta) 17. KAMALUDDIN PANE SH, MH ( advokat Medan ) 18. Sirojudin Abbas (Warga Tangsel) 19. Andre Baharamin (Antropolog, Penulis) 20. Karmin Lasuliha ( Warga Papua). 21. A. Ali ( Warga Jakarta) 22. Iwan Salassa ( Warga Bulukumba) 23. Bowo Usodo ( Warga. Podcaster) 24. Sinam Sutarno ( Aktivis Media Komunitas).  25. Dahlan Jafar. Mpd ( Akademisi Unv Bumi Hijarah, Malut). 26. Baharudin Pitajali (KIPP-Sulut) 27. Uday Suhada (ALIPP-Banten) 28. Muhlis Yusuf (Warga Makasar) 29. Muhammad Ansari (Warga Maluku) 30. Vivin Sri Wahyuni (Alumni UI, Srikandi Indonesia) 31. Henry Selang (Warga Gorontalo) 32. Rustam Ade (NUKU Foundation Institute-Malut)  33. Yardi Harun (Netfid) 34. Falen D Kandou (Aktivis Sulut) 35. A. Rifki (Warga Jakarta Timur) 36. Benny Rhamdani ( Warga Sulut) 37. Alex Sartono (Aktivis Sulut)  38. Suci Fitriah (Alumni UIN Jakarta- Aktivis Perempuan) 39. Pitres Sombowadile (Pusat Kebijakan Alternative, Manado) 40. Tessa Tambunan ( Warga Jakarta . Pendukung Jokowi). 41. Fahrul Pasambuna A. ( Warga Depok ). 42. Andi Syafrani (Tim Kuasa Hukum Jokowi Ma'ruf dlm Sengketa Pilpres 2019 di MK/Dosen FSH UIN Jkt). 43. Teddy Ardianto(Warga Sidoarjo) 44. DR. Ade Yamin ( Akademisi Miftahul Muluk, Papua) 45. Nur Iman Subono (Dosen FISIP UI) 46. Iswin Arizal (Wartawan, Warga Sidoarjo) 47. Ray Rangkuti ( Lingkar madani) 48. Riswan Lapagu. SH ( Praktisi/aktivis anti korupsi Depok) 49. Muhammad Alfan (UIN SGD Bandung) 50. Abidah Setyowati (akademisi) 51. Dorita Setiawan (akademisi) 52. Hanum Tyagita (guru)

Editor: Dian Rosmala

berita terkait

Image

News

Ketua KPU Blak-blakan Soal Pertemuannya dengan Harun Masiku

Image

News

Wabah Corona

Gelar Rapid Test Covid-19 Bagi Wartawan, Yasonna Laoly: Pekerja Media Juga di Garda Depan

Image

News

Cepat Jadi UU, Pemohon Gugatan Sebut Perppu 1 Tahun 2020 Bercampur Logika Politik

Image

News

Hakim Pertanyakan Status Perppu 1/2020 ke Pemerintah Saat Uji Materi di MK

Image

News

Menkumham, Menkeu, dan Jaksa Agung Hadir Secara Fisik pada Sidang Gugatan Perppu 1/2020 di MK

Image

News

Berkas Perkara Wahyu Setiawan dan Orang Kepercayaannya Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

Image

News

Perppu 2/2020 Terbit, Pilkada Serentak Diundur Hingga Desember 2020

Image

News

Kasus Suap Harun Masiku, Eks Komisioner KPU Bakal Segera Disidang di Jakarta

Image

News

Yasonna Digugat ke PN Surakarta terkait Asimilasi Napi, Musni Umar: Akankah Pengadilan Berlangsung Adil? Kita Tunggu

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Selain Protes George Floyd, Ini 7 Demonstrasi Massal Terbesar Sepanjang Sejarah AS

Image
News
Kolom

Milenial Reform

Milenial reform adalah reformasi kaum milenial. Reformasi anak-anak muda Indonesia.

Image
News

Dari India hingga Mesir, Ini 5 Negara Paling Rasis di Dunia

Negara mana saja?

Image
News

Akun Twitter @lbp_real Bukan Miliknya, Luhut: Saya Hanya Memiliki Instagram dan Facebook, Itu Saja, Terimakasih

Kemenko Kemaritiman dan Investasi juga sudah memastikan Luhut tidak punya akun Twitter.

Image
News

Tanggapan Kemenag Soal Rumor Dana Haji Dipakai untuk Penguatan Rupiah

Pemerintah harus jelaskan seterang-terangnya soal rumor tersebut.

Image
News

Begini Peran Miftahul Ulum, Operator Lapangan Suap dan Gratifikasi Imam Nahrawi

Miftahul Ulum bersama-sama dengan Imam Nahrawi dinilai terbukti menerima uang seluruhnya berjumlah Rp11,5 miliar.

Image
News

Ungkap 6,9 Ton Narkotika, Kapolri: Kami Komitmen Sesuai Perintah Presiden Wujudkan Indonesia Bebas Narkoba

Polri tak akan pernah mengendurkan langkah-langkah pencegahan dalam rangka memberantas dan memerangi narkoba.

Image
News

Eks Aspri Imam Nahrawi Dituntut 9 Tahun Penjara

Dinilai terbukti menjadi operator lapangan aktif penerimaan suap senilai Rp11,5 miliar dan gratifikasi sebesar Rp8,648 miliar.

Image
News

Profesor Wiku: Kita Harus Pastikan Protokol Empat Sehat Lima Sempurna Era COVID-19

Ia menambahkan bahwa kriteria itu adalah epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan.

Image
News

Ketua KPU Blak-blakan Soal Pertemuannya dengan Harun Masiku

"15—20 menit sebetulnya banyak ngalor-ngidul-nya."

terpopuler

  1. 5 Kebiasan Rasulullah Agar Hidup Lebih Sehat dan Jarang Sakit, Yuk Terapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

  2. Kemurahan Allah bagi Hambanya yang Menyertakan Niat dalam Segala Kegiatan

  3. Protes George Floyd: Pengamat Indonesia Sebut Donald Trump Bakal Kalah Besar di Pemilu 2020

  4. Pasca Operasi Bayi Tabung, Zaskia Sungkar Keluhkan Perut Kadang Sakit

  5. Bens Leo Soroti Ada 'Tepuk Tangan' Kekeyi di Lagu Keke Bukan Boneka

  6. Kekeyi Diduga Menjurus Pelanggaran Hak Cipta, Bens Leo Minta Pencipta Hingga Label Rekaman Turun Tangan

  7. Kisah Pemuda Singapura yang Positif COVID-19, Diisolasi 68 Hari dan Jalani Tes Swab 22 Kali

  8. Gempa di Aceh Pagi Tadi Rusak Bangunan

  9. PDIP: Pemakzulan Presiden Cukup Sulit, Rasanya Seperti Mimpi di Siang Bolong

  10. Bukti Jogja Kota Pelajar, 8 Universitas Masuk 50 Besar, UGM Terbaik!

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Ujang Komarudin

Milenial Reform

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Image
Imam Shamsi Ali

Rasisme Itu Dosa Asal Amerika

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah