image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Desak Imigrasi Segera Bebaskan Jurnalis Mongabay, AJI Indonesia: Penahanan Philip Berlebihan

Siswanto

Image

Ketua Aliansi Jurnalis Independen Indonesia, Abdul Manan, di acara diskusi bertema 'Masa Depan Pemberantasan Korupsi Periode Kedua Jokowi' di Arena Prestasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta, Selasa (22/10/2019) | AKURAT.CO/Maidian Reviani

AKURAT.CO, Kantor Imigrasi Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menangkap Philip Jacobson, editor media lingkungan Mongabay. Philip ditangkap dan ditahan imigrasi pada Selasa, 21 Januari 2020, karena dugaan pelanggaran visa selama berada di Palangkaraya.

Sebelum ditangkap, Philip sudah sebulan menjadi tahanan kota sejak 17 Desember 2019, setelah menghadiri Rapat Dengar Pendapat DPRD Kalimantan Tengah dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara dan Solidaritas Peladang Tradisional Kalimantan Tengah. Paspor serta visanya ketika itu disita oleh petugas imigrasi.

Kehadiran Philip di Palangkaraya dalam rapat audiensi bersama DPRD Kalimantan Tengah tersebut, dituding telah menyalahgunakan visa untuk melakukan aktivitas jurnalistik.

baca juga:

Berdasarkan keterangan resmi Mongabay, Philip Jacobson masuk ke Indonesia menggunakan visa bisnis untuk keperluan serangkaian pertemuan, termasuk melakukan perjalanan ke Palangkaraya, hingga hadir ke audiensi Solidaritas Peladang Tradisional bersama AMAN dengan DPRD Kalimantan Tengah.

Philip diduga melanggar Pasal 122 huruf a Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Imigrasi dengan ancaman maksimal lima tahun penjara. Ada ketidaksesuaian aktivitas Jacobson dengan visa yang ia miliki.

Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen Indonesia Abdul Manan menilai pemidanaan terhadap Philip sebagai tindakan yang berlebihan dan mencoreng demokrasi di Indonesia.

Atas dasar peristiwa tersebut, AJI menyatakan sikap. Pertama, mengecam penahanan Philip yang sedang berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri undangan AMAN.

"Penahanan terhadap Philip adalah tindakan berlebihan, karena selama ini kasus pelanggaran administrasi soal visa diselesaikan dengan mekanisme deportasi," kata dia.

Kedua, penahanan ini memantik kecurigaan soal apa motif dari sikap keras Imigrasi dalam soal ini, apakah murni karena ketidaksesuaian visanya atau karena kerja jurnalistiknya soal konflik lahan antara peladang dan pengusaha.

"Kami menilai pekerjaan jurnalistik tidak layak untuk diperlakukan sama dengan kriminal sehingga harus ada penahanan," kata dia.

Ketiga, mendesak pemerintah membebaskan Philip dari penahanan dan membebaskannya dari jerat pidana. Dugaan pelanggaran administrasi seharusnya ditangani dengan cara yang tak harus membuatnya diperlakukan sama dengan kriminal sehingga harus ditahan. Kasus ini akan memberi citra buruk Indonesia di mata dunia sebagai negara yang mempidanakan jurnalis saat menjalankan profesinya, kata Manan. []

Editor: Siswanto

berita terkait

Image

News

Polemik RUU Ciptaker: AJI, IJTI, PWI, dan LBH Pers Menilai Pemerintah Ingin Campur Tangan Lagi soal Pers

Image

News

Kebebasan Philip, Buah dari Solidaritas Pers

Image

News

Jurnalis Mongabay Asal AS Ditangkap di Palangkaraya Setelah jadi Tahanan Kota Sebulan

Image

News

Kronologi Seorang Pria Tewas Disambar Petir di Palangka Raya

Image

News

Ditinggal Orang Tuanya, Bocah SD Jadi Korban Cabul Tukang Kebun

Image

News

Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba di Sampit, Satu Target Lolos

Image

News

Menagih Jaminan Negara untuk Perlindungan dan Keselamatan Jurnalis

Image

News

Tiga Bandit Jalanan Ditembak Kakinya, Kepada Polisi Ngaku Cari Uang untuk Hidup Sehari-hari

Image

News

Manan: Isu Politik Cuma Urusan Menang Kalah, Tapi Kesehatan, Isu Hidup Matinya Orang

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Mahfud MD: Kemenkumham Segera Blokir Paspor Anggota ISIS eks WNI

Sejak bergabung dengan ISIS, itu sudah mulai disetor ke Kemenkumham agar paspornya diblokir

Image
News

Mahfud MD Tegaskan Presiden Jokowi Tak Pernah Bicara Reshuffle Kabinet

Presiden tidak pernah bicara reshuffle, tidak pernah memberikan isyarat-isyarat reshuffle

Image
News

Dibuka Kembali Setelah 40 Tahun, 5 Fakta Menarik Rumah Bordil Kuno 'House of Lovers' di Pompeii

Ada beberapa ruangan yang masih utuh

Image
News

Survei Median Sebut 55,4 Publik Puas Dengan Kinerja Jokowi-Ma'ruf

Ada 55,4 persen responden yang merasa puas terhadap kinerja Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,

Image
News

Pimpinan KPK Tolak Keberatan Penyidik Kompol Rossa

Pada prinsipnya berisi bahwa keberatan dari Rossa tersebut tidak dapat diterima karena di sini disebutkan salah alamat

Image
News

RUU Omnibus Law Dikritik Sebagai Cipta Tenaga Kerja Asing

Judul omnibusnya saja sudah salah. Seharusnya bukan Omnibus UU Cipta Kerja tapi Cipta Tenaga Kerja Asing

Image
News

Mendagri Ingin Budaya Amplop Hilang Dari Pelayanan Publik Pemerintah

Budaya amplop yang masih banyak melekat di perilaku aparat benar-benar hilang terkikis

Image
News

Antisipasi Bonus Demografi, Kemendagri Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Kita menghadapi fenomena yang bisa positif dan bisa negatif.

Image
News

DPR Minta Menkumham Yasonna Segera Benahi SIMKIM

Saya menggarisbawahi kejadian ini, ini ada satu sistem perekrutan yang salah. Perekrutan vendor yang tidak profesional

Image
News

Bawaslu Sebut 31 Kabupaten dan Kota Alami Kendala Silon

Terdapat 31 kabupaten dan kota yang mengalami kendala Silon, sebagian besar kendala yang terjadi adalah unggah data 'offline' ke 'online

terpopuler

  1. Ajak Masyarakat Jegal Anies Maju Pilpres 2024, Said Didu ke PSI: Jangan Salahkan jika Pihak yang Tidak Searah Bersatu

  2. Jepang Ingin Impor Limbah Sawit Indonesia Untuk Penuhi Produksi Listrik

  3. 5 Fakta Penting Gatot Nurmantyo, Mantan Panglima TNI yang Masuk Daftar Capres Unggulan 2024-2029

  4. Perkembangan Politik di Malaysia, Anwar Ibrahim Merasa Ada Pengkhianatan Terhadap Pemerintah

  5. Liburan Bareng, Ranty Maria- Ryan Wijaya Dikabarkan Resmi Pacaran

  6. Dibanding Ahok, SOP Pengendalian Banjir Era Anies Tidak JelasĀ 

  7. Gegara Ketahuan Nikah Siri, Siswi Kelas 1 SMK Swasta di Depok Dikeluarkan, Orang Tua Kecewa

  8. Masyarakat Minoritas yang Dulu Dukung di Pilpres Kini Sedang Menunggu Kebijakan Jokowi untuk Lawan Intoleransi

  9. Kibarkan Sang Merah Putih di Puncak Gunung Es, 10 Potret Nikita Willy Mendaki Himalaya

  10. RSCM Kebanjiran, Ferdinand: Baru di Zaman Anies Baswedan

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Politik Dinasti, Oligarki dan Anomali Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
Hiburan

5 Fakta Vera Dijkmans, Putus Sekolah hingga Dilamar 50 Pria Setiap Hari

Image
News

Pernah Jadi Dosen hingga Tenaga Ahli MPR, 5 Fakta Sepak Terjang Karier Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty

Image
News

5 Fakta Menarik Faye Simanjuntak, Cucu Luhut Binsar Pandjaitan yang Masuk 30 Under 30 Majalah Forbes 2020