image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Ketua MPR Nilai Korupsi Jiwasraya Dan ASABRI Gambarkan Kelemahan Penegak Hukum

Muslimin

Image

Ketua MPR Bambang Soesatyo besama Ketua KPK Firli Bahuri saat memberikan keterangan usai melakukan pertemuan tertutup di ruang pertemuan, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2020). Dalam pertemuan ini kedua lembaga negara membahas berbagai pencegahan korupsi. Namun dalam praktek pemberantasan korupsi tidak boleh sampai mengganggu ekonomi nasional dan investasi. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Institusi Penegak Hukum diminta untuk terus meningkatkan kapabilitas dan kompetensi memahami kejahatan korporasi, khususnya terkait dengan penyimpangan investasi dana publik.

Hal itu dikatakan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo terkait adanya dugaan Korupsi di PT Jiwasraya dan PT ASABRI.

Bamsoet menilai kasus dugaan Korupsi di PT Jiwasraya dan PT ASABRI cukup telak menggambarkan kelemahan dan kekurangan yang melekat pada institusi Penegak Hukum dan instrumen pengawas jasa keuangan di dalam negeri.

baca juga:

"Saya prihatin karena kejahatan korporasi yang diotaki pimpinan manajemen kedua BUMN itu baru bisa diungkap saat ini. Sangat disayangkan karena pengungkapan kedua kasus dugaan Korupsi itu bukan oleh inisiatif maupun kerja Penegak Hukum, melainkan oleh Pemerintah," kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (18/1/2019).

Menurut Bamsoet, durasi kejahatan korporasi itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu dan indikator kejahatan atau penyimpangan investasi dana publik itu pun telah diperkuat oleh laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa tahun lalu.

Menurut dia, sudah bertahun-tahun indikator kejahatan itu mengemuka di ruang publik, khususnya pada komunitas pasar modal. Namun, disesalkan Penegak Hukum dan instrumen pengawas jasa keuangan tidak segera bertindak melakukan pencegahan atau penindakan.

"Jiwasraya telah membukukan laba semu sejak 2006 dengan merekayasa akuntansi. Sejak 2015 Jiwasraya menjual produk tabungan dengan tingkat bunga sangat tinggi, di atas bunga deposito dan obligasi," ujarnya.

Politikus Partai Golkar itu menilai hasil jualan produk tabungan itu diinvestasikan pada instrumen saham dan reksadana kualitas rendah yang mengakibatkan terjadinya negative spread.

Jiwasraya per 2017, kata dia, diketahui merekayasa laporan keuangan, yakni mengaku untung padahal rugi karena kekurangan pencadangan Rp7,7 triliun.

Semua indikator yang menggambarkan ketidakwajaran ini, menurut  Bamsoet, pasti bertebaran di ruang publik dan menjadi bahan obrolan para manajer investasi. Misalnya, pertanyaan tentang mengapa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak segera bertindak.

"Ini mestinya menjadi informasi berharga bagi Penegak Hukum untuk mencermati modus kejahatan korporasi itu," katanya.

Bamsoet juga menyesalkan informasi berharga tentang kejahatan korporasi itu tidak direspons sebagaimana seharusnya oleh Penegak Hukum maupun instrumen pengawas seperti OJK.

Guna mencegah berulangnya kejahatan serupa di kemudian hari, kata Bamsoet, semua institusi Penegak Hukum meningkatkan kapabilitas dan kompetensi memahami kejahatan korporasi.

"Kalau kejahatan korporasi seperti ini tidak segera direspons pada waktunya oleh mekanisme pengawasan dan sistem hukum, bisa muncul kesan adanya pembiaran oleh Penegak Hukum dan instrumen pengawasan," katanya.

Ia khawatir kalau kesan pembiaran itu muncul maka hancur iklim investasi di Indonesia karena ambruknya kepercayaan investor, baik asing maupun lokal.[]

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Pilkada 2020

Ketua MPR Minta KPU Fokus Lakukan Tahapan Pilkada 2020 dengan Baik

Image

Ekonomi

Erick Thohir Terima Aset Sitaan dari Kejagung, Apa Itu?

Image

News

KPK Dalami Aliran Dana Kasus Sukamiskin

Image

News

Kejagung Periksa 22 Saksi terkait Korupsi Jiwasraya

Image

News

Ini Cara Dunia Usaha Perangi Korupsi di Indonesia

Image

Ekonomi

Relaksasi Kredit OJK untuk Perusahaan Terdampak Corona Dinilai Masih Kurang

Image

News

Kembali Gelar Aksi, ATMAJA Desak DPR Sahkan Pansus Hak Angket Kasus Jiwasraya

Image

Ekonomi

Bentuk Lembaga Penjamin Polis, OJK: Agar Tak Terulang Kembali Seperti Jiwaraya

Image

News

Kejagung Kembali Periksa Sejumlah Saksi Terkait Korupsi Jiwasraya, Tiga Diantaranya Pihak Internal

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kisah Pilu 6 Anak yang Jadi Yatim Piatu karena Orangtuanya Meninggal Bersamaan

Semoga mereka diberikan ketegaran.

Image
News

Pancaran Karamah Abah Guru Sekumpul

Dialah KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani atau yang populer dengan nama Abah Guru Sekumpul, seorang ulama kharismatik asal Kalimantan Selatan.

Image
News

Anies Baswedan Dinilai Eksploitasi Banjir Jakarta untuk Genjot Elektabilitas

Kalau kita perhatikan, Pak Anies hanya bereaksi setelah banjir terjadi.

Image
News

Kawanan Perampok Bersenjata Beraksi di Toko Emas Tamansari

Para perampok kabarnya membawa senjata api dan salah satu orang ada yang ditembak oleh perampok tersebut

Image
News

Pemerintah Diminta Terus Melobi Arab Saudi Soal Kebijakan Penghentian Sementara Visa Umrah

Ia mengaku sudah terbiasa dengan kebiasaan Pemerintah Arab Saudi yang membuat kebijakan mendadak dan berlaku saat itu juga.

Image
News

Sejumlah Desa di Kalbar Terendam Banjir

Banjir ini menyebabkan terganggunya aktifitas masyarakat karena beberapa ruas jalan terendam air dengan arus yang cukup kuat.

Image
News

Pabrik Masker Ilegal Digerebek Polda Metro Jaya

Yusri menjelaskan, meski tidak memiliki izin secara legal, tapi pabrik ini memilik nama PT yaitu Unotech Mega Persada

Image
News

Mantan Jenderal Israel: Netanyahu Bikin Israel Kacau Total

Malka pun menganggap bahwa Netanyahu telah menempatkan dirinya seperti 'korban politik'

Image
News

DPR Minta Pemerintah Cari Solusi Terkait Penundaan Umrah

Hingga saat ini kan belum ada masyarakat Indonesia yang terjangkit

Image
News

Polisi Bekuk Sarjana Ilmu Komputer Penyebar Berita Bohong Soal Virus Corona

Dalam postingannya pelaku menulis kalau penumpang yang baru pulang umrah tersebut terjatuh diduga karena virus korona di Terminal 3

terpopuler

  1. Ingin Tebus Dosa, Tiga Tersangka Kasus Susur Sungai di Sleman Tolak Penangguhan Penahanan

  2. Setiap Malam Jumat Ahli Kubur Pulang ke Rumah, Benarkah Demikian?

  3. Abu Janda Cs Kenakan Kaos 'My Governor Is An Idiot', Jansen: Untuk Alasan Apapun Saya Tidak Setuju

  4. Anak Buah Anies Terpapar Paham Radikal

  5. Dipanggil Terkait Kasus Pembobolan Kartu Kredit, Gisella Anastasia Ngaku Awalnya Hanya Berniat Membantu

  6. Jadi Salah Satu Film Legendaris Bollywood, 5 Fakta Menarik 'Mohabbatein' yang Jarang Diketahui Publik

  7. Viral Ibu Hamil Tertabrak Emak-emak Belajar Nyetir hingga Tewas, Begini Faktanya

  8. Terungkap, Kadis Perumahan DKI Hengkang Lantaran Tak Bisa Jual Rumah Dp Rp0

  9. Mahathir Mohamad Tolak Hadiri Rapat, Pakatan Harapan Ajukan Anwar Ibrahim sebagai PM Malaysia

  10. CEO Microsoft Sebut Masa Depan Indonesia akan Ditentukan Golongan Ini

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Banjir Jakarta: Menenggelamkan atau Menaikkan Popularitas Anies?

Image
Zainul A. Sukrin

Membaca Hambatan Anies di 2024

Image
Achsanul Qosasi

Memimpin Tanpa Menyalahkan

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Banjir Jakarta Menghanyutkan Elektabilitas Anies Baswedan?

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Agus Maftuh Abegebriel, Dosen UIN Sunan Kalijaga yang Jadi Dubes RI untuk Arab Saudi

Image
News

6 Potret Danpaspampres Maruli Simanjuntak Bareng Putrinya, Kompak di Berbagai Kesempatan

Image
News

Santap Menu Angkringan hingga Nikmati Es Teh Plastikan, 10 Aksi Gibran Rakabuming Kulineran di Pinggir Jalan