image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

7 Fakta Baru Pembunuhan Berencana Hakim Jamaluddin: Dari Janji Umroh, Uang Rp100 Juta, Hingga Menikah

Muhlis

Image

Rekonstruksi Pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin oleh Istri dan Dua Orang Suruhannya | AKURAT.CO/Muhlis

AKURAT.CO, Misteri tewasnya hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin yang ditemukan di ladang sawit warga di Dusun II Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, akhirnya terkuak.

Korban ditemukan terbujur kaku dengan posisi melintang di jok baris kedua mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD miliknya yang terperosok ke jurang pada 29 November 2019. Saat ditemukan, Jamaluddin yang berprofesi sebagai Hakim di Pengadilan Negeri Medan tersebut mengenakan pakaian training.

Hasil penyelidikan, polisi menyatakan Jamaluddin merupakan korban pembunuhan berencana oleh orang terdekat. Polisi selanjutnya menangkap tersangka Zuraida Hanum (41), istri korban dan dua eksekutor pembunuhan yakni Jefri Pratama (42) dan Reza Fahlevi (29).

baca juga:

Berikut Akurat.co merangkum 7 fakta yang terkuak dari kasus pembunuhan berencana hakim Jamaluddin di kediamannya.

1. Istri Jamaluddin Rencanakan Pembunuhan Lantaran Cemburu

Sang istri Zuraida Hanum (41), merupakan otak di balik pembunuhan berencana terhadap Jamaluddin. Keinginan Zuraida Hanum menghabisi nyawa korban didasari rasa cemburu lantaran korban dituding berselingkuh.

Niat membunuh Jamaluddin diutarakan oleh Zuraida Hanum pertama kali kepada temannya bernama Jefri Pratama (42) saat mereka bertemu di sebuah kafe di Jalan Ring Road Medan.

"Otak pelaku ZH, mencurahkan keinginannya untuk membunuh korban kepada eksekutor JP," kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Polisi Andi Rian, Senin (13/1/2020).

Rekonstruk Pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin. AKURAT.CO/Muhlis

Saat itu eksekutor JP menyarankan agar ZH mendaftar gugatan di Pengadilan Agama. Namun oleh ZH, saran tersebut ditolak dengan alasan akan malu jika menggugat sang suami cerai.

Ia kemudian meminta Jefri Pratama untuk membantunya menghabisi nyawa sang suami.

2. Rencanakan Pembunuhan di Kafe

Belakangan, Zuraida Hanum dan Jefri Pratama diketahui memiliki hubungan khusus. Pada 25 November 2019, keduanya kembali bertemu di sebuah kafe di Jalan Ngumban Surbakti merencanakan pembunuhan Jamaluddin.

Tidak hanya berdua, pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Reza Pahlevi (29), adik Jefri Pratama. Jefri mengutarakan keinginan Zuraida Hanum yang ingin membunuh suaminya kepada Reza. Dan meminta Reza ikut membantu proses eksekusi.

Semula Reza enggan menerima tawaran tersebut, lantaran takut jika sang abang hanya dimanfaatkan oleh Zuraida Hanum. Setelah berdialog, ketiganya menyepakati untuk merencanakan pembunuhan terhadap Jamaluddin.

Pada pertemuan itu, Zuraida Hanum memberikan uang Rp2 juta kepada keduanya untuk membeli satu unit handphone kecil, sepatu sebanyak dua pasang, baju kaos dua potong, dan sarung tangan.

3. Sembunyikan Eksekutor di Dalam Rumah

Pada tanggal 28 November 2019, sesuai dengan rencana akan dilakukan eksekusi terhadap korban Jamaluddin. Sekira pukul 19.00 WIB Zuraida Hanum menjemput kedua eksekutor dengan mobil Toyota Camry BK 78 ZH di Pasar Johor, Jalan Karya Wisata Medan.

Mobil mengarah langsung ke kediaman Jamaluddin sebelum korban pulang ke rumah. Oleh Zuriada Hanum, kedua eksekutor itu ditempatkan di lantai tiga rumah menunggu korban pulang.

Beberapa kali Zuraida Hanum naik ke lantai tiga untuk memberikan air mineral kepada keduanya. Pada 29 November 2019 dinihari, Zuraida memberi aba-aba dan menuntun keduanya masuk ke kamar korban. Saat itu Zuraida telah menyiapkan bed cover dan sarung bantal untuk membekap hidung dan mulut korban.

4. Janjikan Eksekutor Umroh Serta Uang Rp100 Juta

Dalam proses rekonstruksi pertemuan para tersangka di kafe Jalan Ngumban Surbakti, terkuak bahwa otak pelaku, Zuraida menjanjikan kepada kedua eksekutor uang Rp100 juta dan berangkat umroh setelah berhasil mengeksekusi korban.

"Reza memang betul mau bantuin bang Jefri untuk bunuh suami kakak? Nanti kalau udah siap umroh, kakak kasi uang Rp100 juta. Dan setelah itu nanti kita umroh," ucap Zuraida Hanum kepada Reza Pahlevi.

Pelaku pembunuhan hakim Jamaluddin yakni ZH, JP d. AKURAT.CO/Muhlis

Jefri Pratama dalam proses rekonstruksi membenarkan janji yang diucapkan oleh Zuraida Hanum saat pertemuan mereka di kafe di Jalan Ngumban Surbakti.

"Yang saya tahu, Hanum memberikan uang seratus juta kepada adek saya selain umroh, karena umroh itu nanti kami bertiga, yaitu saya, Hanum dan adek saya. Karena adek saya Reza dia tidak mau, jadi digantikan sama mamanya," ungkap Jefri Pratama saat rekonstruksi.

5. Berencana Menikah dengan Salah Seorang Eksekutor

Selain menjanjikan uang dan umroh kepada eksekutor pembunuh Jamaluddin, Zuraida Hanum juga berencana akan menikah dengan Jefri Pratama yang memang punya hubungan khusus dengannya.

Hal itu diungkapkan Zuraida Hanum saat ditanya oleh Reza Pahlevi terkait keseriusan hunbungan kakaknya dengan Zuraida.

"Iya kakak serius. Memang rencana kami mau nikah, kakak enggak main-main. Selama ini kakak enggak tahan, udah lama, udah cukup sakit hati lah. Reza memang betul mau bantuin bang Jefri untuk bunuh suami kakak?," ungkap Zuraida.

6. Skenariokan Kematian Korban

Dalam rekonstruksi terkuak jika jasad korban semula tidak direncanakan dibuang ke perkebunan sawit warga di Dusun II Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.

Rekonstruksi Pembunuhan Hakim Jamaluddin. AKURAT.CO/Muhlis

Melainkan diskenariokan oleh Zuraida Hanum korban tewas akibat serangan jantung. Namun lantaran pada jasad korban terdapat lebam, maka Zuraida mengubah skenario yakni membuang jasad bersama mobil korban.

"Skenario awalnya kan mau dibuat serangan jantung, namun karena terdapat bekas lebam warna merah dan biru di wajah korban, istri korban panik," kata Kapolda Martuani, Kamis (16/1/2020).

Sempat terjadi perdebatan antara Zuraida Hanum dengan eksekutor yakni JP dan RF, lantaran rencana tidak sesuai skenario awal. Zuraidah mengatakan kepada keduanya jika dengan bukti lebam maka ia bisa ditangkap.

Hingga akhirnya disepakati oleh ketiganya membuang jenazah korban bersama mobil ke jurang perkebunan sawit warga.

7. Tidur Dengan Jasad Korban Beberapa Jam

Lantaran skenario awal pembunuhan tidak berjalan, ketiga pelaku menyepakati pembuangan jenazah korban. Namun proses itu akan dilakukan ketika menjelang subuh, dikarenakan takut menimbulkan kecurigaan Satpam.

Jamaluddin. Dokumentasi

Saat menunggu tersebut, Zuraida Hanum beberapa jam tidur dengan jasad korban yang telah mereka eksekusi bersama pada dinihari di tanggal 29 November 2019.

Pada pukul 04.00 WIB, barulah ketiga pelaku menggotong jasad korban ke mobil dan membawanya ke pembuangan yang kemudian ditemukan warga sekira pukul 13.00 WIB siang.

Editor: Dian Rosmala

berita terkait

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Laba Perum Jamkrindo Tumbuh 51 Persen

Pertumbuhan laba mencerminkan kinerja bisnis yang solid dan prospek yang masih bagus.

Image
News

Diduga Korsleting, Api Lahap Mes Karyawan Rumah Makan Raminten

"Listrik sempat mati dulu dan ada bau sangit benda terbakar."

Image
News

2 Guru Homoseksual Dipecat, Murid Sekolah Katolik Gelar Demo

Image
News

Jakarta Diguyur Hujan, Anies: Pintu Air Manggarai Siaga 4

Pemprov DKI melakukan pengosongan debit air di Pintu Air Manggarai.

Image
News

Sadis, Bayi 4 Bulan di India Tewas Diperkosa Sepupu Sendiri

Polisi mengatakan akan memastikan pemerkosaan lewat autopsi

Image
News

Hukuman Mati untuk Pengedar Narkoba Dinilai Masih Tepat

Jadi sah saja jika hakim menjatuhkan vonis berupa pidana mati sesuai dengan sistem hukum pidana Indonesia

Image
News
RUU Ketahanan Keluarga

Istri Wajib Mengurus Rumah Tangga, Rian Ernest: Bagaimana Nasib Istri yang Sudah Sekolah Tinggi-tinggi?

Kritik PSI pedas-pedas.

Image
News

WNI di Kapal Princess Diamond yang Positif Corona Tak Akan Dievakuasi

Adapun lokasi observasi para WNI dari kapal Princess Diamond itu akan dilakukan di pulau Natuna.

Image
News

8 Potret Kompak Prabowo Subianto dan Sakti Wahyu Trenggono Jamu Tamu dari Negara Sahabat

Menhan dan wamenhan ini kompak di berbagai kesempatan

Image
News

Masifkan Penelitian Tentang Air, PALYJA Bangun Ruang Workshop di Magelang

Ruang Workshop Unit Operasi dan Proses di Kampus AKATIRTA ini akan dibangun selama kurang lebih 4 bulan, dengan anggaran Rp350 Juta

terpopuler

  1. Anies Ogah Keluar Ruangan, Massa Marah Dan Terobos Pagar Balai Kota

  2. Capai Rp12 T hingga Libatkan Anak Presiden, ini 5 Kisah Perampokan Paling Menggemparkan Sepanjang Sejarah

  3. Tetapkan Kode Baru Pakaian, Angkatan Udara AS Izinkan Prajuritnya Kenakan Hijab hingga Turban

  4. 5 Fakta Terbaru Kekasih Ronaldo Georgina Rodriguez, Dijatah Uang Belanja Rp1,4 M/Bulan!

  5. Empat PNS Kota Bekasi Jadi Tahanan, Dijerat UU ITE

  6. Cara Rasulullah Menyikapi Anak Kecil yang Bermain-main di Masjid

  7. Terperosok, Lima Penumpang dan Seorang Sopir Jip Lava Tour Merapi Luka-luka

  8. Bank Mandiri Angkat Mantan Menkeu Jadi Komisaris Utama

  9. Realistis, Indonesia Targetkan Posisi Ketiga Grup A

  10. MPN Pemuda Pancasila Dukung Rencana Jaksa Agung Bentuk Diskresi Hukum untuk Masyarakat Kecil

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Image
Achmad Fachrudin

Paska Penolakan Pemulangan Mantan ISIS

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
News

8 Potret Kompak Prabowo Subianto dan Sakti Wahyu Trenggono Jamu Tamu dari Negara Sahabat

Image
News

Hapus UN hingga Bayar SPP Pakai GoPay, 5 Kebijakan Nadiem Makarim Ini Curi Perhatian Publik

Image
News

Jarang Tersorot, 10 Potret Hangat Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana Bersama Keluarga