image jamkrindo umkm
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta

Dicari Pimpinan KPK Bernyali Tinggi

Image

Ketua KPK Firli Bahuri saat memberikan keterangan usai melakukan pertemuan dengan pimpinan MPR di ruang pertemuan, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2020). Dalam pertemuan ini kedua lembaga negara membahas berbagai pencegahan korupsi. Namun dalam praktek pemberantasan korupsi tidak boleh sampai mengganggu ekonomi nasional dan investasi. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Masyarakat sedang menakar nyali pimpinan KPK. Publik sedang dipertontonkan drama aksi KPK yang mandul, tak bergigi, dan tak punya nyali dalam menggeledah ruangan di kantor DPP PDIP. KPK juga tak kuasa untuk menjemput dan memeriksa sekjen PDIP di PTIK, karena dilindungi pihak lain.

Pimpinan KPK saat ini seperti tak kuasa dan tak bernyali ketika sudah berhadap-hadapan dengan petinggi partai. KPK tak segarang periode lalu yang mampu menyikat dan memenjarakan mereka yang punya kuasa.

Kita tentu bangga dengan KPK di masa lalu yang sangar dan garang melibatkan para koruptor dari partai penguasa kala itu. Kader Partai Demokrat banyak dijebloskan ke penjara, karena pimpinan KPK bernyali tinggi.

baca juga:

KPK diperiode yang lampau juga bisa menjebloskan jenderal Polisi ke jeruji besi. Begitu juga petinggi partai, dari ketua, sekjen, hingga orang penting di partai ditangkap dan diadili KPK.

Begitu juga pimpinan lembaga tinggi negara, seperti ketua dan wakil ketua DPR, Ketua dan anggota Hakim MK, komisioner KPU, ketua DPD pernah merasakan keganasan KPK. Karena pimpinan KPKnya punya nyali. Punya keberanian untuk memenjarakan mereka yang korup.

Namun sepertinya keganasan KPK di masa yang lalu tak akan terulang kembali. Karena KPK hari ini ada dalam bayang-banyak presiden, partai politik, dan DPR. Sehingga Pimpinan KPK hari ini, akan mudah diintervensi kekuatan luar.

Jika menggeledah partai penguasa saja sudah tidak bisa, lalu apa yang akan dikerjakan KPK? Jika ingin menjemput dan memeriksa sekjen partai pemenang pemilu saja tak mampu, lalu apa yang akan dilakukan KPK?

KPK hari ini memang menyedihkan. Dulu ganas dan trengginas, kini memelas. Dulu bernyali tinggi, kini terkunci. Dulu sangar, kini nyaris tak terdengar. Dulu disayang publik, kini dibully. Dulu menjadi harapan untuk membersihkan Indonesia yang korup, kini tersandera oleh kepentingan mereka yang korup.

Design pelemahan KPK sungguh nyata. Dan nyata adanya. Maka dicarilah orang-orang yang bermasalah atau yang bisa dipegang untuk menjadi pimpinan KPK.

Dari mulai penunjukkan Pansel KPK dan calon pimpinan KPK semuanya diragukan oleh publik. Ditambah lagi dengan revisi UU KPK, maka semakin sempurna pelemahan dan pembunuhan KPK itu.

Negeri ini memang sangat anomali. Selalu mengedepankan paradoks. Anomali dan paradoks dalam pemberantasan Korupsi. Korupsi makin merajarela, koruptornya dimana-mana. Tapi yang dilemahkan dan dibunuh KPK.

Sejatinya, jika Korupsi di republik ini sudah pada tingkat “dewa”, maka harusnya KPK diperkuat. KPK dibuat lebih hebat. KPK dibuat lebih bernyali. Agar bisa unjuk gigi.

Saya teringat dengan tulisan Jeffry Winters, dia gambarkan bahwa “Indonesia dikuasai para maling. Ada demokrasi tapi seperti tanpa hukum. Demokrasinya tumbuh. Tapi hukumnya tunduk di bawah kendali uang dan jabatan”.

Jadi sesungguhnya, Indonesia bukan hanya dikuasai oleh para maling. Tapi Indonesia sudah dikuasai oleh para perampok. Koruptor di republik ini, bukan lagi kelas maling. Yang mencuri uang negara recehan. Tapi koruptor di negeri ini sudah dalam kategori perampok. Karena membobol uang negara bukan hanya milyaran tapi juga triliunan.

Lihatlah kasus Korupsi Century, E-ktp, Garuda, Jiwasraya, dan masih banyak lagi yang belum terbuka. Hanya tinggal tunggu soal waktunya, Korupsi-Korupsi di BUMN dan perampokan APBN akan terungkap. 

Tak perlu ditutup-tutupi. Tak perlu dibungkus dengan rapi Korupsi itu. Tak perlu tampil paling suci dan paling bersih. Tak perlu pencitraan. Dunia ini sudah terbuka. Jadi ketika mereka merampok dan menggasak uang negara, sesungguhnya rakyat tahu. Publik paham. Bahwa negaranya sedang dihancurkan dengan cara Korupsi besar-besaran.

Jika pimpinan KPK tak bernyali, maka kemana lagi rakyat akan berharap. Rakyat tak bisa berharap pada presiden dan DPR. Karena keduanya dianggap telah merevisi UU KPK, sehingga KPK menjadi mandul, lemah, tak bertaji, dan tak bernyali.

Jangan sampai dugaan publik menjadi benar, bahwa KPK dibentuk di zaman Megawati, lalu mati di bawah kepemimpinan Jokowi. Agar dugaan publik itu bisa dibantah, maka pimpinan KPK harus berbenah.

Jangan karena tekanan kekuasaan dan tak enak kepada yang berjasa telah menjadikan pimpinan KPK. Lalu KPK yang dikorbankan. Lalu KPK yang dibredel. Dan KPK yang menjadi korban.

Memiliki nyali itu penting. Karena dengan nyali, keberanian menjadi teruji dan terealisasi. Dengan nyali yang tinggi itu pula lah pemberantasan Korupsi di republik ini didengungkan. Nyali menjadi kata kunci dalam pemberantasan Korupsi di negeri yang dikuasai para rampok ini.

Pimpinan KPK yang bernyali tinggi itu lah yang sedang dibutuhkan oleh bangsa ini. Rakyat tak butuh pimpinan KPK yang tak bergigi. Rakyat hanya butuh pimpinan KPK yang bernyali.

Dengan nyali yang tinggi, maka para perampok uang negara dan para pembobol BUMN akan bisa dilibas. Tapi jika KPKnya murung, tak bergigi, dan tak bernyali, maka akan semakin rusaklah negeri tercinta ini.

Republik ini sedang tak punya uang. Bangsa ini sedang banyak utang. Dan negara ini sedang dirampok. Perampokan uang negara sangat kasat mata dan telanjang, jika KPKnya tak bernyali, untuk apa ada KPK?

Pimpinan KPK yang bernyali tinggilah, yang sedang kita tunggu dan kita harapkan. Kita tunggu nyali itu keluar dari pimpinan KPK yang baru. Rakyat sedang menunggu. Publik sedang menanti kiprah mereka.

Hebatkah mereka, melebihi kehebatan pimpinan KPK lama. Atau hanya akan menjadi ayam sayur, yang tak berani mengusut mereka yang punya kuasa? Selama pimpinan KPK tak punya nyali, selama itu pula keraguan publik menjadi nyata.

Saya dan kita semua tentu sedang menunggu, keberanian KPK untuk mengusut dan memenjarakan, para perampok uang negara kelas kakap. Kelas gajah. Dan kelas dinosaurus. Kalau hanya maling kelas teri yang ditangkap, rakyat tak akan bangga.

Kami percaya, pimpinan KPK memiliki hati nurani, untuk membersihkan bangsa ini dari Korupsi. Namun jika pimpinan KPK tak bernyali, maka pupuslah harapan publik untuk melihat bangsanya bebas dari Korupsi.

 

 

 

 

 

 

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Kolom

Menanti Kebangkitan PPP

Image

News

Kolom

Paska Penolakan Pemulangan Mantan ISIS

Image

News

Formula E yang Jadi Rame

Image

News

Kolom

Tantangan Internal PAN dan Kekacauan Politik Nasional

Image

Ekonomi

Kolom

Kambing Hitam Seretnya Pertumbuhan Ekonomi

Image

News

Kolom

Negara Sandiwara

Image

News

Kolom

Jebakan Tahta, Harta dan Wanita

Image

News

100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

100 Hari Jokowi-Ma’ruf yang Tak Meyakinkan

Image

News

Kolom

Pemerintah, Untuk Apa dan Siapa?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Gara-gara Corona, Ratusan Pengantin Filipina Pakai Masker di Pernikahan Massal

Pernikahan turut dihadiri oleh Wali Kota Bacalod Evelio Leonardia

Image
News

Sekuriti Tewas Tersengat Listrik Saat Hujan di Bekasi

Korban ditemukan dalam keadaan mengapung.

Image
News

Pergi ke Masjid, Pria Ini Kaget Temukan Mayat Tergantung di Pohon Belimbing

Jenazah baru diturunkan dari pohon belimbing setelah mendapat izin dari pihak kepolisian.

Image
News

Kuasa Hukum Benny Tjokrosaputro Laporkan Direktur Jiwasraya ke Polda Metro Jaya

Penjelasan lengkap disampaikan di Polda Metro Jaya.

Image
News

KPK Panggil ASN Kanwil Kemenkumham terkait Sel Mewah Sukamiskin

Jadi saksi untuk Wahid Husein.

Image
News

Ditangkap, Empat Pelajar Pembunuh Nur Sidik Terancam 12 Tahun Penjara

Keempat tersangka akan dikenakan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman penjara di atas 12 tahun penjara.

Image
News
Wabah Corona

Khawatir Virus Corona, Korea Utara Karantina Ratusan WNA

Sebanyak 380 warga negara asing dikarantina oleh pemerintah Korea Utara menyusul kekhawatiran akan meluasnya wabah virus corona

Image
News

Pegawai dan Staf Panik, Gedung Nusantara III DPR Diselimuti Asap Tebal

Belum diketahui penyebabnya,

Image
News

Kasus Bansos, AMPB Desak Kejagung Seret Walikota Bengkulu Helmi Hasan

Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dan bubar setelah setengah jam berlangsung, 11.30 WIB.

Image
News

Mike 'Mad' Hughes, Penganut Bumi Datar Fenomenal Dunia Tewas Saat Luncurkan Roket

Salah satu penganut teori konspirasi Bumi datar paling fenomenal, 'Mad' Mike Hughes meninggal dunia

terpopuler

  1. Ditahan, Tersangka Penyebab Hanyutnya Siswa SMPN 1 Turi Diduga Gagal Paham Manajemen Risiko

  2. Polisi Cari Alamat Pemilik Akun Instagram @pedulijakarta

  3. Unggah Foto Rumahnya yang Baru Pertama Kali Banjir, Yunarto Wijaya Ngadu ke Anies Baswedan

  4. Sonic The Hedgehog Catat Sejarah Sebagai Film Video Games dengan Opening Terbesar

  5. Kontroversi Ucapan Kehamilan di Kolam Renang, Komisioner KPAI: Saya Minta Maaf kepada Publik karena Berikan Statement yang Tidak Tepat

  6. Cek Ruang Radiologi RSCM, Terawan: Oh Ternyata Sudah Dikeringkan, Kita Sudah Panggil Para Vendor untuk Periksa

  7. Wilder: Petinju Terbaik telah Menang Malam Ini

  8. Sindir Anies Usai Jadi Korban Banjir, Yunarto: Makasih dan Silakan Lanjutkan Tiktoknya Pak, Ditunggu Kata-kata Ajaibnya untuk Menyurutkan Air

  9. Indo Barometer: Pilpres 2024, Suara Jokowi Lebih Banyak Pindah ke Prabowo Ketimbang Anies

  10. Tengku Zulkarnain: Sekelompok Pembesar Ribut Soal Formula E di Monas, Tapi Diam Soal Rampok Jiwasraya dan Asabri

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Gatot Nurmantyo, Mantan Panglima TNI yang Masuk Daftar Capres Unggulan 2024-2029

Image
News

Jarang Tersorot, 10 Potret Romantis Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo Bersama Istri

Image
News

Hidup di Kontrakan, 5 Fakta Tak Terduga Naniel Yakin Pencipta Lagu 'Bento' Iwan Fals