image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

IDM: Tudingan Mustafa Soal Azis Syamsudin Tidak Nyambung dengan Perkara Hukumnya

Melly Kartika Adelia

Image

Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Polri, Jaksa dan Menkum HAM di Gedung Nusanara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (3/9/2019). Dalam rapat ini membahas anggaran kerja Polri, Kejaksaan Agung dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkum HAM) untuk tahun 2020. Polri mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp13.921.566.761 dengan pagu indikatif tahun 2020 Rp90.322.223.353.351. Kemenkum HAM mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp3.240.634.343.000. Pagu indikatif 2020 Rp13.606.453.723 dan untuk kejaksaan agung  sebesar Rp4.040.656.795.000 dengan pagu indikatif tahun 2020 Rp6.797.505.795.000.  | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM) Fahmi Hafel menilai, apa yang dikatakan Bupati Nonaktif Lampung Tengah, Mustafa soal Wakil Ketua DPR RI Fraksi Golkar Azis Syamsudin yang pernah meminta fee 8 persen dari persetujuan Dana Alokasi Khusus Lampung Tengah pada APBN- P 2017, tidak nyambung dengan perkara hukum yang tengah dijalaninya. 

"Ini jelas merupakan pernyataan Mustafa yang tidak nyambung dengan perkara hukum yang sudah dijalani," kata Fahmi di Jakarta, Kamis (16/1/2020). 

Fahmi menjelaskan, kasus Mustafa adalah terkait suap kepada anggota DPRD Lampung Tengah. Terkait pemberian uang tersebut bertujuan agar anggota DPRD memberikan persetujuan terhadap rencana pinjaman daerah Kabupaten Lampung Tengah kepada PT Sarana Muti Infrastruktur (Persero) sebesar Rp 300 miliar pada tahun anggaran 2018.

baca juga:

"Jadi pernyataan Mustafa bisa dianggap sebagai angin lalu atau pernyataan yang dibuat-buat, karena peristiwa hukum saja berbeda dan dalam penyaluran DAK 2017 Lampung Tengah tidak ada peristiwa hukum tindak pidana," ujar Fahmi.

"Apa yang dikatakan Mustafa bisa jadi hanya omong kosong dan tidak masuk dalam peristiwa tindak pidana korupsi," tambahnya.

Sebab, Fahmi menjelaskan, pada Pasal 189 ayat (2) KUHAP berbunyi:

'Keterangan terdakwa yang diberikan di luar sidang dapat digunakan untuk membantu menemukan bukti di sidang, asalkan keterangan itu didukung oleh suatu alat bukti yang sah sepanjang mengenai hal yang didakwakan kepadanya'.

"Nah ini kasus yang di didakwakan pada Mustafa tidak ada hubungannya dengan pengucuran DAK APBN-P 2017," sebutnya.

Dengan begitu, lanjut Fahmi, keterangan terdakwa yang dinyatakan di luar sidang seperti yang dilakukan Mustafa tidak dapat dinilai sebagai alat bukti. Akan tetapi, dapat dipergunakan untuk “membantu” menemukan bukti lain di sidang pengadilan. 

Dengan catatan, keterangan itu didukung oleh suatu alat bukti yang ada hubungannya mengenai hal yang didakwakan kepadanya

"Sedangkan Mustafa bukan lagi berstatus Terdakwa tetapi sudah berstatus narapidana," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) melaporkan Azis Syamsuddin ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Laporan tersebut bersandar pada keterangan Mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa yang menyebut Azis meminta fee 8 persen dari persetujuan Dana Alokasi Khusus APBN- P 2017.
Tak hanya ke KPK, KAKI juga melaporkan Azis ke Mahkamah Kehormatan DPR RI (MKD) sebagai bagian dari pelanggaran etik anggota DPR RI. 

"Jadi apa yang dilaporkan Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) ke KPK terkait pernyataan Mustafa sudah salah kaprah dan tidak pada tempatnya," kata Fahmi. 

Diketahui, Bupati nonaktif Lampung Tengah Mustafa telah divonis 3 tahun penjara oleh Majelis Hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta akibat kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2018 silam.

Mustafa terbukti menyuap beberapa anggota DPRD Lampung  sejumlah Rp 9,6 miliar. Penyuapan itu dilakuan bersama-sama Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah, Taufik Rahman.

Sejumlah anggota DPRD Lampung Tengah periode 2014-2019 yang disebut menerima suap yakni, Natalis Sinaga, Rusliyanto, Achmad Junaidi Sunardi, Raden Zugiri. Kemudian, Bunyana dan Zainuddin.

Ketika sedang menjalankan masa tahanannya Mustafa meminta izin lembaga Pemasyarakatan untuk keluar menjenguk orang tuanya yang sedang sakit keras. Saat menjenguk orang tuanya, Mustafa membuat pernyataan kalau anggota DPR RI Azis Syamsudin meminta fee 8 persen dari persetujuan Dana Alokasi Khusus APBN- P 2017.[] 

Editor: Ainurrahman

berita terkait

Image

News

Politisi PKS Desak KPK Transparan Soal Penghentian Penyelidikan 36 Kasus

Image

News

DPR Minta KPK Sampaikan ke Publik Rincian 36 Kasus yang Dihentikan Penyelidikan

Image

News

Harun Masiku Belum Ditangkap, Roy Suryo: Apakah KPK dan Polri Rela Citranya Jatuh di Mata Masyarakat?

Image

News

Mahfud MD: Penghentian 36 Kasus Kewenangan KPK

Image

News

KPK Hentikan 36 Kasus, Fahri Hamzah: Itu Kan Sampah, Jangan Main Buang Saja, Harusnya Diaudit!

Image

News

KPK Tegaskan Penghentian 36 Perkara Sesuai Prosedur

Image

News

Duga Ada Permainan, Fahri Hamzah Ingin Penghentian 36 Kasus di KPK Diaudit

Image

News

Margarito Kamis Nilai Status DPO Nurhadi Gugur dan Penyidikan Harus Ditunda Karena Ajukan Praperadilan

Image

News

KPK Hentikan Penyelidikan 36 Perkara, Abraham Samad: Ini di Luar Kewajaran

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Food Station Kembangkan Teknologi Pengawet Pangan untuk Warga Jakarta

"Ada barang yang umurnya memang pendek seperti ikan segar, sayur, cabai tapi kita punya teknologi memperpanjang save life,"

Image
News

Dianggap Bermain Mata Dengan Bupati Bima, Bawaslu Kabupaten Bima Dilaporkan Ke DKPP dan Bawaslu RI

"Laporan ini saya layangkan karena kinerja Bawaslu Kabupaten Bima tidak serius,"

Image
News

Sandi: Formula E Bukti Indonesia Serius Eksplorasi Energi Terbarukan

'Untuk mengirimkan pesan bahwa Jakarta dan Indonesia serius untuk melakukan eksplorasi terhadap energi baru dan terbarukan,"

Image
News

Dinkes : Tren Hubungan Seks Sesama Pria Meningkat di Tanjungpinang

"Sebenarnya bukan hanya di Tanjungpinang, fenomena serupa juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia,"

Image
News

Terjebak, Bocah 13 Tahun Tewas Dalam Insiden Kebakaran Toko Sembako

"Kejadiannya pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, dalam peristiwa itu memang ada korban jiwa satu orang,"

Image
News

Ketiduran di Dalam Angkot, Mahasiswi Unpad Nyaris Diperkosa Sopir

"Polisi telah mengamankan seorang yang diduga melakukan upaya perkosaan dan ancaman pembunuhan,"

Image
News

Pencarian Dua Korban Insiden SMPN 1 Turi Dihentikan Sementara

"Saat ini masih dilakukan penyisiran, namun nanti pada pukul 21.00 WIB, pencarian akan dihentikan sementara,"

Image
News

Gedung SMKN 24 Ambruk, Sudin Pendidikan Jakarta Timur Ancam Polisikan Kontraktor

"Kalau tidak, (kontraktor) tidak mau ada itikad baik, gak perbaiki, kita harus lapor polisi,"

Image
News

Dua Anak Indonesia Raih Penghargaan Lomba Lukis yang Diselenggarakan PT KAO

Kedua anak tersebut yakni Alvina Damayanti (14 tahun) dari Gresik dan Sophie Naysa Gunawan (9 tahun) dari Jakarta

Image
News
Susur Sungai Sempor

Sejumlah Palung Disinyalir Jadi Lokasi Hilangnya Korban Siswa SMP N 1 Turi

terpopuler

  1. Kedahsyatan Zikir dengan Mengucap Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah

  2. Pasangan Lesbian Arab Saudi Kabur ke Inggris demi Hindari Hukuman Mati

  3. Kejadian Murid-murid SMPN 1 Turi Hanyut di Sungai Sempor Bikin Paranormal Merinding

  4. Calon Independen Pilkada Kota Solo: Kelihatannya Ada Banyak Barisan Sakit Hati yang Masuk ke Kami, Alhamdulillah

  5. Ahok: Apabila Anda Temukan Praktik Ilegal Terkait Pertamina, Segera Lapor Via Whistle Blowing System

  6. Rustam: Kalau Tengku Mau Obyektif, Minta Lembaga Survei Ilmiah Secara Nasional, Baru Usul Anda Valid

  7. Pernah Digugat Rp1 Triliun, 5 Fakta Penting Marwan Batubara Orator di Aksi 212

  8. Ini Dampak Usai Tukang Ojek Pangkalan Ditangkap di Terminal Kalideres

  9. Dana Otsus di Aceh, Surya Paloh: Saya Tak Mau Hitung Pakai Matematis, Tapi akan Lakukan Pendekatan Emosional Agar Dana Ini Diperpanjang

  10. Hidup di Kontrakan, 5 Fakta Tak Terduga Naniel Yakin Pencipta Lagu 'Bento' Iwan Fals

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 10 Potret Romantis Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo Bersama Istri

Image
News

Hidup di Kontrakan, 5 Fakta Tak Terduga Naniel Yakin Pencipta Lagu 'Bento' Iwan Fals

Image
News

Pernah Digugat Rp1 Triliun, 5 Fakta Penting Marwan Batubara Orator di Aksi 212