image jamkrindo umkm
Login / Sign Up
Image

Harmaini Sitorus

Pengurus DPP Jam'iyah Batak Muslim Indonesia

Menimbang Tes DNA dalam Penetapan Hak Waris

Kolom

Image

Ilustrasi - Anak dan Orang Tua | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO, Persoalan Hak Waris di Indonesia hingga kini masih menjadi diskursus yang menarik di Indonesia. Tidak saja terkait antara hukum waris Islam dengan hukum adat, tapi juga bagaimana hukum waris bisa menyelesaikan persoalan Hak Waris bagi Pernikahan yang tidak sah dan tidak tercatat dalam catatan negara.

Pada realitasnya, tidak semua perkawinan masyarakat kita tergolong pada perkawinan yang sah dan tercatat. Berdasarkan hukum positif di Indonesia, sesuai UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan ditegaskan, sebuah tali perkawinan yang diakui negara adalah Pernikahan yang sah dan tercatat. Sah, tentu perkawinan yang sesuai dengan ajaran agama. Tercatat, bermakna terdaftar dalam pencatatan perkawinan. Tujuannya cukup baik dan normatif, agar mahligai perkawinan masyarakat kita teratur sesuai dengan ajaran agama dan dapat dilindungi secara administratif oleh negara.

Tapi bukan rahasia umum, jika terdapat jenis perkawinan yang sah namun tidak tercatat. Ada juga perkawinan yang tidak sah dan tidak tercatat. Bahkan, tidak dapat dipungkiri, jika ada bentuk perkawinan yang tidak sah namun tercatat. Istilah yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, semisal; pemalsuan buku nikah, hamil di luar nikah, kumpul kebo, dan lain-lain, kiranya mempertegas betapa prilaku kehidupan sosial bangsa kita cukup beragam.

baca juga:

Pada perkembangannya, dinamika sosial ini turut mempengaruhi peradaban bangsa kita, khususnya bagi kalangan masyarakat muslim. Ketika menemukan masalah, merasakan masalah, dan ditimpa masalah, masyarakat muslim belum banyak memperoleh pemecahan untuk keluar atau menjawab permasalahannya. Dalam konteks ini, tentu terkait dengan cara pandang Anak bangsa dalam memuliakan nilai-nilai perkawinan yang sejatinya sakral itu.

Problemnya, apakah Anak-Anak yang lahir dari Pernikahan yang tidak sah dan tidak tercatat itu, berhak mendapatkan warisan sesuai dengan hukum Islam atau hukum positif di Indonesia. Apakah setiap Anak yang memiliki DNA yang sama dengan orang tuanya (dalam hal ini, sang ayah), secara otomatis menjadi Anak kandungnya? Dalam hukum Islam, penetapan nasab dalam kerangka li hifz an-nasl (memelihara keturunan) ditentukan oleh sah atau tidaknya sebuah tali perkawinan.

Dalam konteks inilah, kita perlu sebuah metode pengujian ilmiah untuk membantu menyelesaikan persoalan ini. Dalam dunia kesehatan, kita sudah mengenal teknologi Tes DNA. DNA (Deoxirybo Nucleic Acid) adalah bahan kimia utama yang berfungsi sebagai penyusun gen yang menjadi unit penurunan sifat (hereditas) yang meneruskan informasi biologis dari induk kepada keturunannya. Di negeri kita, wacana seputar DNA masih sekedar wacana klasik. Namun, sejalan dengan perkembangan teknologi kesehatan, semakin hari tampaknya wacana DNA semakin aktual. Disadari, perkembangan itu sejatinya sejalan dengan perkembangan dinamika hukum di tengah-tengah masyarakat. Betapa tidak, DNA terkait erat dengan penentuan nasab/keturunan, perwalian Anak, adopsi Anak, penetapan hak warisan, dan yang paling umum adalah forensik.

DNA adalah temuan mutakhir dunia kesehatan. Ia adalah teknologi yang mampu menganalisis dan menguji hubungan kekerabatan dengan metodologinya tersendiri. Tes DNA menjadi tema yang menarik untuk dibahas karena akurasi kebenarannya tinggi, mencapai 99,99%, tentunya jika dilakukan dengan cara yang baik dan benar.

Di era teknologi digital saat ini, penggunaan Tes DNA dapat didorong sebagai metodologi pembuktian yang “mutlak” dibutuhkan. Alasan utamanya, akurasi tinggi yang sulit terbantahkan itu. Oleh karena itu, pada saatnya, Tes DNA ini menjadi unsur penting dan bahkan berpotensi menjadi “sorotan utama” dalam penetapan nasab (asal usul Anak).

Laksana dinamika penetapan awal bulan qamariyah; antara hisab dan rukyat, sejarah menunjukkan, lambat laun komponen bangsa kita dapat menerima penerapan teknologi hisab. Setelah mengalami diskursus panjang, akhirnya negara menetapkan metode hisab imkan ar-rukyah sebagai metode penetapan dan rukyat sebagai pendukungnya. Demikian pula terkait Tes DNA, disinyalir, era teknologi digital ini berpeluang membangkitkan kesadaran Anak bangsa untuk memberdayakan teknologi DNA dalam melindungi hak perdata Anak, khususnya dalam wilayah kompetensi Peradilan Agama, yang pada akhirnya, memiliki hubungan langsung dengan masa depan kewarisan sang Anak.

Terlebih, jika merujuk pada Direktori Putusan Mahkamah Agung RI selama satu dekade terakhir, ditemukan cukup banyak putusan hukum yang menjadikan Tes DNA sebagai dasar pembuktian, misalnya Putusan MA No. 316/Pdt.G/2011/PA.Clg tentang Pengajuan Cerai Talak (Akibat Tuduhan Kehamilan Sebelum Nikah) di Cilegon. Lalu, Penetapan MA No: 0185/Pdt.P/2014/PA.TL tentang sengketa Asal Usul Anak Biologis yang terjadi di Trenggalek, Putusan MA No. 326/Pdt.G/2015/PA.Mdn tentang perkara Asal Usul Anak yang terjadi di Medan dan Penetapan MA No. 64/Pdt.P/2017/PN.Clp tentang sengketa Penetapan Pengakuan Anak yang terjadi di Cilacap.

Meskipun sejarah hukum Islam sejak zaman Rasulullah mengenal ragam metode pembuktian Hak Waris; qiyafah, al-firasy, al-iqrar, dan al-bayyinah, hingga kini, Tes DNA belum menjadi alat bukti primer dalam penetapan Hak Waris di Indonesia. Sejauh ini, Tes DNA masih dianggap sebagai alat bukti sekunder, namun di sisi lain, Tes DNA dinilai akurat dan valid secara ilmiah dalam penentuan penentuan nasab/keturunan. Secara tidak langsung, bukankah Tes DNA cenderung berkaitan dengan alat bukti untuk melindungi hak perdata Anak, termasuk di dalamnya, hubungan langsung atau tidak langsungnya dengan penetapan ahli waris.

Oleh karena itu, metode Tes DNA dinilai patut dipertimbangkan sebagai alat bukti primer yang mutlak digunakan dalam pembuktian penentuan nasab/keturunan, sebelum penetapan Hak Waris, di tengah semakin menguatnya peran dan kewenangan absolut Peradilan Agama dalam menangani setiap kasus Pernikahan dan kewarisan, tentunya di bawah konsolidasi Mahkamah Agung RI.

Perlu kajian mendalam terkait eksistensi Tes DNA dalam hukum acara perdata Islam di Indonesia. Perlu dirumuskan eksistensi DNA dalam konteks kekinian, serta implikasinya terhadap perlindungan terhadap hak perdata Anak dan penyelesaian sengketa kewarisan di Indonesia. Pada akhirnya, perlu direkomendasikan kepada Mahkamah Agung RI sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam memperkuat pembangunan hukum Islam di Indonesia.[]

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Kolom

Politik Dinasti, Oligarki dan Anomali Demokrasi

Image

News

Kolom

Menanti Kebangkitan PPP

Image

News

Kolom

Paska Penolakan Pemulangan Mantan ISIS

Image

News

Formula E yang Jadi Rame

Image

News

Kolom

Tantangan Internal PAN dan Kekacauan Politik Nasional

Image

Ekonomi

Kolom

Kambing Hitam Seretnya Pertumbuhan Ekonomi

Image

News

Kolom

Negara Sandiwara

Image

News

Kolom

Jebakan Tahta, Harta dan Wanita

Image

News

100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

100 Hari Jokowi-Ma’ruf yang Tak Meyakinkan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Kasad Pimpin Rapim TNI AD Tahun 2020 di Mabesad

Rapim TNI AD tahun ini diikuti oleh 834 orang,

Image
News

MA: Larangan Foto dan Rekam saat Sidang Demi Lancarnya Persidangan

"Sidang itu sakral, tidak boleh mengganggu jalannya persidangan,"

Image
News

KPK Geledah Rumah Adik Ipar dan Ibu Mertua Buronan Nurhadi di Jawa Timur

dari hasil penggeledahan di kediaman mertua Nurhadi tersebut, KPK mengamankan sejumlah dokumen dan bukti elektronik.

Image
News

Polisi Selidiki Mayat Laki-Laki di Hotel Tokyo Banjarmasin

"Korban ditemukan sudah meninggal dunia saat berada di kamar nomor 334 Hotel Tokyo,"

Image
News

Polri Akan Tindak Tegas Anggota Yang Tidak Jaga Netralitas di Pilkada 2020

"Pak Kapolri pernah bilang netralitas adalah sebuah dan menjadi kewajiban anggota polri

Image
News

Dapat Ikut Pilkada 2020, Mabes Polri Klaim Mantan Pati Polri Tak Dapat Intervensi Kepolisian Lagi

mantan perwira tinggi (Pati) Polri dapat mengikuti dan menjadi kandidat dalam Pilkada Serentak 2020.

Image
News

Anggota DPR Minta GAPKI Maksimalkan Pemanfaatan Biodisel untuk Dalam Negeri

Ridwan menolak energi biodisel yang dihasilkan di Indonesia diekspor ke luar. Sebab tiap tahun pemerintah mensubsidi Rp120 Triliun

Image
News

Lokasi Observasi 188 ABK Kapal Pesiar World Dream: Pulau Sebaru Ini Rumah, Jadi Ada Kamar-kamarmya Bagus

“BNPB siap mendukung opsi pemulangan WNI baik melalui laut maupun udara, sesuai keputusan yang akan dipilih Presiden Joko Widodo.”

Image
News

UPDATE: Dampak Banjir di Jabodetabek dan Karawang

Masyarakat yang membutuhkan evakuasi hewan peliharannya dapat menghubungi 112.

Image
News

Video Kekerasan Terhadap Muslim di New Delhi Viral, Tagar #ShameOnYouIndia Trending di Twitter

Beberapa video masih perlu diverifikasi kebenarannya

terpopuler

  1. Bantah Terima Rp7,5 M, Rano Karno: Seluruh Lalu Lintas Keuangan Diatur oleh Agus Uban

  2. Rumah Langganan Terendam Air, Deretan Artis Ungkapkan Kekecewaan Hadapi Banjir Jakarta

  3. Chef Rendy Berikan Tips Bikin Nasi Goreng yang Lezat di Rumah

  4. Jakarta Dikepung Banjir, Tengku Zulkarnain: Baru di Era Anies, Gubernurnya Dibully Habis-habisan

  5. Jokowi: Ini Sudah Menjalar ke Banyak Negara, Tiongkok, Korsel,  Jepang, Iran, Italia, Semua Keputusan Harus Hati-hati

  6. 5 Artis yang Pernah Boyong Pegawainya Berangkat Umrah

  7. Selidiki Kerusakan Lingkungan yang Dilakukan Anies, Komrah Kerahkan Ahli Kumpulkan Sampel di Monas

  8. Anies Baswedan Turunkan Jabatan Kelik dari Kepala Dinas Jadi Anggota TGUPP

  9. Sepucuk Surat untuk Anies Baswedan dan Bank DKI dari Ahli Waris The Tjin Kok

  10. Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI 2020 Bisa Turun Jadi 4,7 Persen

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Memimpin Tanpa Menyalahkan

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Banjir Jakarta Menghanyutkan Elektabilitas Anies Baswedan?

Image
Achmad Fachrudin

Politik Dinasti, Oligarki dan Anomali Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Maruli Simanjuntak, Komandan Paspampres Menantu Luhut Pandjaitan

Image
News

5 Fakta Karier Rian Ernest, Politisi Muda PSI yang Maju di Pilkada Batam 2020

Image
News

Tewas Saat Luncurkan Roket Buatannya, Ini 6 Fakta Menarik Penganut Bumi Datar Mike 'Mad' Hughes