image jamkrindo umkm
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta

Unjuk Gigi Pimpinan KPK Baru

Kolom

Image

Ilustrasi - OTT KPK | AKURAT.CO/Candra Nawa

AKURAT.CO, Seperti tak ingin kalah oleh Pimpinan KPK Agus Raharjo, pimpinan KPK di bawah komando Firli Bahuri sedang unjuk gigi. Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah dan komisioner KPU Wahyu Setiawan pun menjadi korban gigitan pertama KPK di bawah pimpinan Firli Bahuri.

Pimpinan KPK Anyar saat ini memang harus unjuk gigi dan membuktikan diri. Karena masyarakat sangat meragukan pimpinan baru KPK yang dianggap bermasalah.

Kita patut mengapresiasi kerja awal KPK yang bisa meng-OTT Bupati Sidoarjo dan komisioner KPU. Namun ada catatan penting yang harus kita koreksi. Jangan sampai KPK anyar tersebut, hanya mampu menangkap kepala daerah atau penyelenggara Pemilu yang tak memiliki back up politik kuat.

baca juga:

Dan jangan sampai juga penangkapan kedua pejabat negara tersebut, hanya sebagai pengalihan isu atas kasus Jiwasraya yang menyeret pihak-pihak di istana.

Karena kita tahu, penangkapan yang dilakukan dengan OTT kepada seorang kepala daerah dan anggota KPU merupakan isu seksi. Berita hot dan sexy yang akan menjadi perhatian publik di tanah air. 

Ramainya pemberitaan OTT KPK jangan sampai menutup pemberitaan kasus pembobolan dan perampokan uang negara di Jiwasraya yang jumlahnya 13,7 Triliun . Hampir dua kali lipat dari kasus Century yang menghebohkan di masa pemerintahan SBY.

Bail-out Century mengguncang rezim SBY. Dan pembobolan Jiwasraya menghebohkan rezim Jokowi saat ini.

Kita sama-sama mafhum, BUMN kerap menjadi sapi perah para politisi dan elite partai untuk pembiayaan Pemilu. Jadi jangan heran dan aneh jika BUMN banyak utangnya dan banyak ruginya.

OTT KPK masih belum bisa membuktikan apapun. Belum bisa membuktikan bahwa pimpinan KPK anyar tersebut akan lebih baik dari pimpinan KPK yang lama. Kalau KPK menangkap kepala daerah merupakan hal biasa. Bukan merupakan hal yang hebat. Dan menangkap anggota KPU pun bukan lah sesuatu yang membanggakan.

Pimpinan KPK Anyar akan diangap hebat, jika mereka bisa menangkap kakap-kakap, gajah-gajah, dan dinosaurus-dinosaurus yang telah merampok anggaran negara. KPK saat ini akan dibilang hebat, jika mereka mampu meng-OTT ketum partai, sekjen partai, ketua DPR, anggota DPR, dan pihak istana.

Unjuk gigi pimpinan KPK Anyar jangan hanya sebatas OTT pada koruptor-koruptor kelas teri tapi pemain-pemain anggaran kelas keroco, perampok uang negara kelas recehan, dan maling kelas kecoa.

Keraguan publik terhadap pimpinan KPK Anyar harus dijawab dengan kerja-kerja besar dan prestatif. Dengan usaha-usaha maksimal yang fenomenal. Dengan langkah-langkah ekstra yang luar biasa.

Jika hanya menangkap kepala daerah dan anggota KPU itu masih dikategorikan sesuatu yang biasa, rakyat masih nyinyir terhadap pimpinan KPK baru. Nyinyiran publik harus dijawab dengan langkah nyata.

Korupsi di Indonesia sudah pada tingkat “dewa”, sudah menjadi budaya, tindakan koruptif terjadi dimana-mana. Jadi butuh pimpinan KPK Anyar yang ber-ide “gila” untuk membasmi mereka yang korup.

Pimpinan KPK Anyar salah satu langkahnya akan membawa KPK lebih fokus pada pencegahan bukan pada penindakan. Langkah pimpinan KPK tersebut layak untuk dikritik. Dan merupakan langkah yang keliru.

Mana mungkin korupsi yang sudah akut yang terjadi di bangsa ini hanya dilakukan dengan pencegahan. Pemberantasan korupsi tanpa penindakan tak akan jalan. Karena pemberantasan korupsi perlu tindakan nyata.

Mencegah terjadinya korupsi menang baik. Namun pencegahan itu sifatnya lemah. Karena sifatnya himbauan. Mencegah dalam pemberantasan korupsi merupakan selemah-lemahnya iman.

Memberantas korupsi tanpa penindakan sama saja bohong. Jadi konsep pencegahan merupakan gaya pemberantasan korupsi konvensional dan jadul. Gaya pemberantasan korupsi era modern adalah menyerang dan menindak kepada siapa saja yang korup.

Dua OTT KPK yang menyasar Bupati Sidoarjo dan komisioner KPU merupakan bentuk nyata penindakan yang dilakukan oleh KPK. Artinya penindakan jauh lebih efektif daripada pencegahan.

Jika hanya pencegahan yang dilakukan oleh KPK, maka KPK akan mati. Tak berdaya, lemah, dan tak akan bermakna. KPK itu hidup jika penindakannya jalan. Roh penindakan menjadi senjata untuk memerangi mereka yang merampok uang negara.

Publik masih belum yakin dengan kinerja awal pimpinan KPK baru. Publik perlu diyakinkan lagi. Perlu dilakukan OTT yang lebih besar lagi, lebih garang, dan lebih berani menyasar orang-orang besar di negeri ini.

Yakinkan rakyat dengan kerja nyata, kerja besar, dan kerja hebat. Jika hanya maling kelas kecoa yang tertangkap, itu bukanlah sebuah prestasi yang prestisius. Namun jika maling kelas kakap yang telah memainkan anggaran negara, maka disitulah letak kehebatan KPK yang bergigi, bertaring, dan punya nyali.

Masih banyak maling-maling kelas kakap, yang telah merampok uang negara berkeliaran bebas. Mereka makin kaya. Mereka tak tersentuh KPK. Mereka bernyanyi di atas penderitaan rakyat miskin.

Jika memang KPK punya gigi dan nyali, ambil alih penanganan korupsi di Jiwasraya. Usut tuntas sampai aktor intelektualnya. Jangan tebang pilih walaupun harus berhadap-hadapan dengan pihak istana. Jika kasus Jiwasraya masih ditangani Kejaksaan, maka kasus korupsinya tak akan bisa tuntas. Hanya akan menyentuh maling-maling kelas teri yang dikorbankan oleh kepalanya.

Tahun baru, pimpinan KPK baru, tentu rakyat juga memiliki harapan baru ke KPK. Keraguan rakyat harus dijawab. Jawab dengan tindakan, bukan dengan pencegahan apalagi dengan senyuman. Karena KPK tak perlu tersenyum.

KPK juga tak perlu pujian. Yang diperlu dilakukan KPK adalah memenjarakan mereka para koruptor kelas kakap, gajah, dan dinosaurus. Selama mereka para koruptor kelas elite tak tersentuh, maka selama itu pula KPK belum bisa dipercaya.[]

 

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Kolom

Politik Dinasti, Oligarki dan Anomali Demokrasi

Image

News

Kolom

Menanti Kebangkitan PPP

Image

News

Kolom

Paska Penolakan Pemulangan Mantan ISIS

Image

News

Formula E yang Jadi Rame

Image

News

Kolom

Tantangan Internal PAN dan Kekacauan Politik Nasional

Image

Ekonomi

Kolom

Kambing Hitam Seretnya Pertumbuhan Ekonomi

Image

News

Kolom

Negara Sandiwara

Image

News

Kolom

Jebakan Tahta, Harta dan Wanita

Image

News

100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

100 Hari Jokowi-Ma’ruf yang Tak Meyakinkan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

BNI Digitalkan BNI Java Jazz 2020

The Funky Bunch merupakan karakter unik yang akan ikut serta dalam kemeriahan BNI Java Jazz Festival 2020.

Image
News

Dua Bulan 5 Kali Banjir, Ketua DPRD DKI Setujui Pembentukan Pansus untuk Bantu Anies

Pembentukan pansus ini diklaim bertujuan membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mencari solusi atas masalah banjir

Image
News
Pilkada 2020

Jumlah Dukungan Tak Penuhi Syarat, Abah Ali-Gus Amak Terpaksa Gagal Maju Pilwakot Solo

KPU sudah melakukan penghitungan dan pengecekan syarat dukungan yang dikumpulkan dan dikirim ke Kantor KPU Solo.

Image
News

Kadis SDA DKI: Tanggul Jatipadang Jebol Karena Tak Bisa Tahan Curah Hujan Tinggi

Posisi tanggulnya di badan kali jadi lama - lama terkikis air kali

Image
News

Polisi Tangkap Empat Orang Komplotan Jambret

Pelaku sudah mendekam dalam penjara.

Image
News

Perayaan Pra-Paskah: Paus Imbau Warga Dunia Berhenti Menghina Orang Lain di Medsos

Paus juga menyeru umatnya untuk sejenak melakukan 'detoks telepon'

Image
News

Dalami Kasus Alih Fungsi Hutan, KPK Panggil Mantan Ketua Gapki Riau

"Yang bersangkutan diagendakan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SD"

Image
News

Polisi Belum Mau Beberkan Kronologis Pemukulan Sopir Ambulan

Suharyono menegaskan, semua akan dibeberkan dalam konferensi pers jika semua pemeriksaan telah dilakukan

Image
News

Cegah Virus Corona, Bagaimana Hukum Menggunakan Masker saat Salat?

Bagaimana hukum salah dengan menggunakan masker?

Image
News

KPK Periksa Kalapas Kembangkuning Jadi Saksi Kasus Suap Wawan

KPK butuh keterangan Unggul untuk mendalami aliran dana dari pengusaha asal Banten.

terpopuler

  1. Rumah Langganan Terendam Air, Deretan Artis Ungkapkan Kekecewaan Hadapi Banjir Jakarta

  2. Jakarta Dikepung Banjir, Tengku Zulkarnain: Baru di Era Anies, Gubernurnya Dibully Habis-habisan

  3. Chef Rendy Berikan Tips Bikin Nasi Goreng yang Lezat di Rumah

  4. Bantah Terima Rp7,5 M, Rano Karno: Seluruh Lalu Lintas Keuangan Diatur oleh Agus Uban

  5. Jokowi: Ini Sudah Menjalar ke Banyak Negara, Tiongkok, Korsel,  Jepang, Iran, Italia, Semua Keputusan Harus Hati-hati

  6. Anies Baswedan Turunkan Jabatan Kelik dari Kepala Dinas Jadi Anggota TGUPP

  7. Selidiki Kerusakan Lingkungan yang Dilakukan Anies, Komrah Kerahkan Ahli Kumpulkan Sampel di Monas

  8. Sepucuk Surat untuk Anies Baswedan dan Bank DKI dari Ahli Waris The Tjin Kok

  9. 5 Artis yang Pernah Boyong Pegawainya Berangkat Umrah

  10. Begal Kembali Beraksi di Cempaka Putih, Kali ini Korbannya Pegawai Pemprov DKI

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Memimpin Tanpa Menyalahkan

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Banjir Jakarta Menghanyutkan Elektabilitas Anies Baswedan?

Image
Achmad Fachrudin

Politik Dinasti, Oligarki dan Anomali Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

Santap Menu Angkringan hingga Nikmati Es Teh Plastikan, 10 Aksi Gibran Rakabuming Kulineran di Pinggir Jalan

Image
News

5 Fakta Penting Maruli Simanjuntak, Komandan Paspampres Menantu Luhut Pandjaitan

Image
News

5 Fakta Karier Rian Ernest, Politisi Muda PSI yang Maju di Pilkada Batam 2020