image
Login / Sign Up

Komnas HAM Minta Aparat Kepolisian Ungkap Pelaku Penyebab Jatuhnya Korban Aksi Tolak RUU KPK dan RKUHP

Ratu Amanda Distania

Image

Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM Beka Ulung Hapsari, Wakil Ketua Komnas HAM bidang Internal Hairansyah, Koordinator Subkomisi Penegakkan HAM Amiruddin, dalam Konferensi Pers Terkait Temuan Tim Peristiwa 24 - 30 September 2019 atas Penyampaian Aspirasi Mahasiswa dan Pelajar terhadap Revisi UU KPK dan RKUHP di Kantor Komnas HAM, Kamis (9/1/2020) | AKURAT.CO/Ratu

AKURAT.CO, Koordinator Subkomisi Penegakkan HAM Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Amiruddin, mengingatkan kepada Polri untuk melakukan tugasnya terkait korban aksi unjuk rasa penolakan revisi UU KPK dan RUU KUHP.

Komans HAM ingin para instansi bertanggung jawab tentang kewajiban mereka, seperti kewajiban yang belum dijalankan secara tepat yakni soal peristiwa bulan September pada aksi unjuk rasa yang berujung pada kematian sejumlah demonstran, serta mengalami cidera dan luka.

"Oleh karena itu, kami ingatkan aparat penegak hukum yaitu penyidik-penyidik Polri memiliki kewajiban untuk melakukan tugasnya disitu sehingga kita tahu apa penyebab dari peristiwa meninggalnya beberapa orang itu dan siapa pelakunya," ujar Amiruddin dalam Konferensi Pers Terkait Temuan Tim Peristiwa 24 - 30 September 2019 atas Penyampaian Aspirasi Mahasiswa dan Pelajar terhadap Revisi UU KPK dan RKUHP di Kantor Komnas HAM, Kamis (9/1/2020).

baca juga:

Kata dia, hal ini penting untuk dilakukan agar Kejadian serupa tidak terulang dan tidak ada lagi korban jiwa. Selain itu, untuk pelakunya, Amiruddin harap dapat ditindak secara hukum.

"Jika itu terulang kita akan menghadapi situasi problem hak asasi manusia yang serius. Selain itu juga, dalam konteks HAM jika kewajiban-kewajiban dari instansi tadi tidak juga dijalankan, nah disitulah kita berhadapan dengan masalah pelanggaran HAM. Dimana keluarga korban dan korbannya sendiri tidak mendapatkan suatu proses keadilan, jadi yang jadi soal dari peristiwa-pristiwa ini adalah keadilan tidak pernah bisa dipercaya kepada korban," kata Amiruddin.

"Nah ini yang ingin kami ingatkan dari Komnas HAM terkait rekomendasi yang kita sampaikan ini, kami berharap masing-masing organisasi bisa menindak lanjuti ini," kata dia.

Berdasarkan data yang dirilis Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), aksi unjuk rasa penolakan revisi UU KPK dan RUU KUHP tidak hanya terjadi di Jakarta.

Setidaknya ada 11 wilayah yang melakukan aksi demonstrasi tersebut. Selain penolakan revisi UU KPK dan RUU KUHP, ada sejumlah unjuk rasa yang menyuarakan masalah kebakaran hutan dan lahan serta konflik di Papua. Wilayah itu yakni, Yogyakarta, Purwokerto, Malang, Jambi, Bandung, Semarang, Makassar, Medan, Surabaya, Pekanbaru dan Kendari.

Selain itu, Komnas HAM juga mencatat adanya 1.489 orang yang diamankan di DKI Jakarta per 15 Oktober 2019 dan adanya dugaan pelanggaran prosedur tetap yang dilakukan Polisi dalam aksi unjuk rasa pelajar dan mahasiswa September 2019.

Wakil Ketua Komnas HAM Hairansyah mengatakan, dari jumlah tersebut sebanyak 1.109 dibebaskan, 380 orang berstatus tersangka, 218 ditangguhkan, dan 70 orang ditahan.[]

Editor: Dian Rosmala

berita terkait

Image

News

Pandemi Covid-19, Presiden dan DPR Diminta Tunda Pengesahan RKUHP

Image

News

Wabah Corona

Hindari Covid-19, Komnas HAM Dorong Polri dan Kejagung Bebaskan Tahanan

Image

Olahraga

Wander Luiz

Bagus dan Bagas Ikut Mendoakan Kesembuhan Wander Luiz

Image

News

Wabah Corona

Eks Komisioner Komnas HAM: Darurat Sipil Kudeta Kebebasan Rakyat

Image

News

Wabah Corona

Komnas HAM: Pengalaman Darurat Sipil yang Terjadi Situasi Ketakutan, Malah Potensial Timbukan Chaos

Image

News

Wabah Corona

Komnas HAM Desak Presiden Tetapkan Darurat Kesehatan Nasional Bukan Darurat Sipil

Image

News

Komnas HAM Minta Presiden Segera Lakukan Karantina Wilayah

Image

News

Wabah Corona

Makin Mengkhawatirkan, Komnas HAM Desak Jokowi Berlakukan Karantina Wilayah

Image

News

Wabah Corona

Komnas HAM Restui Tindakan Batasi Orang Berkumpul untuk Cegah Penyebaran Covid-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News
Wabah Corona

Gubernur Banten Minta Kepala Daerah Tangerang Raya Ajukan PSBB Agar Satu-kesatuan dengan DKI

Mobilitas masyarakat wilayah Tangerang Raya tidak dapat dipisahkan dengan DKI Jakarta.

Image
News
Wabah Corona

Ini Daftar Kegiatan yang Dilarang Saat Penerapan PSBB di Jakarta

Berkumpul lebih dari lima orang menjadi larangan selama penerapan PSBB

Image
News
Wabah Corona

Bakal Ada Patroli Rutin, Pelanggar PSBB Langsung Disanksi di Lapangan

Pemprov DKI melakukan langkah tegas, kami tidak akan melakukan pembiaran terhadap kegiatan yang berpotensi terjadi penularan

Image
News
Wabah Corona

KSP: Tak Mudik Bukan Cuma Anjuran Pemerintah, Tetapi Implementasi Ajaran Islam yang Harus Dipatuhi

Menurut Rumadi, harus dipahami bahwa bangsa Indonesia sekarang dalam kondisi darurat COVID-19.

Image
News

Selain Wartawan, Ini 8 Bidang Usaha yang Tetap Beroperasi Selama Pemberlakuan PSBB

Anies mengungkapkan, ada delapan sektor dunia usaha yang diperbolehkan beroperasi selama penerapan PSBB

Image
News
Wabah Corona

Dukung SE Menag, MPR: Ini Anjuran Tepat Karena Zakat, Infak Dan Sedekah Jaring Pengaman Sosial

Basarah respek pada butir 11 surat edaran itu yang menganjurkan umat Islam membayarkan zakat harta mereka sebelum puasa Ramadan.

Image
News

Ombudsman: Pasien Corona Terus Bertambah, Kebijakan Social Distancing Harus Dievaluasi

Teguh mengatakan kebijakan social distancing yang kurang efektif, perlu dipikirkan untuk beralih ke metode yang lebih ketat dan efektif

Image
News

Lawan Polisi dengan Senpi Rakitan, Kurir Sabu-Sabu Didor Senpi Beneran

AA ditembak dan meninggal dunia saat diperjalanan menuju rumah sakit

Image
News

PSBB Disetujui, Fahira Idris Minta Warga DKI Dukung dan Patuh Arahan Gubernur Anies

Kalau kita cermati sebenarnya dalam beberapa sisi Jakarta sudah menerapkan PSBB sejak pertengahan Maret lalu.

Image
News

Setelah Gagal 10 Tahun, Dua Panda Hong Kong Ini Akhirnya Kawin Berkat Kebun Binatang yang Sepi

Perkawinan alami Ying dan Le disebutkan selalu gagal bahkan sampai 10 tahun lamanya

terpopuler

  1. Pemprov Jatim Klaim Pasien Sembuh Virus COVID-19 Terus Bertambah Jadi 40 Orang

  2. 5 Foto Cantik Petenis Eugenie Bouchard di Alam Bebas, Mendaki di Tengah Virus Corona

  3. IHSG Diramal Melambung, Saham Ini Akan Bawa Untung

  4. Kasdam XVIII/Kasuari: Kalian Harus Gembira dan Jangan Terlihat Susah

  5. DPR: Pemerintah Terlalu Banyak Aturan yang Sifatnya Hanya Imbauan Terkait Penanganan Covid-19

  6. PSBB Jakarta Disetujui, Anies Bisa Terapkan Pembatasan Transportasi Umum hingga Liburkan Sekolah dan Tempat Kerja

  7. 146 PNS Muda DKI Diminta Jadi Relawan COVID-19, Chaidir: Menolak Akan Kena Sanksi

  8. Kendaraan Pribadi dan Angkutan Umum Bakal Dibatasi di Jakarta

  9. PSBB Mulai Diberlakukan, DPR: Pintu Masuk dan Keluar DKI Jakarta Harus Dijaga

  10. Takut Tertular, Warga Ibu Kota Pantai Gading Bakar Gedung Pusat Virus Corona

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Zainul A. Sukrin

Perppu Corona, Ujungnya Dimana?

Image
Prakoso Permono

Bayang-bayang Ancaman Teror di Tengah Pandemi

Image
Reza Fahlevi

Atas Nama Kemanusiaan, Stop Politisasi Covid-19

Image
Abdul Aziz SR

PKS dan Sindiran Partai Oposisi

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
Ekonomi

Besarkan Go-Life hingga Diakui Forbes, Ini 5 Fakta Menarik Windy Natriavi, Pendiri AwanTunai

Image
Hiburan

Resmi Diperistri So Ji-Sub, 5 Fakta Menarik Presenter Cantik Jo Eun-jung

Image
News

Wabah Corona

Olahraga hingga Donor Darah, 7 Potret Aktivitas Sandiaga Uno di Sela-sela WFH