breaking news: Sekolah Adakan Susur Sungai Sempor, Sejumlah Siswa SMP N 1 Turi Hanyut

image jamkrindo umkm
Login / Sign Up
Image

Abdul Aziz SR

Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Brawijaya dan Senior Researcher pada Center for Election and Political Party (CEPP) FISIP UI

Rekening Gendut Pejabat Negara

Kolom

Image

Ilustrasi - Korupsi | AKURAT.CO/Candra Nawa

AKURAT.CO, Sejumlah Kepala Daerah menyimpan uang di kasino di luar negeri. Itu pengumuman dari PPATK menjelang akhir tahun 2019. Tapi ironis, pihak Kementerian Dalam Negeri justru meradang dengan pengumuman itu. Mereka menyayangkan mengapa PPATK tidak melakukan koordinasi lebih dulu dengan Kemendagri agar persoalan tersebut dibicarakan di internal pemerintahan. Tidak tiba-tiba di-publish begitu saja.

Publik juga dikejutkan dengan berita bahwa rekening Wiranto (bekas Menko Polhukam dan saat ini menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Presiden) begitu cepat membesar rekeningnya dan pertambahan harta kekayaan menakjubkan. Jika pada 2009 kekayaannya sekitar 81 miliar rupiah, maka pada 2019 total kekayaannya sebesar 542 miliar rupiah. Dalam rentang sepuluh tahun harta kekayaannya bertambah sebesar 461 miliar rupiah. Luar biasa.

Rekening Haram

baca juga:

Beberapa waktu sebelum itu tersiar kabar soal kenakalan dan penyelewengan jajaran direksi PT Garuda Indonesia. Selain terlibat dalam penyelundupan barang-barang mahal dari luar negeri dengan menggunakan bagasi pesawat Garuda, juga berbagai kenakalan menyangkut cabang-cabang usaha (anak perusahaan) di BUMN tersebut. Hasil dari kenakalan dan penyelewengan tersebut tentu membuat rekening jajaran direksi menjadi tambun seketika.

Lebih heboh soal PT Jiwasraya yang dikabarkan gagal bayar dan kemudian diketahui duitnya raib lebih dari tiga belas triliun rupiah. Bahkan Jaksa Agung memperkirakan jauh lebih besar dari itu. Jika begitu, maka jauh lebih besar dari skandal Bank Century.

Beragam isu yang mengitari megaskandal Jiwasraya. Ada yang bilang duitnya mengalir sampai jauh hingga ke timses Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 lalu. Ada yang bilang duitnya dipakai oleh konglemerat tertentu. Ada pula yang bilang duitnya dibawa lari oleh pejabat Jiwasaya sendiri.

Ada lagi yang bilang BUMN itu sangat sehat pada 2016 dan sudah diaudit oleh KAP PriceWaterhouse Coopers dan mendapat skor nilai AAA (sehat sekali). Sementara Presiden Jokowi bilang, Jiwasraya sudah bermasalah sejak sepuluh tahun lalu. Rezim sebelumnya ikut dituduh bersalah. Bekas Presiden Yudhoyono dan Partai Demokrat pun angkat bicara. Mereka meminta Presiden Jokowi berbicara berdasarkan fakta.

Apa sesungguhnya yang terjadi dengan Jiwasraya? Tidak lain dari perampokan. Perampokan oleh manajemennya sendiri berkomplot dengan elit (politik dan ekonomi) tertentu. Itu lebih masuk akal. Namun, sampai hari ini belum juga ditetapkan siapa tersangka (pelakunya). Aneh juga sebenarnya.

Kita pun bisa mempertanyakan mengapa justru Kejaksaan Agung yang didorong menangani kasus super jumbo ini? Mengapa bukan KPK? Kita semua tahu, Kejagung punya reputasi buruk dalam penanganan-penanganan kasus-kasus korupsi. Jangan heran jika nanti kasus Jiwasraya berujung antiklimaks.

Tetapi apapun itu, rekening pejabat yang terlibat di dalam kasus-kasus megaskandal itu pasti semakin gemuk. Rekening haram itu kini tentu tengah dinikmati dengan bangga oleh para pemiliknya tanpa merasa bersalah.

Satu hal yang aneh dan mengundang kecurigaan besar, pemerintah tampak sangat tidak bersemangat menjelaskan megaskandal Jiwasraya ini. Sangat beda dengan semangat ketika mengumumkan kasus PT Garuda di mana pemerintah tampak begitu gagah, garang, dan menunjukkan sikap anti penyelewengan. Giliran kasus Jiwasraya malah terlihat terkulai layu, kepala menunduk, ada mengisyaratkan kepanikan-kepanikan.

Sejumlah kalangan menduga, isu Laut Natura Utara sengaja di-blowup untuk menutupi dan mengalihkan parhatian publik dari megasakandal Jiwasraya. Kebetulan juga banjir bandang melanda berbagai daerah termasuk DKI Jakarta dalam waktu yang sama. Kasus Jiwasraya kian tenggelam oleh banjir bandangnya berita banjir. Kesempatan emas pun seolah tercipta bagi kalangan pemuja pemerintah untuk menghujat Gubernur Anies Baswedan yang di-framing (dalam ramuan tumpukan hoax) tak becus menangani banjir. Lengkap sudah.

Teringat Rekening Gendut

Jauh sebelum kasus-kasus itu, beberapa tahun lalu, jagat korupsi negeri ini diramaikan dengan Rekening Gendut para pejabat Kepolisian. Ada sederet perwira Polri yang diketahui memiliki Rekening Gendut. Nominalnya mulai 400 miliar rupiah hingga satu koma sekian triliun rupiah.

Orang pun bertanya-tanya, dari mana para pejajabat Kepolisian itu mendapatkan uang begitu besar? Jika diukur dari gaji dan tunjangan tidak mungkin bisa sebesar itu. Mereka juga dikenal bukan pebisnis. Apakah warisan dari keluarga? Jika ya, mungkin tidaklah segendut itu. Bisa juga dari hibah. Tapi hibah dari siapa? Jika hibah, itu mungkin hibah aneh bin ajaib dan hanya terjadi di Indonesia. 

Sampai hari ini, kasus Rekening Gendut para pejabat Kepolisian tak pernah diusut, termasuk oleh KPK. Ia pun menguap dan hilang begitu saja tanpa kejelasan apa-apa.

Para pejabat kita banyak sekali yang rekeningnya gemuk, tambun, gendut, jumbo, dan sejenisnya. Tentu ada yang halal, jelas asal-usul uang di dalamnya, dan bisa dipertanggungjawabkan. Tetapi tidak sedikit yang haram sebagai hasil perampokan. Ada yang karena kongkalikong dengan pelaku bisnis. Ada yang karena mengkomersialkan jabatan. Ada yang karena suap-menyup. Ada yang karena me-mark up anggaran. Ada yang karena menjual aset negara, dan lain-lain cara yang serba bersekutu dengan iblis.  

Lihatlah, misalnya, sudah ratusan Kepala Daerah yang masuk penjara karena korupsi. Hampir setiap pekan ada saja Kepala Daerah, anggota perlemen, dan pejabat negara lainnya yang diciduk KPK karena korupsi. Seperti tak ada rasa takut dan tak ada rasa malu di diri mereka. Proses politik biaya tinggi salah satu penyebabnya. Kerusakan moral, sikap rakus, dan “bermental kemiskinan” juga ikut memberi kontribusi bagi para pejabat korupsi untuk menggemukkan rekeningnya.

Ironisnya, pemerintah tidak benar-benar punya komitmen yang kuat dan dapat dipercaya untuk memberantas korupsi dan mencegah pejabat menggendutkan rekening mereka dengan cara-cara haram.

Jangankan berkomitmen tinggi dan kuat, malah cenderung memperlemah upaya-upaya pemberantasan korupsi. Misalnya, di satu sisi, KPK “dibonsai”. Di sisi lain, Kepolisian dan Kejaksanaan tak kunjung berkinerja baik dan tepercaya dalam pemberantasan korupsi. Tak terlihat upaya serius dan konsisten pemerintah memperbaiki organisasi Kepolisian dan Kejaksaan.

Kita pun tak tahu kapan negeri ini terbebas dari korupsi. Setidaknya dari tahun ke tahun menurun signifikan pera pejabat yang korupsi. Begitulah. Logis jika rekening haram para pejabat terus membesar menggelembung. Wallahu’alam. []

 

 

 

 

 

 

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Kolom

Menanti Kebangkitan PPP

Image

News

Kolom

Paska Penolakan Pemulangan Mantan ISIS

Image

News

Formula E yang Jadi Rame

Image

News

Kolom

Tantangan Internal PAN dan Kekacauan Politik Nasional

Image

Ekonomi

Kolom

Kambing Hitam Seretnya Pertumbuhan Ekonomi

Image

News

Kolom

Negara Sandiwara

Image

News

Kolom

Jebakan Tahta, Harta dan Wanita

Image

News

100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

100 Hari Jokowi-Ma’ruf yang Tak Meyakinkan

Image

News

Kolom

Pemerintah, Untuk Apa dan Siapa?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
News

Peserta Susur Sungai Sempor di Sleman Hanyut, Basarnas Masih Pastikan Keberadaan 6 Siswa

Jumlah keseluruhan siswa peserta susur Sungai Sempor di Dukuh, Donokerto, Turi, ada 250 orang.

Image
News

Wapres Minta Pemda Selaraskan Kebijakan Mutasi Guru dengan Pemerintah Pusat

Ia juga berharap PGRI dapat berperan lebih baik lagi dalam mengawal profesi guru.

Image
News

Pemotor Serobot TPU Sampai Macet Panjang, Anak Buah Anies: Jangan Salahkan Pemprov DKI

Kita harus sosialisasi di koran bahwa masyarakat harus tertib ya

Image
News

5 UU Keluarga 'Nyeleneh' di Berbagai Negara, Ada yang Bolehkan Aniaya Pasangannya yang Selingkuh

Di Amerika Serikat, orang ketiga yang menyebabkan perceraian dianggap kejahatan dan bisa diperkarakan.

Image
News

Ahok Didesak Mundur dari Pertamina, Faizal: Justru Ahok Ditugaskan untuk Berantas Mafia Migas

Kami minta dalam satu bulan, Ahok mundur dari Komisaris Utama Pertamina.

Image
News

Alasan Mengapa Islam Menganjurkan untuk Makan Makanan yang Halal

Makanan yang halal ini dapat dilihat dari zatnya, cara mendapatkannya, dan proses pengolahannya

Image
News

Siswa SMP N 1 Turi Hanyut Saat Susur Sungai Sempor, 4 Dilaporkan Meninggal Dunia

Image
News

KPK Tegaskan Penghentian 36 Perkara Sesuai Prosedur

Penyelidik tidak menemukan bukti permulaan yang cukup.

Image
News

5 Nama Es Campur Nyeleneh yang Bikin Banyak Orang Penasaran, Tertarik Mencoba?

Keunikan es campur tak hanya dilihat dari komposisinya, namun juga nama dari tiap es campur yang mampu mengundang tanya.

Image
News

Panglima TNI dan Kapolri Tanam Mangrove di Kabupaten Tangerang

Idham mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk mengajak masyarakat dan generasi muda lebih peduli terhadap lingkungan

terpopuler

  1. Jarang Tersorot, 10 Potret Kehangatan Kaka 'Slank' dan Keluarga

  2. Ramai Kasus Pinjaman Online, Ini Chat Antara DC dan Pengutang Pinjol yang Viral

  3. Jawab Kritikan Megawati Soal Formula E, Pemprov DKI: Kalau Mau Terkenal Jangan Tanggung-tanggung

  4. Taspen Beberkan Syarat Agar Pensiunan PNS Dapat Dana Rp1 Miliar

  5. Hamil 10 Minggu, Ussy Sulistiawaty Pingsan Hingga Kejang

  6. Yudian Sibuk Jadi Kepala BPIP, Ijazah Wisudawan UIN Sunan Kalijaga Jogja Telat

  7. Para Perempuan Muslimah yang Memilih Tidak Menikah Lagi Setelah Ditinggal Wafat Suaminya

  8. Usai Dibuat Bingung, Akhirnya Erick Thohir Bakal Tutup Garuda Tauberes

  9. Cerita dari Dapur Gudeg Yu Djum, Kini Masak Pakai Kayu Bakar Lebih Mahal dari Gas

  10. Tersandung Narkoba, 5 Fakta Penting Aulia Farhan, Bintang Sinetron Anak Jalanan

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

Dari Divisi Korporasi hingga Dirut BNI, 5 Fakta Perjalanan Karier Herry Sidharta

Image
News

Jadi Sorotan Karena Rangkap Jabatan Komut BRI, 6 Fakta Penting Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo

Image
News

Tampil Santai hingga Elegan, 10 Gaya Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo saat Bekerja